Update Harga TBS Pasaman Barat Rabu 24 Juni 2026
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi bongkar buah Kelapa Sawit di Pabrik Kelapa Sawit (gambar AI)
PASAMAN BARAT — Bagi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, melihat grafik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terkadang jauh lebih mendebarkan ketimbang melihat pergerakan saham di bursa efek Jakarta.
Berdasarkan rilis resmi infografis harian Pemkab Pasaman Barat per Rabu, 24 Juni 2026, nasib isi dompet para petani sawit dipastikan kembali bervariasi tergantung ke pintu pabrik mana mereka menyetor hasil keringatnya.
Bupati Pasaman Barat Yulianto, melalui pantauan harga harian Disbunnak resmi mengumumkan bahwa status “kasta tertinggi” kemakmuran hijau hari ini dipegang oleh angka Rp3.789,11 per kilogram.
Sementara itu, bagi mereka yang kurang beruntung atau mungkin malas mengurus administrasi kemitraan, harus puas melihat angka terendah mendarat di posisi Rp3.085 per kilogram. Sebuah selisih yang jika dikalikan beberapa ton, cukup untuk membedakan antara menu makan siang di restoran atau sekadar mi instan pakai telur.
Kasta Mitra Plasma dan Swadaya: Juara Kembar di Angka Cantik
Berdasarkan rilis data yang di update, beberapa korporasi tampak kompak memberikan apresiasi tertinggi bagi para petani yang setia dalam ikatan dinas alias Mitra Plasma.
Perusahaan-perusahaan penolong dompet tersebut antara lain PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Agrowiratama, PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Laras Internusa (LIN). Semuanya seragam mematok angka premium Rp3.789,11 per kilogram.
Tak mau kalah, jalur independen via Mitra Swadaya juga mencatatkan angka puncak yang sama persis di dua perusahaan, yakni PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) dan PT Gunung Sawit Abadi (GSA).
Di luar dua perusahaan tersebut, PT Sari Buah Sawit (SBS) menawar Rp3.470, serta PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ) di angka Rp3.340. Tampaknya, menjadi mitra yang setia memang selalu dibayar tuntas dengan senyuman saat mencairkan nota timbangan.
Nasib Jalur Non-Mitra: Antara Mandiri dan Pasrah
Nah, cerita sedikit berbeda datang dari dunia “Non-Mitra”—sebuah jalur bebas hambatan bagi para petani merdeka yang ogah terikat komitmen jangka panjang dengan pabrik. Di kategori ini, harga bergerak sangat dinamis cenderung membuat dada berdegup kencang.
PTPN IV Regional IV memimpin pasar bebas ini dengan tawaran Rp3.400 per kilogram, disusul ketat oleh PT Usaha Sawit Mandiri (USM) seharga Rp3.369, dan PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) di angka Rp3.345.
Namun, gelar pabrik dengan penawaran paling ekonomis alias terendah hari ini jatuh kepada PT Bina Tani Nusantara (BTN) untuk jalur Non-Mitra, yang mematok harga Rp3.085 per kilogram. Perbedaan nasib yang kontras bagi BTN, yang padahal di jalur Mitra Plasma berani bayar mahal.
Fun Fact Hari Ini: Menariknya, harga “Brondolan” alias buah sawit yang lepas dari tandannya di PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) justru bertengger gagah di angka Rp3.600 per kilogram. Angka ini otomatis sukses menyalip performa harga tandan utuh di hampir seluruh perusahaan kategori Non-Mitra. Sebuah pembuktian ilmiah bahwa yang terpisah dan terabaikan terkadang punya nilai lebih tinggi ketimbang yang masih bertahan bersama kelompoknya.
Secara umum, iklim transaksi kelapa sawit di Pasaman Barat hari ini terpantau aman terkendali tanpa ada gejolak demonstrasi mogok panen. Bagaimanapun angkanya, para petani di bumi mekar tuah basamo ini tampaknya sudah khatam betul dengan hukum alam tentang naik turunnya harga sawit sedalam apa pun, yang penting tidak sedalam rindu yang tak terbalas. Tetap semangat melangsir buah, jangan lupa rawat egrek dan tojok Anda!
- Penulis: Irfansyah P
