Trump ke Netanyahu: Tolong Sisa Kewarasan Soal Lebanon Dijaga Ya, Bos!
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak
Presiden AS Donald Trump mengeklaim dalam wawancara terbaru dengan Axios bahwa Washington perlu menjaga PM Israel Benjamin Netanyahu tetap "sedikit waras" terkait situasi militer di Lebanon.
WASHINGTON – Hubungan diplomasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Israel tampaknya kembali diwarnai oleh bumbu retorika yang mengocok perut publik dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini melontarkan pernyataan tidak biasa dengan menyebut bahwa Washington harus turun tangan langsung untuk menjaga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tetap berada dalam kondisi “sedikit waras” terkait eskalasi situasi di Lebanon.
Pernyataan yang cukup menggelitik telinga para pengamat internasional tersebut terungkap dalam cuplikan wawancara eksklusif Trump dengan media Axios yang dipublikasikan pada Jumat waktu setempat.
Meskipun secara diplomatis Trump menggambarkan hubungannya dengan Netanyahu berada dalam status “baik-baik saja”, ia tidak dapat menahan hasratnya untuk pamer kuasa.
Dengan gaya khasnya yang penuh percaya diri, Trump mengeklaim bahwa dirinya memiliki kendali penuh atas segala bentuk pergerakan dan tindakan militer Israel di Lebanon.
Alasan di balik klaim sepihak tersebut pun cukup jenaka: Trump menyebut para pejabat tinggi Tel Aviv selama ini selalu “manut” dan melakukan apa saja yang ia perintahkan.
Pamer Pengebom B-2 dan Kartu ‘Hancur Total’
Untuk memperkuat posisi tawar narasinya yang mirip pola asuh orang tua terhadap anak yang hiperaktif, Jenderal Tertinggi Gedung Putih ini dengan gamblang memamerkan keunggulan fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Trump mengingatkan publik universal—dan mungkin Netanyahu sendiri—bahwa negaranyalah yang selama ini menyuplai persenjataan canggih hingga armada pesawat pengebom siluman raksasa sekelas B-2 Spirit bagi militer Israel.
Seolah belum puas membuat kuping pemerintahan Israel memerah, Trump menutup pernyataannya dengan sebuah klaim ekstrem.
Ia sesumbar bahwa tanpa adanya campur tangan, restu, serta perlindungan super ketat dari dirinya, negara Israel diprediksi sudah “hancur total” diterpa badai konflik Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Benjamin Netanyahu terkait “ujian kewarasan” yang dilayangkan oleh sekutu utamanya di Washington tersebut.
Publik internasional kini tinggal menunggu, apakah Netanyahu akan menerima begitu saja status “dijaga agar tetap waras” ini, atau justru akan meluncurkan serangan balik verbal yang tidak kalah menghebohkan jagat politik global.
Tetap pantau layar kaca Anda, sebab diplomasi dunia kini tampaknya sudah bergeser menjadi panggung komedi situasi yang sayang untuk dilewatkan.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Khairil
