Iran Sebut Blokade Pelabuhan Tindakan Perang, TRUMP: Kita Tetap Lanjutkan
- account_circle Hanny
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa ia menentang perpanjangan gencatan senjata [File: Nathan Howard/Reuters]
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBARBIZ – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran dan mengatakan militer AS akan menunda serangan yang direncanakan untuk memberi waktu lebih banyak bagi Teheran untuk mengajukan proposal guna mengakhiri perang.
Trump mengatakan gencatan senjata itu seharusnya berakhir pada hari Rabu, namun langkah itu terhenti pada Selasa karena atas permintaan mediator Pakistan.
“Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk melanjutkan Blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang Gencatan Senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara,” kata presiden AS dalam sebuah unggahan di media sosial.
Tanpa batas waktu spesifik, pernyataan Trump menunjukkan bahwa perpanjangan gencatan senjata bersifat tanpa batas, setidaknya dari pihak AS.
Namun, Iran tidak memberikan tanggapan langsung terhadap pernyataan Trump. Kantor berita semi-resmi Tasnim mengatakan bahwa posisi Teheran akan “diumumkan secara resmi nanti”.
Perpanjangan ini menandai perubahan haluan mendadak terbaru dari Gedung Putih Trump. Beberapa jam sebelum unggahan media sosialnya, Trump mengatakan bahwa ia menentang perpanjangan gencatan senjata.
Trump juga memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis sebelum AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastrukturnya.
Perubahan sikap mendadak Trump ini, terjadi ketika para pejabat Iran mengutuk blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu, sehingga menimbulkan keraguan tentang partisipasi Iran dalam pembicaraan yang dijadwalkan pada Rabu.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump karena telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata, dan mengatakan bahwa Islamabad akan terus mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi.
“Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan mampu menyimpulkan ‘Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” kata Sharif dalam sebuah unggahan di X.
Dengan berlanjutnya pengepungan angkatan laut, belum jelas apakah perpanjangan gencatan senjata akan cukup untuk membawa Iran ke meja perundingan di Islamabad.
Sebelumnya pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut blokade pelabuhan Iran sebagai “tindakan perang” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ada.
“Iran tahu bagaimana menetralisir pembatasan, bagaimana membela kepentingannya, dan bagaimana melawan intimidasi,” tulis Araghchi.***
- Penulis: Hanny
