BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pelansir Sebabkan Krisis Pertalite dan Solar di SPBU Pasaman Barat

Pelansir Sebabkan Krisis Pertalite dan Solar di SPBU Pasaman Barat

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Bagi warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kini bukan lagi sekadar urusan mengisi tangki kendaraan. Kegiatan ini telah bertransformasi menjadi ritual wajib penuh kepasrahan, tempat kesabaran warga diuji hingga batas maksimal.

Fenomena antrian panjang di SPBU telah bergeser dari kekacauan lalu lintas biasa menjadi satir kehidupan: waktu produktif seharian menguap begitu saja hanya demi mengejar beberapa liter Pertalite dan Solar.

​Kisah miris berbalut komedi pahit ini dialami langsung oleh Mon Eferi, seorang pensiunan guru setempat, pada Jumat (31/7/2026). Berniat mengisi Pertalite di SPBU Batang Lingkin pada pukul 07.15 WIB, ia langsung kecele. Antrean kendaraan sudah mengular sepanjang 200 meter hingga ke depan Masjid Taqwa Bancah Talang.

Di barisan mobil yang merayap bagai siput itu, ia menjumpai Adek Harianto, pegawai SMAN 1 Pasaman, yang sudah berdiri lesu di samping pintu mobilnya sejak pukul 05.15 WIB usai salat Subuh.

​Tak ingin membuang waktu dalam lamunan tanpa kepastian, Mon Eferi memutar arah ke SPBU Batang Toman. Hasilnya? Sama nihilnya. Pintu masuk SPBU justru diblokade deretan truk raksasa yang tengah berburu Solar.

Polisi di lokasi dengan polos menginformasikan bahwa pengisian Pertalite baru dibuka jam 3 sore karena ada pengerjaan perluasan SPBU. Dua kali mencoba, dua kali pula pensiunan guru ini pulang dengan tangki sejalur garis merah.

​Dari Subuh Hingga Ashar: Rekor Antre 10 Jam Demi Seliter BBM

​Babak absurd berlanjut saat Mon Eferi menelepon Adek pada pukul 11.15 WIB. Empat jam sejak perjumpaan subuh tadi, Adek melaporkan posisinya baru bergeser sedikit mendekati gerbang.

Puncaknya terjadi usai Magrib saat Mon Eferi kembali mengonfirmasi keberhasilan rekannya. Lewat gelak tawa pasrah di seberang telepon, Adek mengaku baru tuntas mengisi BBM pada pukul 15.00 WIB. Total waktu yang dihabiskan adalah 10 jam penuh!

​Secara matematis, durasi 10 jam antre BBM tersebut lebih dari cukup untuk menempuh perjalanan darat lintas provinsi dari Padang menuju Medan. Namun di Pasaman Barat, waktu produktif seluas itu habis hanya untuk memindahkan mobil beberapa puluh meter ke area pengisian nozel Pertamina.

​”Bagaimana lagi, Pak. Mobil Kijang pelansir bebas saja memotong antrean. Bolak-balik melansir minyak. Bukan satu dua mobil, ada beberapa nampaknya yang bebas melansir. Sementara kami antre berjam-jam,” ujar Adek mengisahkan bagaimana mobil ‘siluman’ berulang kali memotong barisan warga jujur.

​Mafia Pelansir BBM dan Lemah Pengawasan: Menabrak UU Migas

​Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa biang kerok utama yang memicu kemacetan parah dan kelangkaan Pertalite secara mendadak adalah maraknya aksi armada “pelansir kebal hukum”.

Fenomena antrian panjang di SPBU untuk Solar mungkin sudah merata di seluruh pelosok Sumatera Barat, tetapi krisis Pertalite yang menyandera masyarakat umum hingga seharian merupakan fenomena ‘istimewa’ yang menonjol di Pasaman Barat.

​Praktik main mata dan borong-memborong BBM bersubsidi ini secara terang-terangan melanggar Peraturan Perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) sebagaimana diubah dalam UU Cipta Kerja, pasal 55 secara tegas menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

​Sejumlah pengamat ekonomi dan kebijakan publik nasional menilai krisis berulang di berbagai daerah di Indonesia—mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga kini menular parah ke Sumatera—selalu berakar pada dua hal yakni serakahnya oknum pelansir dan tumpulnya pengawasan.

Pihak Pertamina (Persero) dan aparat penegak hukum setempat terkesan melakukan pembiaran terstruktur terhadap armada pelansir yang menyedot hak BBM rakyat demi mengeruk keuntungan pribadi.

​Menagih Ketegasan Pemkab Pasaman Barat: Jangan Pura-Pura Buta

​Jeritan dan kejenuhan warga Pasaman Barat kini bermuara pada satu titik: di mana pemangku kebijakan daerah? Mon Eferi menyuarakan kegusaran publik yang sudah berada di puncak kekecewaan terhadap jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat.

