Media Israel Nilai Trump Tinggalkan Tel Aviv Sendirian
- account_circle Bangun S
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Tentara Israel nangis-nangis
TEL AVIV – Kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran menuai kritik dari sejumlah kalangan di Israel. Salah satu sorotan datang dari media Israel yang menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengubah pendekatan Washington terhadap Teheran dan berpotensi memengaruhi hubungan strategis dengan Israel.
Kritik tersebut disampaikan melalui artikel opini yang ditulis Boaz Haetzni dan diterbitkan harian Yedioth Ahronot. Dalam tulisannya, Haetzni menilai pemerintahan Trump tidak lagi menunjukkan komitmen yang sama dalam mempertahankan tekanan terhadap Iran sebagaimana yang diharapkan sebagian kalangan konservatif di Israel.
Menurut Haetzni, jalur perundingan yang ditempuh Washington dengan Teheran berpotensi memberikan ruang bagi Iran untuk memperbaiki kondisi ekonominya sekaligus memperkuat kapasitas militernya. Ia berpendapat kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap posisi strategis Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dalam artikel itu, Haetzni juga menyoroti masa depan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab. Ia menilai kesepakatan terbaru tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan negara-negara kawasan terhadap komitmen Washington dalam menjamin stabilitas dan keamanan regional.
Menurutnya, sejumlah negara yang selama ini menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis terkait normalisasi hubungan dengan Israel apabila muncul keraguan terhadap konsistensi kebijakan luar negeri Washington.
Selain itu, Haetzni menilai langkah diplomatik yang ditempuh Amerika Serikat berisiko mengurangi tekanan internasional terhadap Iran. Dalam pandangannya, pendekatan tersebut justru dapat memperkuat posisi Teheran di tengah situasi yang masih diwarnai ketegangan kawasan.
Artikel tersebut juga menyebut bahwa sebagian kalangan di Israel sebelumnya menaruh harapan besar kepada Trump dibandingkan pemerintahan Amerika Serikat terdahulu. Namun perkembangan terbaru dinilai memunculkan kekecewaan di antara kelompok yang mengharapkan kebijakan lebih keras terhadap Iran.
Di sisi lain, Haetzni menilai tantangan utama yang dihadapi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini adalah menjaga hubungan strategis dengan Amerika Serikat tanpa mengabaikan kepentingan keamanan nasional Israel.
Ia berpendapat bahwa kemitraan dengan Amerika Serikat selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam strategi pertahanan Israel. Karena itu, setiap perubahan kebijakan Washington terhadap Iran dipandang memiliki dampak langsung terhadap kalkulasi politik dan keamanan Tel Aviv.
Meski demikian, pandangan yang disampaikan Haetzni merupakan opini penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi pemerintah Israel maupun pemerintah Amerika Serikat. Hingga saat ini, Washington masih menegaskan bahwa setiap langkah diplomatik yang ditempuh bertujuan menjaga stabilitas kawasan sekaligus mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Perdebatan mengenai kesepakatan AS-Iran diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah. Hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel masih menjadi salah satu isu geopolitik yang paling mendapat perhatian dunia internasional karena berpengaruh terhadap stabilitas kawasan dan pasar global.
- Penulis: Bangun S
- Editor: Khairil
