BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Dua Sekolah Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman Barat

Dua Sekolah Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman Barat

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Kabupaten Pasaman Barat tengah bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatra Barat. Melalui momentum tahun anggaran 2026, pemerintah pusat secara resmi memercayakan pembangunan dua institusi pendidikan berskala besar dan bertaraf nasional di Bumi Mekar Tuah Basamo ini. Kedua proyek strategis nasional tersebut meliputi program Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

​Penetapan ini mengukuhkan posisi Kabupaten Pasaman Barat sebagai satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang berhasil masuk dalam daftar lokasi prioritas pelaksanaan program pendidikan unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

Prestasi ini menjadi angin segar sekaligus bukti kepercayaan tinggi pemerintah pusat terhadap komitmen pembangunan sumber daya manusia di tingkat daerah.

​Komitmen Pemerataan dan Akses Pendidikan Gratis

​Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur pendidikan mutakhir ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian integral dari komitmen jangka panjang pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan merata bagi seluruh anak bangsa, khususnya yang berada di wilayah daerah.

​”Dua sekolah bertaraf nasional akan segera berdiri tegak di Pasaman Barat. Visi besar saya adalah ingin menjadikan Pasaman Barat sebagai pusat pertumbuhan dan kiblat pendidikan di Sumatra Barat untuk masa depan,” kata Yulianto dengan nada optimistis di kediamannya, Selasa malam (16/6/2026).

​Untuk merealisasikan visi tersebut, proyek pertama yakni Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan dialokasikan di kawasan Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Pembangunan ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektare.

Yulianto memastikan bahwa status hukum lahan tersebut sudah sangat klir (clean and clear). Karena merupakan aset resmi milik Pemerintah Daerah (Pemda), proses birokrasi dapat dipangkas dan percepatan pembangunan fisik di lapangan dapat segera dilaksanakan tanpa kendala sengketa lahan.

​Dari segi operasional, SNT di Muara Kiawai akan mengusung konsep nonsrama. Fasilitas ini akan mengintegrasikan empat jenjang pendidikan sekaligus secara berkesinambungan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menariknya, seluruh akses pendidikan di kompleks terintegrasi ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

​Sekolah Rakyat: Jaminan Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu

​Berbeda dengan konsep SNT, proyek besar kedua yang diusung adalah Sekolah Rakyat. Sekolah ini dirancang khusus dengan sistem berasrama (boarding school). Lokasi pembangunannya direncanakan berada di kawasan strategis Jalur 32, Kecamatan Pasaman, dengan memanfaatkan lahan seluas 5 hingga 8 hektare.

​Sasaran utama dari Sekolah Rakyat ini adalah anak-anak berprestasi dari latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kehadiran sekolah berasrama ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal yang berkualitas, di mana seluruh kebutuhan logistik, asrama, dan biaya pendidikan siswa akan ditanggung penuh oleh program pemerintah.

​Kendati membawa angin segar bagi indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah, Bupati Yulianto memberikan catatan penting terkait dinamika seleksi masuk kelak. Mengingat status sekolah ini merupakan proyek nasional dengan mutu pengajaran yang tinggi, persaingan untuk memperebutkan kursi di kedua sekolah ini diprediksi akan sangat ketat.

Berdasarkan proyeksi ke depan, peminat sekolah ini tidak hanya akan datang dari lokal Pasaman Barat saja, melainkan juga akan diserbu oleh calon peserta didik berbakat dari berbagai kabupaten/kota lain di Sumatra Barat, bahkan hingga luar provinsi.***

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • HGU PT PANP Mati, Tokoh Adat Kinali: Sekda Abaikan Nasib 1.500 Ha Lahan Ulayat

    HGU PT PANP Mati, Tokoh Adat Kinali: Sekda Abaikan Nasib 1.500 Ha Lahan Ulayat

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Ketika hak-hak konstitusional warga negara jamak dijadikan komoditas retorika dalam panggung politik, realitas di Kabupaten Pasaman Barat justru mempertontonkan drama ironis yang memilukan. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasaman Barat tampaknya sedang memperagakan seni mengabaikan rakyat secara paripurna. Hingga pertengahan tahun 2026, lembaran surat permohonan dialog terbuka yang dikirimkan oleh Masyarakat Adat Nagari […]

  • Sepak Bola Menyatukan Dunia Namun Birokrasi Amerika Serikat Justru Memecahnya

    Sepak Bola Menyatukan Dunia Namun Birokrasi Amerika Serikat Justru Memecahnya

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 31
    • 0Komentar

    NEW YORK — Sepak bola sejak lama diagungkan sebagai The Beautiful Game karena kemampuannya yang magis untuk meruntuhkan sekat perbedaan dan menyatukan umat manusia. Namun, ketika turnamen olahraga terbesar di dunia ini mendarat di tanah Amerika Serikat, keajaiban tersebut seketika menguap, digantikan oleh dinding birokrasi, tarif mencekik, dan retorika perang yang dingin. Ironi terbesar langsung […]

  • Oknum Satpol PP Caci Maki Wartawan di Medsos Walikota Zulmaita Bungkam

    Oknum Satpol PP Caci Maki Wartawan di Medsos Walikota Zulmaita Bungkam

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Sukrianto
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH — Jagat media sosial Kota Payakumbuh mendadak ‘hangat’ setelah seorang pejabat Eselon II Satpol PP kota setempat, Dewi Centong, melancarkan dugaan aksi caci maki wartawan lewat fitur unggahan cerita di akun Instagram dan TikTok pribadinya. Bukannya memberikan klarifikasi yang elegan nan menyejukkan terkait berita penggeledahan hotel di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, oknum pejabat ini […]

  • BI Menyebut Inflasi Sumbar Masih Kondusif, Kini 1,97% Hingga April 2026

    BI Menyebut Inflasi Sumbar Masih Kondusif, Kini 1,97% Hingga April 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Sumatra Barat sebesar 1,97% yoy atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,77 pada April 2025 menjadi 111,93 pada April 2026. Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan inflasi yang terjadi secara yoy hingga April 2026 itu, disumbangkan dari komoditas emas perhiasan, daging ayam […]

  • Membacakan Amanat Presiden, Kapolres Pasaman Barat Tekankan Lima Arahan Strategis

    Membacakan Amanat Presiden, Kapolres Pasaman Barat Tekankan Lima Arahan Strategis

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sukses menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Agenda sakral yang memperingati delapan dekade pengabdian Korps Bhayangkara ini dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat pada Rabu (1/7) dan berlangsung dengan penuh khidmat. Bertindak langsung sebagai inspektur upacara, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung […]

  • Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SIMPANG EMPAT – Bupati Pasaman periode 2000–2005 sekaligus Bupati Pasaman Barat periode 2010–2015, H. Baharuddin R, angkat bicara mengenai merosotnya etika dalam penyampaian aspirasi publik saat ini. Tokoh senior Sumatera Barat ini menyayangkan maraknya penggunaan bahasa kasar dan hujatan yang dialamatkan langsung kepada pemimpin daerah. Soroti Etika Berdemokrasi Baharuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kritik di […]

expand_less