Guncangan Gempa Magnitudo 6,1 Nias Selatan Terasa Hingga Pasaman Barat
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BMKG Laporkan Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan siang Hari Ini
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa siang, 18 Agustus 2026. Data resmi dari Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) BMKG menunjukkan episentrum gempa tercatat tepat pada pukul 13.02.23 WIB.
Pusat getaran gempa berada pada koordinat geofisika 0,65 Lintang Selatan dan 98,32 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 147 kilometer arah tenggara Nias Selatan, Sumut. Hiposentrum gempa berada di kedalaman 29 kilometer di bawah permukaan laut.
Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat guncangan menjangkau lintasan yang luas. BMKG mencatat gelombang getaran tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Sumatera Utara, tetapi juga merambat kuat hingga ke wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat.
BMKG Pantau Risiko Tsunami dan Guncangan Susulan
BMKG segera mengaktifkan penelusuran seismik untuk memantau potensi getaran susulan di sepanjang zona patahan aktif. Berdasarkan rekaman awal InaTEWS, pengamatan terhadap potensi bahaya gelombang tsunami terus dilakukan secara real-time melalui jaringan sensor bahaya laut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan fisik bangunan maupun korban jiwa di area episentrum Nias Selatan maupun kawasan terdampak Pasaman Barat.
Meski demikian, pihak BMKG menegaskan agar masyarakat di kawasan pesisir tidak mengabaikan peringatan darurat. Dinamika tektonik di kedalaman dangkal kerap memicu guncangan susulan dengan intensitas bervariasi.
Otoritas meteorologi meminta warga bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan aktivitas seismik lanjutan dan mengabaikan spekulasi liar yang tidak bersumber dari rilis resmi instansi berwenang.
Jangkauan Getaran Hingga Sumatera Barat dan Karakter Tektonik
Perluasan dampak getaran hingga ke Pasaman Barat menandakan besarnya energi kinetik yang dilepaskan oleh aktivitas subduksi lempeng tersebut. Kawasan barat Sumatera—termasuk Kepulauan Nias di Sumut hingga pesisir Sumatera Barat—merupakan zona konvergensi aktif tempat berinteraksinya Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Karakteristik gempa bumi dangkal di lintasan ini kerap menimbulkan efek guncangan menghentak yang dirasakan cukup kuat oleh warga di daratan. Wilayah Pasaman Barat yang berada dalam radius lintasan gelombang seismik turut merasakan getaran mendadak, membuat sejumlah warga sempat berhamburan keluar dari hunian dan fasilitas umum untuk menyelamatkan diri.
Langkah Mitigasi Darurat dan Imbauan Kewaspadaan
Menanggapi rentetan risiko pasca-kejadian, BMKG menerbitkan pedoman keselamatan bagi warga yang berada di kawasan terdampak langsung maupun daerah penyangga guncangan:
- Pemeriksaan Struktur Bangunan: Segera periksa kondisi dinding dan pondasi tempat tinggal. Hindari memasuki bangunan yang mengalami retak struktur parah karena berisiko roboh jika terjadi gempa susulan.
- Respon Pesisir Pantai: Apabila warga di wilayah pesisir Nias Selatan atau perairan sekitarnya merasakan guncangan kuat bertempo lama, segera lakukan evakuasi mandiri ke area dataran tinggi tanpa menunggu sirine tsunami berbunyi.
- Kewaspadaan Jalur Komunikasi: Tetap pantau pembaruan peringatan dari BMKG, BPBD Sumut, serta BPBD Sumatera Barat. Jangan menyebarkan narasi tanpa verifikasi yang berpotensi memicu kepanikan publik.
Tim Reaksi Cepat BPBD di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat saat ini terus berkoordinasi dengan kantor pusat BMKG di Kemayoran, Jakarta, untuk memetakan cakupan dampak getaran secara menyeluruh serta memastikan seluruh protokol sistem peringatan dini bekerja optimal.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari data parameter sementara yang dikeluarkan oleh BMKG melalui Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) pada 18 Agustus 2026 pukul 13.05 WIB. Parameter teknis gempa dapat diperbarui sewaktu-waktu berdasarkan hasil analisis seismologi lanjutan oleh pihak berwenang.
- Penulis: Irfansyah P
