BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Kami Hanya Ingin Sungai Kami Kembali”: Jeritan Hati Warga Pasaman Barat Terkait Kerusakan Ekosistem Akibat Tambang

“Kami Hanya Ingin Sungai Kami Kembali”: Jeritan Hati Warga Pasaman Barat Terkait Kerusakan Ekosistem Akibat Tambang

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Sebuah unggahan emosional dari seorang pengguna media sosial Facebook mendadak menjadi sorotan publik. Unggahan tersebut menyuarakan keputusasaan sekaligus kemarahan warga terhadap kondisi sungai di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang kian memprihatinkan akibat aktivitas penambangan emas.

Narasi yang ditulis dengan nada getir ini tidak lagi mempersoalkan status hukum dari aktivitas tambang tersebut, melainkan fokus pada satu tuntutan sederhana: pemulihan lingkungan.

“Kami tidak ingin tahu yang Anda kerjakan legal atau ilegal… Tapi kami hanya ingin air sungai kami kembali seperti dulu lagi,” tulis akun bernama Uda Dedi dalam unggahannya.

Ekosistem Lumpuh, Air Tak Lagi Jernih

Warga mengeluhkan dampak nyata yang mereka rasakan sehari-hari. Sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan dan habitat bagi berbagai spesies air, kini disebut telah rusak parah. Pencemaran yang terjadi membuat ekosistem sungai tidak lagi mampu menopang kehidupan di dalamnya.

“Sudah banyak ekosistem yang tidak bisa hidup dalam sungai kami,” lanjut narasi tersebut, menggambarkan betapa kritisnya degradasi lingkungan yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Sentilan Keras untuk Dinas Lingkungan Hidup

Tak hanya mengeluhkan kondisi fisik sungai, unggahan ini juga melontarkan kritik tajam terhadap kinerja otoritas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga mempertanyakan keberadaan pengawasan pemerintah yang seolah “tutup mata” terhadap keruhnya aliran sungai di Pasaman Barat.

Bahkan, muncul spekulasi liar dari masyarakat yang merasa frustrasi. Mereka mempertanyakan apakah lemahnya pengawasan ini disebabkan oleh adanya “koordinasi” di bawah meja antara oknum penambang dan pihak berwenang.

“Apakah tidak ada dinas lingkungan hidup yang bisa melihat bagaimana tercemarnya sungai kami… Atau sudah dapat duluan ya dari penambang yang bikin sungai seperti ini?” cecar unggahan tersebut.

Menanti Ketegasan Aparat

Kondisi sungai di Pasaman Barat memang kerap menjadi isu hangat di Sumatera Barat. Keluhan ini menambah daftar panjang laporan masyarakat mengenai dampak lingkungan akibat penambangan emas, baik yang berskala besar maupun rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan aparat penegak hukum untuk turun ke lapangan. Warga tidak lagi butuh perdebatan regulasi, mereka hanya butuh air yang jernih dan ekosistem yang kembali hidup demi masa depan generasi mendatang.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • JANGAN LAMA MIKIR! Tanah Kavling Paling Laris di Pasaman Barat Sisa Sedikit!

    JANGAN LAMA MIKIR! Tanah Kavling Paling Laris di Pasaman Barat Sisa Sedikit!

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 346
    • 0Komentar

    DUTA UTAMA PROPERTI — Investasi properti di kampung halaman kini menjadi primadona yang paling diburu masyarakat. Menjawab tingginya minat tersebut, Duta Utama Properti IV kembali menghadirkan promo tanah kavlingan eksklusif di Jorong Katimaha, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Lokasi ini dinilai sangat strategis dan mengalami perkembangan nilai investasi yang sangat cepat di Pasaman Barat. Terbukti, […]

  • Tiga Ruko di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Hangus Terbakar Malam Ini

    Tiga Ruko di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Hangus Terbakar Malam Ini

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 83
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah toko (ruko) di kawasan padat penduduk, tepatnya di persimpangan bundaran Simpang Empat, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Senin (18/5/2026) malam. ​Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan terjadi sekira pukul 23.15 WIB. Mengingat posisi ruko yang saling berdempetan, kobaran api dengan cepat […]

  • AWSB Dan MOI Desak Walikota Payakumbuh Copot Jabatan Kasatpol PP

    AWSB Dan MOI Desak Walikota Payakumbuh Copot Jabatan Kasatpol PP

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukrianto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH — Gelombang solidaritas insan pers Sumatera Barat mendadak memuncak. Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sumatera Barat (AWSB) bersama gabungan organisasi Pers seperti Media Online Indonesia (MOI) menggeruduk Kota Payakumbuh pada Kamis (30/7/2026). Kedatangan para kuli tinta dari Padang, Padang Pariaman, Solok, Bukittinggi, hingga Agam ini dipicu oleh satu hal yakni aksi unjuk […]

  • Lingkaran Setan Tambang Emas Ilegal Sumbar: 48 Nyawa Melayang, WALHI Desak Penutupan Total dan ‘Pertaubatan Ekologis’

    Lingkaran Setan Tambang Emas Ilegal Sumbar: 48 Nyawa Melayang, WALHI Desak Penutupan Total dan ‘Pertaubatan Ekologis’

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 153
    • 0Komentar

    PADANG — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Provinsi Sumatera Barat kembali menelan korban jiwa secara tragis. Kejadian terbaru melanda kawasan Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026), di mana sembilan orang pekerja tambang tewas seketika akibat tertimbun longsoran lubang galian. Tragedi berulang ini memicu reaksi […]

  • Laporan Terbaru BPS: Jumlah Penduduk Bekerja di Pasaman Barat Naik 2,56 Persen

    Laporan Terbaru BPS: Jumlah Penduduk Bekerja di Pasaman Barat Naik 2,56 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah. Laporan berkala yang dirilis pada 29 Agustus 2025 ini memotret berbagai indikator penting ketenagakerjaan secara mendalam hingga periode Agustus 2024. Berdasarkan data terbaru tersebut, pasar kerja di Pasaman Barat menunjukkan tren yang positif. Hingga Agustus 2024, […]

  • BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2026. Dalam Prospek Cuaca Tiga Harian tersebut, wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan. ​Berdasarkan data spasial BMKG, wilayah Pulau Sumatera mendominasi peta […]

expand_less