BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » INTERNASIONAL » AS Serang Iran Hari Kedua Selat Hormuz 2026: Eskalasi Teluk Persia Memanas

AS Serang Iran Hari Kedua Selat Hormuz 2026: Eskalasi Teluk Persia Memanas

  • account_circle Yelki
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • print Cetak

WASHINGTON/TEHERAN — Jika dunia pikir hari pertama serangan sudah cukup dramatis, ternyata Amerika Serikat punya season 2. AS membombardir Iran untuk hari kedua berturut-turut, menyerang Sirik, Bandar-e Lengeh, dan Pulau Qeshm setelah serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah kapal dagang di dekat Selat Hormuz. Jadi, Selat Hormuz yang biasanya ramai dengan kapal tanker minyak, kini juga ramai dengan rudal, drone, dan sirene perang. Bukan pemandangan yang cocok untuk foto Instagram, memang.

Sementara itu, di sisi lain dunia yang sedikit lebih tenang — tapi tidak terlalu tenang — Israel melancarkan serangan baru di Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya satu orang, hanya sehari setelah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan pemerintah Lebanon.

Jadi, di satu sisi ada perjanjian perdamaian yang ditandatangani, di sisi lain ada rudal yang diluncurkan. Seperti pasangan yang baru menikah tapi masih berantem soal remote TV. Selamat datang di hari ke-121 konflik yang semakin membingungkan semua pihak, termasuk mungkin para pelakunya sendiri.

Di Iran: Selat Hormuz Bukan Sekadar Jalur Air, Tapi Kartu Trump

Iran memandang Selat Hormuz sebagai pengaruh utama. Analis politik yang berbasis di Teheran, Abas Aslani, mengatakan Iran memandang jalur air tersebut sebagai pencegah terhadap serangan AS di masa depan.

“Iran melihat (selat) sebagai pengaruh untuk menghentikan pengulangan setiap babak agresi baru terhadap negara itu,” katanya kepada Al Jazeera, menambahkan bahwa setiap upaya untuk mengubah situasi di sana “dengan kekerasan” adalah “tidak dapat diterima oleh Teheran.”

Jadi, bagi Iran, Selat Hormuz bukan sekadar selat. Ini adalah kartu truf, as dalam lengan baju, dan jaminan bahwa jika AS terus menyerang, maka kapal-kapal minyak dunia juga ikut merasakan panasnya. Bayangkan: satu selat yang menguasai sepertiga perdagangan minyak dunia, kini dijadikan alat tawar-menawar. Bukan strategi yang bisa dilakukan oleh negara yang tidak punya peta, memang.

IRGC Balas Dendang: Rudal ke Kuwait, Drone ke Bahrain

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait dan markas besar Armada Kelima AS di Bahrain sebagai tanggapan atas serangan AS di lima lokasi pesisir di Iran. Jadi, AS menyerang lima lokasi di Iran, Iran balas dengan dua lokasi di negara tetangga. Seperti permainan catur di mana setiap gerakan dijawab dengan gerakan, tapi bedanya di sini pionnya adalah rudal dan bidaknya bisa menghancurkan kota.

Bahrain membunyikan sirene serangan udara dan mendesak warga untuk menuju ke tempat aman terdekat. Kuwait mengatakan pertahanan udaranya menanggapi “ancaman rudal dan drone musuh”.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar dari pihak AS. Jadi, sirene berbunyi, warga panik, pertahanan udara aktif — tapi untungnya, belum ada korban. Seperti film action di mana ledakan besar tapi semua orang selamat. Hanya saja, ini bukan film.

Teluk Berguncang: Oman, Qatar, Kuwait, UEA Bersatu Mengutuk

Oman bergabung dengan negara-negara Teluk dalam mengutuk serangan terhadap Bahrain. Oman menyatakan solidaritas penuh dengan kerajaan tersebut dan menolak tindakan apa pun yang mengancam keamanan regional. Qatar, Kuwait, dan UEA juga mengutuk serangan tersebut.

Jadi, dalam satu hari, hampir semua negara Teluk bersatu — bukan untuk turnamen sepak bola, tapi untuk mengutuk Iran. Solidaritas yang langka, mengingat negara-negara Teluk biasanya lebih sibuk bersaing soal gedung tertinggi dan mall terbesar.

