Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen
- account_circle Hanny
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhard, Rabu (6/5/2026) di Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat Yulianto memperjuangkan bantuan dana tambahan revitalisasi serta rencana pengembangan sekolah terintegrasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen), Jakarta Pusat. Selain itu, Bupati Yulianto juga memperjuangkan rencana pengembangan sekolah terintegrasi, pada Rabu (6/5).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi yang juga menangani program pembangunan sekolah melalui dana revitalisasi.
Dalam pertemuan itu, Bupati Yulianto menyampaikan Pasaman Barat telah memperoleh bantuan anggaran revitalisasi sebesar Rp11 miliar untuk penanganan sekolah terdampak bencana banjir dan longsor tahun 2025. Bantuan tersebut dialokasikan untuk enam taman kanak-kanak (TK) dan sembilan sekolah dasar (SD).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengusulkan tambahan revitalisasi reguler untuk 59 sekolah lainnya yang dinilai membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Tidak hanya fokus pada revitalisasi, Bupati Yulianto turut mengajukan rencana pembangunan sekolah terintegrasi. Konsep sekolah terintegrasi yang diusulkan berbeda dengan sekolah inklusif pada umumnya.
Model ini menekankan pada pengembangan kawasan pendidikan terpadu dalam satu kompleks, yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Fasilitas yang dirancang meliputi sarana pembelajaran serta fasilitas olahraga yang lengkap dan modern.
Kemudian, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengusulkan pembangunan satu unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di pusat kota kabupaten guna menunjang kebutuhan akses pendidikan masyarakat.
Bupati Yulianto berharap pembangunan sektor pendidikan di Pasaman Barat dapat berjalan secara berkelanjutan. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memenuhi seluruh persyaratan administratif, termasuk penyediaan dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk merealisasikan program-program tersebut.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan,” ujar Yulianto.***
- Penulis: Hanny
