TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Menguat pada Update Harga Jumat Hari Ini
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- print Cetak

Ilustrasi bongkar buah Kelapa Sawit di Pabrik Kelapa Sawit (gambar AI)
PASAMAN BARAT – Harga TBS Kelapa Sawit di Kabupaten Pasaman Barat kembali menunjukkan tren positif pada Jumat, 17 Juli 2026. Berdasarkan perkembangan harga harian yang dirilis pemerintah daerah sehari sebelumnya, harga pembelian di sejumlah PKS masih berada pada level yang cukup tinggi, memberikan angin segar bagi ribuan petani sawit di daerah tersebut.
Data terakhir menunjukkan harga tertinggi TBS di tingkat perusahaan mencapai Rp3.912,72 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp3.200 per kilogram.
Untuk komoditas brondolan, harga tercatat Rp3.700 per kilogram di salah satu perusahaan. Harga mitra plasma di beberapa PKS juga berada pada kisaran Rp3.810,92 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut memperlihatkan adanya pemulihan dibandingkan awal Juli yang sempat mengalami koreksi akibat dinamika pasar minyak sawit mentah (CPO).
Kondisi Harga di PKS Pasaman Barat
Bagi petani, harga yang ditawarkan masing-masing PKS masih menjadi acuan utama dalam menentukan waktu panen dan penjualan.
Meski terdapat selisih harga antarperusahaan, kisaran harga saat ini dinilai cukup kompetitif. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebelumnya juga telah mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit agar tidak menetapkan harga secara sepihak dan tetap mengacu pada penetapan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi pendapatan petani sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Perbandingan Harga TBS Tingkat Nasional
Secara nasional, tren harga TBS Kelapa Sawit juga menunjukkan penguatan.
Kementerian Pertanian mencatat harga sawit rakyat di berbagai provinsi kembali naik setelah pemerintah memperkuat pengawasan tata niaga sawit. Sumatera Utara masih menjadi provinsi dengan harga TBS tertinggi, mencapai sekitar Rp3.879,39 per kilogram untuk tanaman produktif usia 10–20 tahun.
Sementara itu di tingkat provinsi harga di Sumatera Barat sekitar Rp3.789,11/kg, Riau Rp3.765,20/kg, Jambi Rp3.706/kg, Sumatera Selatan Rp3.704,99/kg dan Kalimantan Barat Rp3.547,79/kg untuk periode awal Juli.
Jika dibandingkan dengan harga harian tertinggi di Pasaman Barat yang mencapai Rp3.912,72/kg, maka harga di sejumlah PKS daerah ini berada pada level yang sangat kompetitif, bahkan melampaui rata-rata penetapan harga pekebun di beberapa provinsi.
Perlu dicatat, harga Pasaman Barat merupakan harga transaksi harian di tingkat perusahaan sehingga tidak selalu sebanding langsung dengan harga penetapan provinsi.
Pasaman Barat Tetap Menjadi Sentra Sawit Strategis
Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sumbar, Pasaman Barat memiliki luas perkebunan sawit lebih dari 127 ribu hektare dengan produksi mencapai lebih dari 2 juta ton per tahun berdasarkan data statistik daerah.
Besarnya produksi tersebut menjadikan fluktuasi harga TBS sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga perputaran usaha di sektor perkebunan.
Karena itu, stabilitas harga TBS tidak hanya penting bagi petani, tetapi juga bagi pelaku usaha, koperasi, transportasi, dan industri pengolahan sawit.
Prospek Harga Masih Positif
Penguatan harga CPO dunia serta meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel membuat prospek harga sawit dalam jangka pendek masih cukup menjanjikan.
Kementerian Pertanian menyebut tren pemulihan harga mulai dirasakan hampir di seluruh sentra sawit nasional setelah pemerintah memperkuat pengawasan terhadap tata niaga dan pembelian TBS di tingkat perusahaan.
Meski demikian, petani tetap diimbau memperhatikan kualitas buah yang dipanen. TBS matang sempurna dengan kadar rendemen tinggi akan memperoleh harga lebih baik dibandingkan buah mentah atau terlalu lama disimpan.
Disclaimer: Kalau sawit sudah matang, jangan ditunda panennya. Sebab dalam dunia perkebunan, buah yang terlalu lama di pohon itu ibarat gorengan dingin—masih bisa dimakan, tapi harganya sudah tidak sepanas tadi pagi.
- Penulis: Irfansyah P
