Antisipasi Krisis Timur Tengah, DEN Desak Masyarakat Hemat BBM dan Beralih ke Transportasi Umum
- account_circle Hanny
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

Ilustrasi Kampanye Hemat BBM (Dewan Energi Nasional)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nasional, SUMBARBIZ – Dewan Energi Nasional (DEN) secara resmi mendesak masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan penghematan bahan bakar guna mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dan kedaulatan energi nasional di tengah ancaman gejolak pasar global.
Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci
Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menekankan bahwa kunci untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor adalah melalui perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengonsumsi energi. Ia menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dan efisien dalam bermobilitas.
“Kami meminta masyarakat untuk efisien dengan mengoptimalkan penggunaan transportasi umum dan mengurangi konsumsi bahan bakar,” ujar Satya dalam seminar yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial, penggunaan mobil listrik sangat disarankan sebagai alternatif yang lebih bijak.
Mengurangi Beban Impor Negara
Menurut Satya, langkah penghematan secara mandiri oleh masyarakat akan berdampak signifikan terhadap beban ekonomi negara. Dengan berkurangnya konsumsi domestik, maka volume impor bahan bakar yang rentan terhadap krisis internasional juga dapat ditekan secara otomatis.
Kondisi Keamanan Energi Saat Ini
Meski situasi global sedang memburuk, DEN mencatat bahwa indeks keamanan energi Indonesia saat ini masih berada pada kategori aman dengan skor 7,13 dari skala 10. Saat ini, cadangan bahan bakar operasional nasional tercatat masih mampu mencukupi kebutuhan untuk 21 hingga 28 hari ke depan.
Sebagai bentuk perlindungan hukum, pemerintah juga telah memiliki landasan kuat melalui Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2016. Aturan ini disiapkan khusus untuk menangani krisis dan keadaan darurat energi jika terjadi gangguan pasokan yang ekstrem di masa mendatang.
Langkah Jangka Panjang Pemerintah
Sebagai strategi mitigasi di sektor hulu, pemerintah terus melakukan upaya berikut:
- Percepatan Produksi: Meningkatkan cadangan energi nasional dengan mempercepat produksi sumber energi domestik.
- Eksplorasi Baru: Mengembangkan ladang-ladang minyak dan gas baru di berbagai wilayah Indonesia.
- Energi Alternatif: Mengembangkan sumber energi terbarukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ancaman gangguan global yang tidak menentu.***
- Penulis: Hanny
