BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan
- account_circle Yelki
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- print Cetak

ILUSTRASI CUACA EKSTREM. Pandangan dari dalam kabin kendaraan memperlihatkan derasnya guyuran hujan yang membasahi kaca depan dan mengaburkan pandangan ke arah jalan raya, Rabu (17/6). (Gambar AI)
PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2026.
Dalam Prospek Cuaca Tiga Harian tersebut, wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan.
Berdasarkan data spasial BMKG, wilayah Pulau Sumatera mendominasi peta sebaran potensi hujan lebat. Sementara Sumatera Barat berada dalam status Waspada, sejumlah provinsi yang berbatasan langsung justru telah ditetapkan masuk ke dalam level Siaga.
Analisis Risiko Wilayah Sumatera Barat dan Sekitarnya:
1. Kondisi Sabtu, 20 Juni 2026
Pada hari pertama, Sumatera Barat secara umum berada dalam status Waspada (Hujan Sedang – Lebat). Masyarakat di wilayah ini diminta mengantisipasi dampak lingkungan berupa genangan air di kawasan berdrainase buruk serta luapan air sungai.
Namun, kewaspadaan berlapis harus diberikan pada area perbatasan, mengingat provinsi tetangga berada dalam status Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat). Wilayah tersebut meliputi:
- Sumatera Utara: Meliputi kawasan Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Humbang Hasundutan yang berbatasan geografis dekat dengan koridor utara Sumatera Barat.
- Riau: Meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Selain itu, wilayah tetangga lain seperti Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Riau juga sama-sama menyandang status Waspada. Bagi warga Kepulauan Bangka Belitung, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang.
2. Kondisi Minggu, 21 Juni 2026
Memasuki hari kedua, wilayah berstatus Siaga di sekitar Sumatera Barat diprakirakan mengalami penurunan intensitas. Kendati demikian, Sumatera Barat bersama dengan Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan secara serempak masih bertahan dalam zona Waspada.
Potensi hujan lebat yang kontinu berisiko menurunkan stabilitas tanah di kawasan perbukitan Bukit Barisan, sehingga ancaman tanah longsor tetap harus diwaspadai.
3. Kondisi Senin, 22 Juni 2026
Pada hari ketiga, konsentrasi cuaca ekstrem di Pulau Sumatera mulai melandai dan menyempit. Meskipun demikian, Sumatera Barat tetap menjadi salah satu dari sedikit provinsi di Sumatera—bersama Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau—yang masih mempertahankan status Waspada.
Imbauan Mitigasi Sekitar Wilayah Barat Sumatera
Pihak BMKG mengingatkan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama meredam risiko bencana. Mengingat topografi Sumatera Barat yang kaya akan aliran sungai dan tebing curam, masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan lereng bukit diminta memantau kondisi alam sekitar secara berkala.
Jika terjadi genangan atau indikasi bencana hidrometeorologi, warga dapat bergotong royong melaporkannya melalui tautan bit.ly/laporbencanabot untuk percepatan penanganan. Perkembangan dinamika cuaca lokal dapat diakses secara real-time melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi cuaca.bmkg.go.id.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