Di AS: Trump Mau “Menyelesaikan Pekerjaan,” Kongres Mau Menghentikannya

Gedung Putih mengisyaratkan sikap yang lebih tegas. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS mungkin terpaksa “menyelesaikan pekerjaan” jika Iran terus melakukan serangan. Frasa “menyelesaikan pekerjaan” ini terdengar seperti bos proyek yang marah karena kontraktor belum juga selesai renovasi rumah. Tapi bedanya, di sini “pekerjaan” yang dimaksud adalah perang, dan “kontraktor” yang dimaksud adalah negara berpenduduk 87 juta jiwa.

Pensiunan perwira angkatan laut AS, Harlan Ullman, mengatakan serangan “balas dendam” terbaru antara Washington dan Teheran berisiko “menjadi di luar kendali.” Ia menambahkan bahwa lonjakan harga minyak dapat menekan Trump untuk kembali bernegosiasi. Jadi, jika Trump terus keras kepala, dompet warga AS yang isi bensinnya mahal akan yang protes lebih dulu daripada Kongres.

Anggota Kongres AS, Ro Khanna, mengutuk serangan AS yang diperbarui terhadap Iran sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap Resolusi Kewenangan Perang yang disahkan oleh Kongres, dan memperingatkan: “Trump harus menghentikan perang ini sekarang, atau kami akan membawanya ke pengadilan.” Jadi, sementara Trump mau “menyelesaikan pekerjaan,” Kongres mau membawanya ke pengadilan. Seperti kantor di mana bos dan staf tidak pernah sepakat, tapi bedanya di sini yang dipertaruhkan adalah nyawa jutaan orang.

Israel-Lebanon: Perjanjian Ditandatangani, Rudal Tetap Ditembakkan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS dengan Lebanon sebagai “pencapaian bersejarah” dan “pukulan besar bagi Iran dan Hizbullah.” Kesepakatan tersebut, terobosan terbesar antara kedua negara tetangga dalam beberapa dekade, bertujuan untuk mengakhiri permusuhan sekaligus memungkinkan Israel untuk mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan hingga Hizbullah dilucuti senjatanya.

Tapi tunggu, tidak semua orang di Israel senang. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mengatakan perjanjian itu memberi Hizbullah “jalan keluar yang telah mereka minta” dan berpendapat Israel harus “menghancurkan”, bukan “menenangkan”, kelompok tersebut.

Dia mengatakan dia menentang kesepakatan itu di kabinet Israel dan akan terus melakukannya. Jadi, sementara Netanyahu merayakan kemenangan diplomatik, Ben-Gvir sedang merencanakan cara merusaknya. Seperti tim yang baru menang pertandingan tapi ada satu pemain yang protes wasit.

Di sisi Lebanon, Presiden Joseph Aoun menerima ucapan selamat dari Trump setelah upacara penandatanganan. Aoun mendesak Washington untuk memastikan Israel mematuhi kesepakatan tersebut dan menarik pasukannya dari Lebanon selatan.

Tapi Hizbullah punya pendapat berbeda. Kelompok tersebut menolak kesepakatan Lebanon-Israel, menyebutnya “batal dan tidak berlaku.” Jadi, pemerintah Lebanon menandatangani, Israel merayakan, AS memediasi — tapi Hizbullah bilang “tidak berlaku.” Seperti pesta pernikahan di mana mempelai sudah setuju, tapi keluarga besar menolak. Dan di Timur Tengah, keluarga besar biasanya punya senjata.

Dampak Global: Harga Minyak Naik, Dompet Warga Berguncang

Tidak perlu jadi ahli ekonomi untuk menebak bahwa konflik AS Iran di Selat Hormuz akan membuat harga minyak naik. Ketika satu selat yang menguasai sepertiga perdagangan minyak dunia menjadi zona perang, harga minyak bukan naik — melambung.

Dan ketika harga minyak melambung, harga semuanya ikut naik: transportasi, makanan, barang elektronik, hingga biaya pengiriman paket online. Jadi, warga di seluruh dunia yang sedang asyik scroll TikTok, tiba-tiba merasa dompetnya lebih tipis. Perang di Teluk Persia mungkin terasa jauh, tapi dampaknya sampai ke SPBU terdekat.

