Bupati Khairunas Tegaskan Kolaborasi Data dan Perencanaan Matang Jadi Kunci Pembangunan Solok Selatan
- account_circle Yelki
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- print Cetak

Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, usai memimpin Apel Gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati pada Senin (18/5/2026) pagi.
Padang Aro – Penguatan data dan matangnya perencanaan pembangunan daerah menjadi tantangan utama yang harus segera dijawab oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Kedua faktor ini dinilai saling berkaitan erat dan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah yang berkesinambungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, usai memimpin Apel Gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati pada Senin (18/5/2026) pagi.
Kejar Integrasi Data Kependudukan
Dalam arahannya, Bupati menginstruksikan agar database masyarakat segera rampung setelah adanya penyatuan persepsi mengenai data kependudukan. Mengingat berbagai fasilitas penunjang telah diberikan, Khairunas meminta proses pengumpulan data dikebut dan diintegrasikan secara menyeluruh di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami ingatkan kembali bagaimana pendataan dilakukan sehingga data ini betul-betul terintegrasi dan diketahui di seluruh tingkatan. Data Dasawisma ini nantinya akan menjadi basis data untuk DTSEN yang dikelola oleh BPS,” ujar Khairunas.
Menurutnya, keakuratan data ini sangat krusial untuk memetakan kondisi riil masyarakat di lapangan, mulai dari sektor kesehatan, cakupan (coverage) jaminan kesehatan, hingga jumlah pasti penduduk yang benar-benar bermukim di Solok Selatan.
Demi memastikan progres yang nyata, Pemkab Solok Selatan menjadwalkan evaluasi rutin setiap dua minggu sekali, serta pertemuan koordinasi berskala besar setiap tiga bulan.
“Ke depan, pertemuan dengan kementerian atau koordinasi dengan pemerintah provinsi harus dibarengi dengan data yang valid,” tegasnya.
Perencanaan Terintegrasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Selain masalah data, Bupati juga menyoroti pentingnya kematangan perencanaan pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan visi dan misi pemerintah yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa menyusun rencana pembangunan tidak bisa ego sektoral atau hanya mengandalkan satu OPD saja.
- Kolaborasi Lintas OPD: Diperlukan sinergi kuat agar perencanaan terintegrasi dengan baik dan memberikan dampak (efek domino) yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
- Manajemen Talenta: Seiring diterapkannya sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan, seluruh pejabat yang telah diamanahkan dituntut mampu menjalankan tugas sesuai kompetensi terbaiknya.
Di akhir amanatnya, Bupati Khairunas memastikan akan terus mengawal kinerja bawahannya secara ketat demi menyukseskan program pembangunan daerah.
“Saya akan tetap melakukan evaluasi karena tidak mau gagal dalam membangun daerah. Kegagalan itu datang karena tidak adanya evaluasi. Sebaik apa pun sistem yang kita bangun, namun jika tidak dievaluasi, semuanya tidak akan berjalan,” pungkasnya.***
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
