BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

PADANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat melayangkan tantangan terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Jenderal bintang dua ini didesak untuk membuktikan integritasnya dengan memberantas tuntas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah bertahun-tahun merenggut nyawa warga di “Ranah Minang”.

Desakan keras ini dipicu oleh tragedi kemanusiaan terbaru di daerah Sintuk, Nagari Guguk, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026). Sebanyak sembilan pekerja tambang tewas seketika akibat tertimbun material longsor di lokasi tambang emas ilegal. Peristiwa ini menjadi “kado pahit” bagi transisi kepemimpinan di tubuh Polda Sumbar dari Irjen Pol Gatot Tri kepada Irjen Pol Djati Wiyoto.

Rekam Jejak Kelam: 48 Nyawa Melayang

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumbar, Tommy Adam, menegaskan bahwa insiden di Sijunjung bukanlah kecelakaan biasa, melainkan dampak dari pembiaran terhadap gurita bisnis tambang ilegal.

Berdasarkan data yang dihimpun Walhi Sumbar, skala kehancuran akibat aktivitas ini sangat mengerikan:

  • Total Korban Tewas (2012 – Mei 2026): 48 Orang.
  • Pola Penanganan: Dinilai hanya sekadar gimik tanpa menyentuh akar masalah.
  • Kritik Utama: Aparat dianggap hanya menindak pelaku lapangan, namun gagal mengungkap aktor intelektual atau “mafia” di balik bisnis gelap tersebut.

“Selama ini kami menilai penegak hukum tidak serius. Tidak pernah ada pengungkapan otak kejahatan di balik pelaku lapangan,” ujar Tommy dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

Ujian Pertama: 3 Hari untuk Bertindak

Walhi Sumbar menegaskan bahwa Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy tidak punya waktu untuk “bulan madu” di jabatan barunya. Penuntasan isu lingkungan dan kemanusiaan ini menjadi batu ujian pertama bagi sang Kapolda.

Tommy secara spesifik menuntut tindakan hukum yang konkret dan transparan segera setelah serah terima jabatan (sertijab) selesai. Tidak main-main, Walhi memberikan tenggat waktu yang sangat ketat.

“Kami menanti penegakan hukum dan berhentinya aktivitas tambang emas ilegal di seluruh Sumbar dalam kurun waktu 3 hari setelah kewenangan resmi berlaku,” tegas Tommy.

Menanti Nyali Sang Jenderal

Kini, mata masyarakat Sumatra Barat tertuju pada markas Polda Sumbar. Apakah kepemimpinan Irjen Pol Djati Wiyoto mampu memutus mata rantai tambang emas ilegal yang telah menelan puluhan jiwa, atau justru terjebak dalam pola penanganan lama yang hanya dianggap sebagai pencitraan belaka?

Publik menanti langkah nyata: Apakah hukum akan tajam ke atas menyentuh sang pemodal, atau daftar korban tewas di lubang tambang akan terus memanjang?

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paradoks Martabat: Menggugat Eksistensi HAM di Era Krisis Global

    Paradoks Martabat: Menggugat Eksistensi HAM di Era Krisis Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Melisa Rizka Tanjung
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Opini: Menakar Ketajaman Hak Asasi Manusia di Tengah Normalisasi Pelanggaran Di abad ke-21 yang serba digital dan terkoneksi, dunia seharusnya telah mencapai kematangan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, realita hari ini menunjukkan wajah yang kontradiktif. Hak Asasi Manusia (HAM), yang diproklamirkan sebagai standar moral universal sejak 1948, kini seolah sedang menghadapi ujian paling akut […]

  • Menyingkap Jejak Pejuang Sunyi: Kisah Sahabat Nabi yang Jarang Terungkap

    Menyingkap Jejak Pejuang Sunyi: Kisah Sahabat Nabi yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JURNAL ISLAM – Ketika lembaran sejarah Islam dibuka, nama-nama besar seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib selalu menjadi magnit utama. Mereka adalah sebaik-baiknya manusia setelah para Nabi. Namun di balik kebesaran para Khulafaur Rasyidin, ada ratusan sahabat lain yang bergerak dalam sunyi. Mereka menorehkan tinta emas […]

  • Sakuduang Coffee: Kuliner Kopi Sanger Premium Aceh Gayo Depan RS Ibnu Sina Pasaman Barat

    Sakuduang Coffee: Kuliner Kopi Sanger Premium Aceh Gayo Depan RS Ibnu Sina Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Sakuduang Coffee
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Bagi Anda pecinta dan penikmat kopi di kawasan Pasaman Barat, ada satu tempat tongkrongan yang wajib masuk dalam daftar kunjungan utama. Menawarkan cita rasa yang autentik dengan kualitas kelas atas, Sakuduang Coffee sukses mencuri perhatian para pencinta kafein sejak pertama kali berdiri pada tahun 2022 lalu. ​Mengusung tagline yang begitu melekat di […]

  • Kota Padang Optimalkan Kekayaan Kuliner Guna Raih Status Kota Kreatif Dunia

    Kota Padang Optimalkan Kekayaan Kuliner Guna Raih Status Kota Kreatif Dunia

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PADANG — Sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah gencar melakukan pembenahan besar-besaran. Menghadapi momen libur panjang yang diprediksi akan mendatangkan lonjakan wisatawan, pemerintah daerah bergerak cepat dengan memperketat pengamanan destinasi sekaligus mendorong berbagai potensi ekonomi kreatif unggulan agar mampu bersaing di kancah internasional. Langkah konkret langsung diambil oleh Pemerintah Kota Padang dengan […]

  • Penganiayaan Brutal di Jalur 32 Pasaman Barat, Pejalan Kaki Dihajar Hingga Pingsan

    Penganiayaan Brutal di Jalur 32 Pasaman Barat, Pejalan Kaki Dihajar Hingga Pingsan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Jalan Raya Soekarno Hatta, tepatnya di Jalur 32 sekitar Rumah Makan (RM) Barangin, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mendadak berubah fungsi menjadi arena smackdown tanpa tiket resmi pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Sebuah atraksi premanisme lokal tersaji gratis di bawah tontonan langit malam yang sepi, meninggalkan satu […]

  • Marapi Berstatus Waspada: Warga Dilarang Dekati Radius 3 Km dari Kawah

    Marapi Berstatus Waspada: Warga Dilarang Dekati Radius 3 Km dari Kawah

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMATERA BARAT – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali meningkat. Pada Sabtu (30/5/2026) pukul 08.42 WIB, gunung api tersebut mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Asep Antoni, mengonfirmasi bahwa […]

expand_less