IMI Pasaman Barat Kecam Tindakan Ketua Caretaker Sumbar: “Organisasi Bukan Perusahaan Pribadi!”
- account_circle Hanny
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- print Cetak

Ilustrasi: Keputusan kontroversial Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto, yang menghentikan seluruh agenda kegiatan otomotif di wilayah tersebut memicu reaksi keras dari tingkat bawah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PADANG – Gejolak internal menyelimuti Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat. Keputusan kontroversial Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto, yang menghentikan seluruh agenda kegiatan otomotif di wilayah tersebut memicu reaksi keras dari tingkat bawah.
Ketua IMI Pasaman Barat, Decky H Sahputra, melontarkan kritik pedas dan menuding pihak Caretaker telah bertindak semena-mena serta gagal memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mereka sebagai pejabat sementara.
Tudingan Penyalahgunaan Wewenang
Decky menegaskan bahwa kebijakan penghentian seluruh event olahraga selama masa skorsing Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) hingga waktu yang tidak ditentukan adalah langkah keliru yang melumpuhkan ekosistem otomotif daerah.
“Caretaker seolah-olah menjadikan organisasi ini seperti perusahaan pribadi dan bertindak sesuka hati. Ini organisasi hobi dan prestasi, bukan milik perorangan atau sekelompok orang. Kami meminta IMI Pusat bertanggung jawab atas kekacauan yang diperbuat oleh Caretaker di Sumatera Barat,” ujar Decky dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Fungsi Jembatan yang Terputus
Berdasarkan aturan organisasi, penunjukan Caretaker oleh IMI Pusat seharusnya berfungsi untuk menjamin roda organisasi tetap berputar pasca-pembekuan pengurus masa bakti 2022-2027. Tugas utama pejabat sementara adalah memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan (vakum) dan menjaga kelangsungan program pembinaan.
Secara administratif, Caretaker memang memiliki mandat untuk menandatangani surat mendesak dan memberikan rekomendasi kegiatan. Namun, Decky mengingatkan bahwa peran tersebut bersifat operasional, bukan kebijakan strategis yang bersifat destruktif atau merusak agenda yang sudah direncanakan para promotor dan atlet.
Dalam pedoman organisasi IMI, seorang Caretaker seharusnya memikul tanggung jawab untuk:
- Menyelaraskan Kalender Acara: Memberikan kepastian jadwal bagi atlet dan penyelenggara.
- Menjalankan Fungsi Eksekutif: Menjamin pelayanan kepada anggota Pengprov tetap berjalan normal.
- Menjaga Kelangsungan Olahraga: Memastikan aktivitas otomotif tetap berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

Surat Pemberitahuan yang berisikan menghentikan seluruh event olah raga yang di tandatangani Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto
Desakan Evaluasi ke IMI Pusat
Kebijakan penghentian event secara mendadak ini dinilai bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) IMI yang mengedepankan pembinaan. Kisruh yang terjadi di meja birokrasi dan Musprovlub seharusnya tidak menjadi alasan untuk membekukan kreativitas dan prestasi di lintasan.
“Jangan karena ada sentimen tertentu, dampaknya justru membabat seluruh dunia olahraga otomotif di Sumbar. Pengurus Caretaker seharusnya bijak dalam bertindak,” tambah Decky.
Kini, para pelaku otomotif di Ranah Minang mendesak IMI Pusat untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja tim Caretaker. Langkah tegas diperlukan demi menyelamatkan marwah organisasi dan memastikan nasib para atlet yang kini terkatung-katung tanpa kepastian kompetisi.***
- Penulis: Hanny
