Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » 48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month 31 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PADANG – Kabut duka kembali menyelimuti Sumatera Barat. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa. Tragedi terbaru terjadi di daerah Sintuk, Nagari Guguak, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026) siang, di mana sembilan petambang tewas seketika akibat tertimbun longsor.

Peristiwa memilukan ini memperpanjang daftar hitam kecelakaan tambang di ranah Minang. Sejak tahun 2020 hingga pertengahan 2026, setidaknya 45 hingga 48 nyawa telah melayang di lubang-lubang galian ilegal. Angka ini dinilai sebagai “puncak gunung es”, karena banyak kasus serupa yang diduga sengaja ditutup-tutupi dari publik oleh oknum tak bertanggung jawab.

Detik-Detik Mencekam di Sijunjung

Insiden di Sijunjung terjadi saat 12 pekerja tengah beroperasi menggunakan mesin pompa air di area perbukitan dekat sungai. Tanpa peringatan, tebing setinggi 30 meter runtuh dan mengubur para pekerja di bawahnya.

Wali Nagari Guguak, Zainal, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung cepat antara pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Meski tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sembilan rekan mereka tidak sempat menghindar dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa lokasi tersebut kini telah ditutup total dan sedang dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Jejak Tragedi yang Terus Berulang

Catatan kelam ini bukan yang pertama bagi Sijunjung maupun Sumatera Barat. Sebelum tragedi Kamis lalu, pada 9 April 2026, dua petambang juga tewas di Nagari Palangki, Sijunjung. Mundur ke belakang, Kabupaten Solok juga mencatat sejarah kelam pada September 2024 dengan 13 korban jiwa di Nagari Sungai Abu.

Kabupaten Solok Selatan tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi kecelakaan paling sering. Pada periode 2020-2021 saja, terjadi tiga insiden besar di wilayah tersebut yang menelan total 21 nyawa. Banyaknya korban yang berasal dari luar daerah, seperti dari Jawa Tengah dan Lampung, mengindikasikan bahwa jaringan tambang ilegal ini memiliki jangkauan yang sangat luas.

Kritik Pedas Walhi: “Pembunuhan Ekologis”

Kecelakaan yang terus berulang ini memicu reaksi keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat. Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Tommy Adam, dengan lantang menyebut rentetan kematian ini sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya.

Walhi membantah narasi pemerintah bahwa tambang ilegal adalah murni “masalah perut” rakyat kecil. Faktanya, aktivitas di lapangan menggunakan alat berat ekskavator 20 ton dengan biaya operasional yang fantastis.

“Ini bukan aktivitas rakyat kecil semata, melainkan bisnis besar yang melibatkan pemodal kuat dan diduga dilindungi aparat. Jika negara tetap membiarkan kondisi ini, sesungguhnya pemerintah sedang menyiapkan kuburan massal bagi rakyatnya sendiri,” tegas Tommy.

Dilema Penegakan Hukum: Permainan “Kucing-Kucingan”

Di sisi lain, otoritas terkait mengaku kesulitan memutus rantai PETI. Kombes Pol Susmelawati Rosya menganalogikan upaya penertiban seperti permainan petak umpet. Petugas seringkali menemukan lokasi yang sudah kosong saat razia dilakukan, namun aktivitas kembali menggeliat sesaat setelah aparat meninggalkan lokasi.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengakui bahwa pengawasan wilayah yang sangat luas menjadi kendala utama. Meskipun instruksi gubernur terkait pencegahan telah diterbitkan, praktik kucing-kucingan dengan mafia tambang masih terus terjadi di lapangan.

Kini, publik menanti tindakan nyata yang melampaui sekadar penutupan lubang tambang atau razia seremonial. Tanpa penindakan tegas terhadap aktor intelektual dan pemodal di balik layar, lubang-lubang maut di Sumatera Barat diprediksi akan terus memakan korban di masa depan.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • HGU Berakhir, Tokoh Adat Desak PT PANP Segera Kembalikan Lahan Ulayat Pasaman Barat

    HGU Berakhir, Tokoh Adat Desak PT PANP Segera Kembalikan Lahan Ulayat Pasaman Barat

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah Dt Sampono
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Eskalasi konflik agraria di Kabupaten Pasaman Barat kembali memanas. Tokoh adat Nagari Anam Koto Selatan secara terbuka menyuarakan tuntutan keras terhadap PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman (PANP) atas dugaan penguasaan lahan ulayat secara ilegal. Persoalan ini mencuat setelah masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut dinyatakan telah berakhir sejak 31 Desember […]

  • Kunjungi Polres Pasaman Barat, Kapolda Sumbar: Pelayanan Kepada Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

    Kunjungi Polres Pasaman Barat, Kapolda Sumbar: Pelayanan Kepada Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Gatot Tri Suryanta melakukan kunjungan kerja ke Polres Pasaman Barat sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap satuan kewilayahan, Kamis (29/4). Kunjungan tersebut, bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta implementasi program kerja kepolisian berjalan optimal dalam mendukung situasi kamtibmas […]

  • Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Orang Tewas Ditempat

    Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Orang Tewas Ditempat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ– Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) KM 03/200 B, Kamis (23/4) sekira pukul 03.45 WIB. Peristiwa yang melibatkan minibus dengan truk tersebut, mengakibatkan dua orang tewas ditempat. Kedua korban tewas itu berasal dari kabin minibus Toyota Calya, diantaranya seorang pengendara bernama Mustika Hadi (38) dan satu penumpang lagi belum teridentifikasi. Peristiwa laka […]

  • Wujud Solidaritas, Korpri Pasaman Barat Salurkan Berbagai Bantuan untuk ASN dan Keluarga

    Wujud Solidaritas, Korpri Pasaman Barat Salurkan Berbagai Bantuan untuk ASN dan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pasaman Barat menyalurkan bantuan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarga mereka secara simbolis dalam kegiatan Apel Pagi Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (11/5). Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota yang memasuki masa purna tugas, sedang sakit, […]

  • Pasaman Barat Kembali Usulkan Tambahan Alokasi Dana Rehabilitasi Lahan Persawahan Terdampak Bencana

    Pasaman Barat Kembali Usulkan Tambahan Alokasi Dana Rehabilitasi Lahan Persawahan Terdampak Bencana

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat kembali mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian. Sebelumnya, usulan yang pertama seluas 172 hektare telah dialokasikan ke petani secara swakelola melalui kelompok tani dan sudah masuk tahap proses kontrak. Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan usulan tersebut sudah […]

  • Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pesisir Selatan, SUMBARBIZ – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026. ‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare. ‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Menurutnya, peningkatan luas […]

expand_less