Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Kami Hanya Ingin Sungai Kami Kembali”: Jeritan Hati Warga Pasaman Barat Terkait Kerusakan Ekosistem Akibat Tambang

“Kami Hanya Ingin Sungai Kami Kembali”: Jeritan Hati Warga Pasaman Barat Terkait Kerusakan Ekosistem Akibat Tambang

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASAMAN BARAT – Sebuah unggahan emosional dari seorang pengguna media sosial Facebook mendadak menjadi sorotan publik. Unggahan tersebut menyuarakan keputusasaan sekaligus kemarahan warga terhadap kondisi sungai di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang kian memprihatinkan akibat aktivitas penambangan emas.

Narasi yang ditulis dengan nada getir ini tidak lagi mempersoalkan status hukum dari aktivitas tambang tersebut, melainkan fokus pada satu tuntutan sederhana: pemulihan lingkungan.

“Kami tidak ingin tahu yang Anda kerjakan legal atau ilegal… Tapi kami hanya ingin air sungai kami kembali seperti dulu lagi,” tulis akun bernama Uda Dedi dalam unggahannya.

Ekosistem Lumpuh, Air Tak Lagi Jernih

Warga mengeluhkan dampak nyata yang mereka rasakan sehari-hari. Sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan dan habitat bagi berbagai spesies air, kini disebut telah rusak parah. Pencemaran yang terjadi membuat ekosistem sungai tidak lagi mampu menopang kehidupan di dalamnya.

“Sudah banyak ekosistem yang tidak bisa hidup dalam sungai kami,” lanjut narasi tersebut, menggambarkan betapa kritisnya degradasi lingkungan yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Sentilan Keras untuk Dinas Lingkungan Hidup

Tak hanya mengeluhkan kondisi fisik sungai, unggahan ini juga melontarkan kritik tajam terhadap kinerja otoritas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga mempertanyakan keberadaan pengawasan pemerintah yang seolah “tutup mata” terhadap keruhnya aliran sungai di Pasaman Barat.

Bahkan, muncul spekulasi liar dari masyarakat yang merasa frustrasi. Mereka mempertanyakan apakah lemahnya pengawasan ini disebabkan oleh adanya “koordinasi” di bawah meja antara oknum penambang dan pihak berwenang.

“Apakah tidak ada dinas lingkungan hidup yang bisa melihat bagaimana tercemarnya sungai kami… Atau sudah dapat duluan ya dari penambang yang bikin sungai seperti ini?” cecar unggahan tersebut.

Menanti Ketegasan Aparat

Kondisi sungai di Pasaman Barat memang kerap menjadi isu hangat di Sumatera Barat. Keluhan ini menambah daftar panjang laporan masyarakat mengenai dampak lingkungan akibat penambangan emas, baik yang berskala besar maupun rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan aparat penegak hukum untuk turun ke lapangan. Warga tidak lagi butuh perdebatan regulasi, mereka hanya butuh air yang jernih dan ekosistem yang kembali hidup demi masa depan generasi mendatang.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Kemuliaan Umat Nabi Muhammad SAW yang Jarang Disadari: Sebuah Renungan Akhir Zaman

    Enam Kemuliaan Umat Nabi Muhammad SAW yang Jarang Disadari: Sebuah Renungan Akhir Zaman

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 3
    • 0Komentar

    KAZANAH – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah pesan menyentuh hati mengenai keistimewaan menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW viral di media sosial. Pesan tersebut merangkum enam perkara mendasar yang sering dianggap sebagai kekurangan manusia, namun justru merupakan bentuk kasih sayang dan kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada umat akhir zaman. Berikut adalah enam […]

  • Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid, Warga Pasar Baru Bayang Resah

    Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid, Warga Pasar Baru Bayang Resah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ — Aktivitas dugaan perjudian sabung ayam di dekat Masjid Besar Baitusshalihin, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan membuat keresahan di tengah masyarakat. Warga setempat mengaku terganggu dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan itu dinilai tidak hanya melanggar norma sosial dan agama, tetapi juga berpotensi memicu praktik perjudian ilegal. Buyung, bukan nama sebenarnya mengatakan lokasi […]

  • Iran Lepas Tembakan Peringatan ke Arah Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

    Iran Lepas Tembakan Peringatan ke Arah Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Angkatan Laut Iran melepaskan tembakan peringatan di dekat kapal-kapal musuh setelah kapal perusak AS mencoba mendekati Selat Hormuz, memperingatkan bahwa setiap tindakan seperti itu akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa kapal perusak AS telah mencoba bergerak menuju Selat Hormuz di […]

  • Samsung Galaxy Tab S10 FE+ Turun Harga Gila-gilaan, Tablet Impian Kini Makin Terjangkau!

    Samsung Galaxy Tab S10 FE+ Turun Harga Gila-gilaan, Tablet Impian Kini Makin Terjangkau!

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 6
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Bagi Anda yang sedang mengincar tablet baru dengan performa mumpuni namun tetap ramah di kantong, kabar gila datang dari Amazon. Raksasa ritel tersebut baru saja mengguncang pasar dengan memangkas harga Samsung Galaxy Tab S10 FE+ secara signifikan. Tidak tanggung-tanggung, pembeli bisa menghemat hingga Rp1.700.000 untuk model penyimpanan 128GB. Dengan diskon besar ini, tablet […]

  • Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Ams
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp80 miliar untuk pemulihan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pasaman Barat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir tahun 2025 lalu. Bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebut difokuskan untuk pemulihan sarana air bersih dan sanitasi […]

  • Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TEHERAN – Gemuruh sorak-sorai ribuan pendukung membahana di Lapangan Enqelab, Teheran, pada Rabu malam. Di bawah sorotan lampu panggung dan lambaian bendera, publik Iran berkumpul untuk melepas skuad nasional mereka, Tim Melli, yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026. Acara perpisahan ini bukan sekadar seremoni biasa. Di tengah ketegangan geopolitik yang menyelimuti […]

expand_less