Pasaman Barat–Mandailing Natal Bahas Jalan Penghubung Baru Sumbar–Sumut
- account_circle Hanny
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- print Cetak

ombongan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat diterima langsung Bupati Mandailing Natal Syaifullah bersama jajaran pemerintah daerah setempat, Jumat (8/5/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mulai membahas rencana pembangunan jalan baru yang akan menghubungkan kedua daerah melalui kawasan perbatasan.
Ruas jalan yang direncanakan itu akan menghubungkan Sigantang di Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, dengan Pastab Julu di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Proyek tersebut dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses transportasi baru di kawasan perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Pembahasan awal dilakukan saat Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (8/5). Dalam kunjungan itu, Ihpan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat Bambang Sumarsono serta Kepala UPT KPHL Wilayah Pasaman Barat Yuhan Sahri.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat diterima langsung Bupati Mandailing Natal Syaifullah bersama jajaran pemerintah daerah setempat, di antaranya Sekretaris Daerah Afrizal Nasution, Asisten I sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Faizal Lubis, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Syail Lubis.
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan mengatakan pembangunan akses jalan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Jalan ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah mobilitas warga antardaerah,” kata Ihpan.
Menurut dia, rencana pembangunan jalan tersebut tidak hanya berhenti pada pembahasan di tingkat pemerintah daerah. Kedua daerah, kata dia, akan bersama-sama memperjuangkan proyek tersebut hingga ke pemerintah pusat agar memperoleh dukungan dari kementerian terkait.
“Kami akan memperjuangkan rencana ini hingga ke pusat. Semoga mendapat persetujuan dari kementerian terkait sehingga pembangunan jalan ini dapat direalisasikan,” ujarnya.
Bupati Mandailing Natal Syaifullah menyambut positif rencana pembukaan akses jalan penghubung antarprovinsi tersebut. Ia menilai kehadiran jalan baru itu dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Namun demikian, Syaifullah mengakui rencana pembangunan jalan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut karena jalur yang direncanakan akan melintasi kawasan Taman Nasional Batang Gadis.
Karena itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta kementerian terkait, khususnya menyangkut regulasi kawasan hutan dan aspek lingkungan hidup.
Meski menghadapi sejumlah tantangan administratif dan lingkungan, kedua daerah optimistis proyek jalan penghubung tersebut dapat menjadi solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah perbatasan sekaligus memperkuat konektivitas antarprovinsi di kawasan barat Pulau Sumatera.
- Penulis: Hanny
