Resep Masakan Gule Rampoe Sayur Bening Khas Aceh Cocok Untuk Diet
- account_circle Said Khairil Ibad
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Gule Rampoe Khas Aceh: Sayur Bening Unik yang Segar dan Bikin Nagih, Ini Resep Lengkapnya!
ACEH – Kalau Anda mengira kuliner Serambi Mekkah melulu soal kuah kari yang kental, daging kambing yang pekat, atau Mi Aceh yang bumbunya menendang lidah, artinya petualangan kuliner Anda kurang jauh.
Sini berkumpul dahulu. Mari kita berkenalan dengan salah satu mahakarya kuliner lokal yang penampilannya sangat bersahaja namun rasanya dijamin bikin dower sekaligus ketagihan: Gule Rampoe!
Jangan terkecoh dengan kata “gule” di depannya, karena hidangan ini bukanlah gulai bersantan tebal yang siap menaikkan kadar kolesterol Anda pasca-lebaran.
Gule Rampoe sejatinya adalah sejenis sayur bening khas Aceh yang sangat legendaris karena memiliki isian yang super ramai dan lengkap dalam satu mangkuknya.
Disebut dengan istilah rampoe karena dalam bahasa lokal artinya adalah “campuran”. Jadi, isinya memang mencampur berbagai macam dedaunan dan sayur-mayur berkhasiat menjadi satu kesatuan yang harmonis.
Kuah Ringan Sentuhan Asam Sunti: Segarnya Gak Ada Lawan!
Apa yang membuat sayur bening khas Aceh ini berbeda dengan sayur bayam atau sayur bening garapan ibu Anda di rumah? Rahasianya terletak pada karakteristik kuahnya.
Hidangan ini menawarkan sensasi kuah yang sangat ringan, gurih, dan luar biasa segar. Sifat menyegarkan tersebut lahir berkat adanya sentuhan rasa asam magis dari penggunaan asam sunti—belimbing wuluh yang telah dikeringkan dan diasinkan khas bumbu tradisional Serambi Mekkah.
Kombinasi rasa asin, sedikit pedas dari irisan cabai rawit, serta asam segar dari asam sunti ini membuat cita rasanya sangat autentik. Menu ini adalah definisi nyata dari kuliner yang simpel, super sehat untuk pencernaan, namun tetap kaya akan rasa di setiap suapannya.
Panduan Belanja Bahan: Sayuran Segar Pengisi Mangkuk
Bagi Anda yang sudah mulai meneteskan air liur dan penasaran ingin mempraktikkan resep masakan ini di dapur sendiri, silakan catat daftar belanjaan berikut sebelum meluncur ke tukang sayur terdekat:
Bahan-Bahan Utama:
- 100 gram nangka muda, potong dengan ukuran sedang
- 50 gram kacang panjang, potong-potong seukuran jari tangan
- 50 gram labu air, potong dengan bentuk kotak
- 50 gram daun ubi (daun singkong), petik segar
- 50 gram daun pepaya muda, petik
- 50 gram daun melinjo, petik dari batangnya
- 2 lembar daun jeruk purut
- 500 ml air bersih
Komponen Bumbu Halus:
- 2 buah belimbing wuluh segar (rebus bareng sayuran terlebih dahulu)
- 4 hingga 5 buah cabai rawit hijau, iris tipis sesuai level ketahanan lidah Anda
- 2 siung bawang merah, iris tipis
- 1 sendok teh asam sunti
- Garam dan penyedap rasa secukupnya sesuai selera
Langkah demi Langkah Mengeksekusi Resep Gule Rampoe
Memasak hidangan sehat ini sama sekali tidak memerlukan keahlian setingkat MasterChef. Cukup ikuti panduan resep masakan taktis berikut ini agar rasanya tidak gagal:
Proses Perebusan Awal: Siapkan panci, masukkan air, lalu rebus nangka muda, kacang panjang, labu air, daun ubi, daun pepaya muda, daun melinjo, serta belimbing wuluh secara bersamaan selama 5 hingga 7 menit sampai teksturnya melunak. Jika sudah, matikan api sejenak.
Ulek Bumbu Tradisional: Ambil belimbing wuluh yang ikut direbus tadi dari dalam panci, letakkan di atas ulekan. Masukkan cabai rawit hijau, bawang merah, asam sunti, dan sedikit garam, lalu ulek sampai halus dan tercampur rata.
Satukan Rasa: Masukkan kembali bumbu halus yang sudah diulek tadi ke dalam panci berisi sayuran. Nyalakan kompor dengan api ukuran sedang, lalu aduk-aduk perlahan agar bumbunya meresap sempurna ke serat nangka dan dedaunan.
Finishing yang Wangi: Tambahkan daun jeruk ke dalam kuah, lalu bumbui dengan garam, lada, serta penyedap rasa sesuai dengan selera masing-masing. Biarkan kuah mendidih sebentar hingga aromanya harum menguar ke seluruh ruangan.
Siap Disajikan: Angkat dan tuangkan ke dalam mangkuk saji besar. Jangan lupa taburkan bawang merah goreng di atasnya agar penampilannya makin cantik dan rasanya makin gurih. Hidangan siap dinikmati bersama nasi hangat dan ikan asin!
- Penulis: Said Khairil Ibad
