Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi: Sengatan Terik di Ranah Minang: Seorang wisatawan tampak mengoleskan tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di kawasan pelataran Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan suhu udara menyengat yang melanda sebagian wilayah Pulau Sumatra.
SUMATRA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Publik mengeluarkan analisis cuaca terbaru. Meskipun musim kemarau dilaporkan mulai memasuki wilayah Indonesia secara bertahap, potensi cuaca ekstrem di kawasan Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Sumatra Barat, dinilai belum sepenuhnya menurun.
Aktifnya Monsun Australia saat ini memicu udara kering yang mulai mendominasi wilayah Indonesia bagian selatan. Di beberapa gerbang utama Pulau Sumatra, fenomena ini melahirkan lonjakan suhu udara yang cukup ekstrem. Pada periode 1 hingga 3 Juni 2026, suhu maksimum di atas 35,0 °C terpantau melanda wilayah Sumatra Utara, Riau, hingga Lampung.
Meski demikian, kondisi cuaca di daratan Sumatra secara spasial menunjukkan anomali yang dinamis. Di kala wilayah tetangga mulai didera suhu terik, Sumatra Utara justru mencatatkan curah hujan harian tertinggi di Indonesia mencapai 73,3 mm/hari, disusul indikasi pertumbuhan awan konvektif yang masif di bagian barat Sumatra akibat nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang negatif.
Gelombang Rossby Aktif di Sumatra
Mengapa hujan masih enggan beranjak dari kawasan barat Sumatra? BMKG mendeteksi adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat dan terpantau sangat aktif di wilayah Sumatra bagian utara dan sekitarnya.
Selain faktor global seperti kondisi El Niño di Samudra Pasifik (Indeks Niño 3.4 sebesar +0,69), dinamika atmosfer skala regional dan lokal inilah yang menjadi motor utama penyedia uap air. Karakteristik atmosfer yang labil di sepanjang pesisir barat Sumatra memicu pembentukan awan konvektif lokal, yang membuat potensi hujan ringan hingga lebat masih mengancam wilayah Sumatra Barat.
Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini Wilayah Sumatra Barat
Berdasarkan analisis indikator iklim tersebut, BMKG merilis peta peringatan dini cuaca ekstrem sepekan ke depan bagi masyarakat di Pulau Sumatra, dengan sorotan khusus pada wilayah Sumatra Barat:
1. Periode 5 – 7 Juni 2026
-
Potensi Hujan Sedang: Wilayah Sumatra Barat, Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.
-
Peringatan Angin Kencang: Aceh. Warga Sumatra Barat yang beraktivitas di pesisir pantai juga diminta tetap memantau kecepatan angin lokal secara berkala.
2. Periode 8 – 11 Juni 2026
-
Potensi Hujan Sedang (Berlanjut): Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.
-
Peringatan Angin Kencang: Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.
Imbauan Keselamatan untuk Warga Sumatra dan Sumatra Barat
Menyikapi prakiraan cuaca yang dinamis ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan di Sumatra Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir genangan, tanah longsor di wilayah perbukitan, hingga pohon tumbang.
Para pengendara yang melintasi jalur rawan, seperti kawasan Sitinjau Lauik atau pendakian perbukitan di Sumatra Barat, diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan berkurangnya jarak pandang. Warga dilarang keras berteduh di bawah pohon atau baliho reklame saat terjadi angin kencang.
Di sisi lain, bagi wilayah Sumatra yang sudah mulai memasuki periode transisi atau kemarau terik (seperti Riau dan Lampung), BMKG menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) serta pemenuhan cairan tubuh yang cukup demi menghindari dehidrasi.
“Masyarakat harus memahami bahwa masuknya musim kemarau bukan berarti hujan langsung hilang sama sekali. Cuaca bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kelembapan atmosfer lokal,” tulis rilis resmi BMKG.
Informasi cuaca terkini dapat diakses secara real-time melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi www.bmkg.go.id, atau akun media sosial @infobmkg.
Catatan Redaksi: Informasi ini didasarkan pada data resmi Direktorat Meteorologi Publik BMKG per tanggal 4 Juni 2026, pukul 19.00 WIB.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
