BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » INTERNASIONAL » KTT NATO Ankara Jadi Saksi Diplomasi Khusus Erdogan Jinakkan Donald Trump

KTT NATO Ankara Jadi Saksi Diplomasi Khusus Erdogan Jinakkan Donald Trump

  • account_circle Adi Putra
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

ANKARA – Menjinakkan ego seorang Donald Trump dalam panggung diplomasi internasional jelas bukan perkara mudah. Namun, Pemerintah Turkiye tampaknya punya kartu as. Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, baru-baru ini sesumbar bahwa kehadiran Presiden Amerika Serikat tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara pada 7-8 Juli mendatang, murni terjadi berkat pesona politik Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dalam keterangannya kepada media saat melakukan kunjungan kerja ke Rusia, Fidan menyebut bahwa negara-negara di Eropa pun mafhum akan hal tersebut. Mereka meyakini status Turkiye sebagai tuan rumah dan figur Erdogan adalah formula utama yang membuat Trump sudi meluangkan waktu berharganya untuk terbang ke Ankara.

“Jika bukan karena presiden kami dan jika bukan karena Turkiye, Trump tidak akan datang dan secara de facto sudah menyatakan bahwa dia tidak menganggap pertemuan ini penting,” ujar Fidan dengan nada bangga.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sindiran halus bahwa tanpa adanya Erdogan, Trump mungkin lebih memilih menghabiskan akhir pekannya dengan bermain golf ketimbang mendengarkan keluhan sekutu Eropa.

Menurut Fidan, kehadiran Trump sangat krusial karena agenda utama KTT besok adalah membedah perbedaan pandangan yang cukup tajam antara Washington dan Eropa mengenai masa depan NATO. “Tidak mungkin mengambil keputusan dalam pertemuan yang tidak dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat,” tambahnya.

Hubungan ‘Spesial’ dengan Rusia dan Ketegaran Sikap Moskow

Selain pamer kedekatan dengan Trump, Fidan juga memanfaatkan momen kunjungannya untuk memperlihatkan kemesraan hubungan bilateral Turkiye dan Rusia. Di saat negara-negara Barat sibuk memberikan sanksi kepada Moskow, Turkiye justru mengaku memiliki hubungan yang “sangat khusus”.

“Bahkan ketika menghadapi perbedaan yang sangat serius, kami tetap mampu bekerja sama dan membangun kepercayaan,” kata Fidan. Sebuah kemampuan komunikasi yang tampaknya patut ditiru oleh pasangan kekasih yang hobi bertengkar.

Kendati demikian, dalam urusan perang Rusia-Ukraina, Fidan harus gigit jari karena sikap Moskow ternyata masih sekeras batu. Berdasarkan hasil pertemuannya dengan pejabat Kremlin, Rusia menegaskan tidak ada kata damai atau negosiasi sebelum persoalan wilayah Donetsk diselesaikan sesuai kemauan mereka.

Melihat peliknya situasi Eropa Timur, Fidan pun mempromosikan penguatan kerja sama regional melalui platform 3+3 (Turkiye, Rusia, Azerbaijan, Iran, Armenia, dan Georgia) agar negara-negara tetangga mengutamakan kolaborasi ketimbang sibuk berkompetisi saling mendominasi.

Sinyal positif pun datang dari Armenia, di mana PM Nikol Pashinyan mulai melunak dan menyambut pembukaan jalur perdagangan serta penerbangan langsung yang diinisiasi Erdogan.

Benang Kusut Nuklir Iran dan Sentilan Keras untuk Israel

Beralih ke Timur Tengah, Fidan membeberkan bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir masih berjalan merangkak akibat masalah teknis dan krisis kepercayaan.

Meskipun sudah ada kesepahaman prinsip untuk mengencerkan 400 kilogram uranium milik Iran, kedua negara masih berdebat kusir mengenai siapa yang harus memegang alat pengencer, siapa yang berhak mengawasi, serta bagaimana proses verifikasinya.

Proses negosiasi ini kian melambat karena Iran telanjur tidak percaya pada Amerika Serikat, ditambah situasi global yang diperparah oleh aksi pendudukan militer Israel di Lebanon.

Menlu Turkiye itu pun tidak setengah-setengah dalam melayangkan kritik tajam kepada pemerintahan Israel, yang disebutnya sebagai biang keladi kerusakan global.