Ke Depan: Hari ke-122 dan Seterusnya

Konflik memasuki hari ke-121, dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir besok. AS terus menyerang, Iran terus membalas, Israel terus bernegosiasi sambil menyerang, dan Hizbullah terus menolak. Seperti pertunjukan teater yang tidak ada jeda antarbabak, di mana penonton sudah lelah tapi aktor tetap berakting dengan penuh semangat.

Yang pasti, harga minyak akan terus menjadi barometer. Jika naik terlalu tinggi, Trump mungkin terpaksa bernegosiasi — bukan karena mau, tapi karena warga AS protes. Jika Hizbullah terus menolak, perjanjian Lebanon-Israel mungkin hanya menjadi selembar kertas yang bagus untuk pajangan.

Dan jika IRGC terus meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, negara-negara Teluk mungkin mulai bertanya-tanya: apakah menjadi sekutu AS sepadan dengan risiko menjadi sasaran rudal?

Satu hal yang jelas: di dunia yang semakin tidak bisa diprediksi, satu-satunya prediksi yang aman adalah bahwa tidak ada yang aman.***

  • Penulis: Yelki
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk 29 Besar Nasional, Pasaman Barat Gandeng BRIN Terapkan e-Voting Pilwana

    Masuk 29 Besar Nasional, Pasaman Barat Gandeng BRIN Terapkan e-Voting Pilwana

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat resmi meluncurkan sekaligus menyosialisasikan sistem Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) berbasis elektronik (e-Voting) untuk pelaksanaan Pilwana 2026. Peresmian sistem baru ini digelar di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat pada Selasa (19/5). Peluncuran sistem pengetikan suara digital ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi dan kesepakatan bersama oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, […]

  • Heboh Video Santri Darul Mursyidin Kapa Dianiaya di Kebun Sawit

    Heboh Video Santri Darul Mursyidin Kapa Dianiaya di Kebun Sawit

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irfansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Video aksi perundungan yang dilakukan beberapa remaja terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, viral di media sosial. Aksi tidak terpuji tersebut viral setelah diunggah salah satu akun milik anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Endra Yama Putra di Facebook. Dalam video berdurasi 1 menit […]

  • Lingkaran Setan Tambang Emas Ilegal Sumbar: 48 Nyawa Melayang, WALHI Desak Penutupan Total dan ‘Pertaubatan Ekologis’

    Lingkaran Setan Tambang Emas Ilegal Sumbar: 48 Nyawa Melayang, WALHI Desak Penutupan Total dan ‘Pertaubatan Ekologis’

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 97
    • 0Komentar

    PADANG — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Provinsi Sumatera Barat kembali menelan korban jiwa secara tragis. Kejadian terbaru melanda kawasan Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026), di mana sembilan orang pekerja tambang tewas seketika akibat tertimbun longsoran lubang galian. Tragedi berulang ini memicu reaksi […]

  • Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Modus Penggandaan Uang

    Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Modus Penggandaan Uang

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MOJOKERTO — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto, Polda Jawa Timur, kembali menunjukkan ketajamannya dalam mengungkap tindak pidana penipuan yang mengelabui masyarakat. Kali ini, modus operandi yang digunakan cukup klasik namun tetap berhasil menjerat korban penggandaan uang melalui ritual spiritual. Dalam kasus ini, seorang korban berinisial N.S. harus menelan pil pahit kehilangan uang tunai sebesar […]

  • Sumarak Pasa Ekraf 2026 Menjadi Wadah Promosi Produk UMKM Pasaman Barat

    Sumarak Pasa Ekraf 2026 Menjadi Wadah Promosi Produk UMKM Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Sampono
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Ribuan warga memadati halaman Kantor Bupati Pasaman Barat pada Sabtu (6/6) malam untuk menyaksikan hari kedua pergelaran Sumarak Pasa Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak awal acara hingga mencapai puncaknya saat penampilan disjoki (DJ) Damonok dan penyanyi Diva Aurel, dua bintang tamu yang telah lama dinantikan oleh publik […]

  • Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 47
    • 0Komentar

    OPINI – Perjudian online (judol) telah menjadi fenomena digital yang kian meresahkan. Meskipun banyak cerita tentang pemain yang bangkrut, kehilangan pekerjaan, hingga terjerat kasus hukum, jumlah pemain judi online tampaknya tidak pernah surut. Pertanyaan besar yang sering muncul adalah: Kenapa para pemain judi online sangat susah untuk berhenti? Fenomena ini bukan sekadar masalah “kurang kontrol […]

expand_less