Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM ke Istana: Pastikan Stok Energi Aman dan Evaluasi Izin Tambang
- account_circle Hanny
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

Bahlil Lahadalia saat diwawancara usai di panggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (12/05/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, SUMBARBIZ – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (12/05/2026). Pertemuan tersebut fokus membahas dua agenda besar yakni ketahanan energi nasional dan penataan izin usaha pertambangan (IUP).
Pasokan BBM dan LPG di Atas Standar
Usai pertemuan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini dalam keadaan stabil dan aman. Ia melaporkan secara detail kesiapan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga cadangan minyak mentah (crude) nasional kepada Presiden.
Bahlil menegaskan bahwa seluruh cadangan energi tersebut saat ini berada di atas standar minimum nasional. “Tadi saya melaporkan kepada Pak Presiden terkait dengan kesiapan untuk BBM kita sampai dengan hari ini. Maupun LPG, maupun crude, semua di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah enggak ada masalah,” ungkap Bahlil.
Evaluasi Tegas Izin Tambang “Nganggur”
Selain urusan energi, pertemuan ini juga membahas perkembangan penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP), terutama yang berlokasi di kawasan hutan atau wilayah yang tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pemegang izin.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi sejak satu hingga dua bulan lalu untuk mengevaluasi izin-izin tambang yang secara administrasi sudah lengkap, namun tidak dijalankan sebagaimana mestinya di lapangan.
“Pak Presiden menginstruksikan sejak satu bulan lalu, dua bulan lalu, kalau tidak salah untuk dilakukan evaluasi. Dan saya melaporkan perkembangan-perkembangan itu,” tambah Bahlil.
Komitmen Tata Kelola Tambang
Langkah ini dipandang sebagai bentuk perhatian serius Presiden Prabowo terhadap ketahanan energi serta komitmen pemerintah dalam membenahi tata kelola sektor pertambangan. Evaluasi tersebut bertujuan agar pemanfaatan lahan tambang lebih efektif, berkeadilan, dan tetap berpihak pada kepentingan nasional.***
- Penulis: Hanny
