Pasaman Barat Kembali Usulkan Tambahan Alokasi Dana Rehabilitasi Lahan Persawahan Terdampak Bencana
- account_circle Yelki
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Wakil Bupati M Ihpan saat menghadiri rapat koordinasi nasional dengan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (20/4/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat kembali mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.
Sebelumnya, usulan yang pertama seluas 172 hektare telah dialokasikan ke petani secara swakelola melalui kelompok tani dan sudah masuk tahap proses kontrak.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) saat dirinya mengikuti rapat koordinasi nasional di Jakarta.
“Usulan itu telah kita sampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) saat rapat koordinasi nasional di Jakarta pada Senin (20/4),” kata Yulianto, Selasa (21/4) di Simpang Empat.
Dia mengungkapkan usulan yang disampaikan itu merupakan usulan kedua setelah usulan yang pertama telah dialokasikan dan sudah masuk tahap proses kontrak.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal menjelaskan usulan itu adalah untuk bantuan Rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare.
Sedangkan untuk optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.
“Rehabilitasi lahan sawah itu merupakan lahan yang terdampak saat bencana alam akhir November 2025 lalu. Kita berharap usulan ini dapat dikabulkan dalam upaya menjaga ketahanan pangan di daerah,” jelas Afdal.
Sedangkan untuk bantuan tahap pertama telah dialokasikan yakni rehabilitasi sawah rusak ringan atau optimalisasi lahan seluas 172 hektare sedang proses kontrak.
Lalu bantuan DAM parit, sebanyak 10 unit dengan proses Survei Investigasi dan Desain (SID) dan bantuan optimalisasi lahan sawah reguler indeks pertanaman di bawah seluas 1.000 hektare dengan proses Survei Investigasi dan Desain (SID).
“Anggaran yang telah turun itu langsung ke rekening kelompok tani dan dikerjakan secara swakelola,” ungkapnya.
Untuk diketahui, bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur. Saat ini pemerintah setempat terus berupaya melobi pemerintah pusat untuk perbaikan dampak bencana alam dari berbagai sektor.***
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
- Sumber: Antara