“Israel menginginkan kehancuran di kawasan. Mereka ingin menduduki beberapa negara dan menerapkan teror. Hal ini berdampak buruk pada keamanan global dan ekonomi dunia,” tegas Fidan.

Fidan menyayangkan bahwa perhatian dunia internasional terhadap penderitaan di Gaza sempat teralihkan akibat perang urat saraf antara Iran, AS, dan Israel. Namun, ia memastikan bahwa Turkiye tidak tinggal diam.

Saat ini, Organisasi Intelijen Nasional Turkiye (MIT) dilaporkan tengah bekerja dalam senyap di balik layar untuk merancang kesepakatan kerangka kerja demi meloloskan negosiasi gencatan senjata tahap kedua di Gaza.

Public kini menanti, apakah kecerdikan intelijen dan diplomasi ala Ankara ini mampu membawa kedamaian nyata, atau justru kembali mentah oleh ego para penguasa dunia.

  • Penulis: Adi Putra
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengungkap Mitos ‘Wajib Kurban 7 Kali Seumur Hidup’, Begini Penjelasan Hukum Islam Sebenarnya

    Mengungkap Mitos ‘Wajib Kurban 7 Kali Seumur Hidup’, Begini Penjelasan Hukum Islam Sebenarnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    ​​KAZANAH – Mendekati Hari Raya Iduladha, perbincangan seputar ibadah kurban kembali hangat di tengah masyarakat. Di samping antusiasme warga dalam berburu hewan ternak, sebuah mitos lama kembali berembus dan memicu kebingungan: Benarkah seorang Muslim wajib berkurban sebanyak 7 kali seumur hidup? ​Anggapan ini rupanya masih melekat kuat di sebagian kalangan masyarakat adat dan pedesaan. Banyak […]

  • Tersangka Penembakan di Acara Jumpa Pers Dihadiri Trump Terancam Penjara Seumur Hidup

    Tersangka Penembakan di Acara Jumpa Pers Dihadiri Trump Terancam Penjara Seumur Hidup

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Tersangka yang menembak seorang agen Secret Service AS saat mencoba menerobos keamanan di sebuah acara jumpa pers yang dihadiri oleh Donald Trump dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap presiden Amerika Serikat. Pelaku yang bernama Cole Tomas Allen , 31, dari Torrance, California, juga menghadapi tuduhan kepemilikan senjata api dalam dakwaan tiga pasal, demikian diumumkan […]

  • Pria 59 Tahun Di Pasaman Barat Ditangkap Terkait Kekerasan Seksual

    Pria 59 Tahun Di Pasaman Barat Ditangkap Terkait Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil meringkus seorang pria paruh baya berinisial MW (59). Penangkapan ini terkait dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual berupa persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukannya di kawasan perkebunan kelapa sawit. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah […]

  • PBB Ingatkan Situasi Palestina Kian Memburuk, Akhiri Pendudukan Israel di Gaza

    PBB Ingatkan Situasi Palestina Kian Memburuk, Akhiri Pendudukan Israel di Gaza

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Wakil ketua komite PBB untuk hak-hak rakyat Palestina memperingatkan bahwa situasi di wilayah Palestina yang diduduki terus memburuk dengan cepat, serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak terhadap kebijakan Israel. Dalam debat terbuka Dewan Keamanan mengenai Timur Tengah, Umar Hadi menyatakan bahwa kondisi di wilayah tersebut tidak mengarah pada perdamaian, melainkan […]

  • Jalan Santai HUT Bhayangkara Pasaman Barat Diikuti Ratusan Peserta

    Jalan Santai HUT Bhayangkara Pasaman Barat Diikuti Ratusan Peserta

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Menginjak usia ke-80, Bhayangkara tidak merayakannya dengan kue tart berlapis frosting dan lagu Happy Birthday yang diputar berulang kali. Polres Pasaman Barat memilih cara yang lebih sehat dan berkeringat yakni jalan santai dan senam bersama yang diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat. Acara tersebut digelar di Mapolres Pasaman Barat, Sabtu (27/6), […]

  • Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas Narkoba

    Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas Narkoba

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran Forkopimda dan tokoh adat memperkuat benteng ketahanan sosial melalui Gerakan Subuh Berjamaah dan Deklarasi Sumbar Bebas Narkoba. Aksi kolaboratif yang dipusatkan di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi ini dinilai sebagai langkah nyata merawat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di tengah tantangan zaman modern. Gubernur Sumatera […]

expand_less