Komitmen Bersama Pemkab Pasaman Barat: Wujudkan SPMB 2026 yang Transparan dan Berkeadilan
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail menandatangani Komitmen Bersama untuk menyukseskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. (Poto: Diskominfo Pasaman Barat}
PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat secara resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat pada Rabu (20/5/2026).
Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Pasaman Barat ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, yang hadir mewakili Bupati. Turut menghadiri kegiatan tersebut unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait di bidang pendidikan.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Sekda Doddy San Ismail menegaskan bahwa SPMB merupakan tahapan krusial dan strategis dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa proses ini tidak boleh dipandang sebatas urusan administrasi tahunan, melainkan sebuah instrumen penting dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan publik.
“SPMB menjadi bagian penting dalam menjamin pemerataan akses pendidikan, transparansi layanan publik, serta keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Doddy.
Lebih lanjut, Doddy menjelaskan bahwa SPMB 2026 merupakan wujud transformasi dari sistem penerimaan sebelumnya. Sistem baru ini dirancang secara khusus untuk menciptakan proses seleksi yang lebih objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan. Oleh karena itu, sinergi dan tanggung jawab dari seluruh pihak sangat diperlukan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan daerah.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar proses penerimaan murid baru berjalan lancar, tertib, aman, dan minim permasalahan,” imbuhnya.
Doddy juga memberikan instruksi tegas agar penandatanganan komitmen bersama ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Ia mendorong Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, hingga panitia pelaksana di lapangan untuk memberikan pelayanan prima. Akses informasi harus dibuka selebar-lebarnya, jelas, serta responsif dalam menangani setiap aduan masyarakat.
Di akhir sambutan, Pemkab Pasaman Barat mengajak jajaran Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk bersama-sama mengawal jalannya SPMB agar tetap kondusif dan patuh pada regulasi.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Melalui pelaksanaan SPMB yang baik, kita sedang membangun fondasi pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi generasi masa depan Pasaman Barat,” pungkas Doddy.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, memaparkan skema dan mekanisme teknis pelaksanaan SPMB 2026. Sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kendala di lapangan, pihaknya mengaku telah merampungkan pendataan jumlah kelulusan siswa TK dan SD yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami berharap dengan adanya komitmen bersama ini, seluruh tahapan SPMB dapat berjalan lancar. Dalam pelaksanaannya nanti, terdapat empat jalur penerimaan resmi yang dibuka, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan jalur prestasi,” urai Imter menutup paparannya.
- Penulis: Irfansyah P
- Editor: Hanny