​”Apakah tidak ada pihak yang berkompeten di Pemkab Pasaman Barat yang peduli masalah ini? Tidak terpikirkah oleh kalian solusinya? Ayo cerdas dan lebih bertanggung jawab. Jangan hanya diam dan pura-pura buta melihat kesulitan yang dialami masyarakat,” seru Mon Eferi dengan nada tegas.

​Warga tidak membutuhkan retorika manis atau aksi lempar batu sembunyi tangan antar-instansi. Pemkab Pasaman Barat dituntut mengambil diskresi dan langkah konkret yaitu menyiagakan Tim Satgas Khusus di setiap SPBU, menindak tegas mobil pelansir nakal, menetapkan sanksi pencabutan izin bagi SPBU nakal, serta berkoordinasi langsung dengan Polda Sumbar dan Pertamina. Ketok palu kebijakan ada di tangan Pemkab yakni jangan biarkan rakyat terus mengurut dada di dalam antrean panjang yang tak berujung.

DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan narasi pengalaman nyata masyarakat, kesaksian warga di lapangan, serta analisis hukum berdasarkan UU Migas dan tinjauan pengamat kebijakan publik nasional. Penulisan artikel berita ini disajikan dengan gaya jurnalistik kritis sebagai fungsi kontrol sosial dan sarana penyampaian aspirasi publik demi perbaikan keadilan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat.

  • Penulis: Endri Caniago

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Federasi Sepak Bola Palestina Menolak Berdiri di Samping Perwakilan Israel di Kongres FIFA

    Presiden Federasi Sepak Bola Palestina Menolak Berdiri di Samping Perwakilan Israel di Kongres FIFA

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Bola, SUMBARBIZ – Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menolak berdiri di samping Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam momen panas di Kongres FIFA ke-76, pada Kamis (30/4). Kedua pria itu dipanggil ke hadapan hakim oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, tetapi Rajoub menolak untuk didekatkan dengan Suliman, seorang warga negara […]

  • Bukan Kampung Kemarin Sore, Oedjoeng Gading Ternyata Sudah Eksis Sejak Era Pelabuhan Purba!

    Bukan Kampung Kemarin Sore, Oedjoeng Gading Ternyata Sudah Eksis Sejak Era Pelabuhan Purba!

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Nama Oedjoeng Gading atau Ujung Gading bukanlah nama kampung kemarin sore. Jauh sebelum nama Air Bangis dikenal luas dalam catatan kolonial, Oedjoeng Gading telah berdiri sebagai wilayah pemukiman kuno yang strategis. Berdasarkan analisis peta morpologi dan dokumen navigasi laut tempo doeloe, wilayah ini memiliki sejarah panjang yang membuktikan posisinya sebagai salah satu […]

  • Media Israel Nilai Trump Tinggalkan Tel Aviv Sendirian

    Media Israel Nilai Trump Tinggalkan Tel Aviv Sendirian

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TEL AVIV – Kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran menuai kritik dari sejumlah kalangan di Israel. Salah satu sorotan datang dari media Israel yang menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengubah pendekatan Washington terhadap Teheran dan berpotensi memengaruhi hubungan strategis dengan Israel. Kritik tersebut disampaikan melalui artikel opini yang ditulis Boaz […]

  • Prabowo Kocok Ulang Kabinet, Ini Nama yang Ditunjuk

    Prabowo Kocok Ulang Kabinet, Ini Nama yang Ditunjuk

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat setelah resmi melakukan kocok ulang atau reshuffle kabinet. Upacara pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/04). Salah satu di antaranya adalah Jumhur Hidayat, aktivis buruh dan mantan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dia tiba di sana dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru muda. […]

  • Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMATRA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Publik mengeluarkan analisis cuaca terbaru. Meskipun musim kemarau dilaporkan mulai memasuki wilayah Indonesia secara bertahap, potensi cuaca ekstrem di kawasan Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Sumatra Barat, dinilai belum sepenuhnya menurun. Aktifnya Monsun Australia saat ini memicu udara kering yang mulai mendominasi wilayah Indonesia bagian […]

  • Pengepul Sawit Nakal Bikin Jalur Penghubung Sasak Simpang Empat Rusak Parah

    Pengepul Sawit Nakal Bikin Jalur Penghubung Sasak Simpang Empat Rusak Parah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Anda pencinta olahraga ekstrem atau rindu sensasi naik roller coaster tanpa perlu bayar tiket mahal ke Dufan? Silakan datang dan uji nyali di jalur penghubung Sasak menuju Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat. Sepanjang 20 kilometer, Anda akan disuguhi pemandangan infrastruktur estetik berupa jalanan bergelombang, retak-retak puitis, hingga lubang menganga yang siap menjemput […]

expand_less