Pasaman Barat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Faskes yang Terdampak Bencana
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

Pustu Sikilang, salah satu Pustu yang akan di rehabilitasi dan di rekonstruksi pasca bencana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak bencana. Tiga unit yang menjadi prioritas penanganan, yakni Pustu Sikilang, Polindes Sikilang, dan Pustu Mandiangin.
Pelaksanaan kegiatan itu dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pengawasan instansi terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan percepatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memulihkan akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini menjadi prioritas agar masyarakat segera kembali mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, khususnya di daerah terdampak bencana,” kata Gina, Kamis (30/4) di Simpang Empat.
Dia menjelaskan fasilitas kesehatan tingkat dasar, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes), memiliki peran penting dalam menjangkau pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Lanjut Gina, program rehabilitasi dan rekonstruksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan penyelarasan Rencana Induk dan Rencana Aksi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Pasaman Barat.
Kemudian kata dia, kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen yang disepakati pada 7 Maret 2026 di Padang, dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesepakatan itu, dilakukan penyelarasan data antara usulan perbaikan fasilitas kesehatan dalam Rencana Induk dan Rencana Aksi dengan kebutuhan teknis di lapangan, sehingga program yang dijalankan sesuai dengan kondisi riil pasca bencana.
Selain itu, usulan penanganan juga telah disesuaikan dengan prioritas pemulihan serta didukung oleh ketersediaan data teknis yang akurat.
Gina Alecia berharap sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara efektif dan efisien.
“Upaya ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi pasca bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” harap Gina.***
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
