BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Viral Tambang Emas Ilegal Talamau, Lingkungan Rusak, Solar Langka, Tapi Ekonomi Warga Meroket

Viral Tambang Emas Ilegal Talamau, Lingkungan Rusak, Solar Langka, Tapi Ekonomi Warga Meroket

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) diduga kembali marak di kawasan Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan postingan salah satu pengguna medsos, puluhan alat berat jenis ekskavator dilaporkan kembali beroperasi di sepanjang bantaran sungai setempat.

Menurut postingan akun Facebook ‘Jaya Satria’, aktivitas ilegal tersebut diperkirakan sudah berlangsung lama. ​Kondisi lokasi kini mengalami perubahan bentang alam yang signifikan. Area bantaran sungai berubah menjadi galian terbuka dengan tanah yang dikeruk, genangan air keruh, serta tumpukan batu material.

“Informasi dari lapangan, saat ini ada sekitar 30 unit alat berat yang beroperasi di bantaran sungai Jorong Tombang. Kerusakan ekosistemnya sudah mulai terlihat jelas,” tulisnya pada Selasa (19/5/2026).

​Dia mengkhawatirkan aktivitas tersebut berpotensi memperparah risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, sekaligus mencemari sumber air bersih yang mengaliri area persawahan masyarakat.

​Jeritan Sopir Angkutan Terhadap Kelangkaan Solar

​Isu ini menjadi viral di jagat maya dan memicu ratusan respons dari netizen. Salah satu keluhan utama yang muncul ke permukaan adalah dampak operasional alat berat terhadap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

​Sejumlah pengendara dan sopir angkutan logistik mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di SPBU akibat diduga ikut tersedot oleh aktivitas tambang tersebut.

​”Kami sebagai sopir merasa dizalimi. Mereka (oknum penambang) bisa mengisi solar jeriken tanpa antre, sementara giliran kami yang mengantre, solar selalu habis,” keluh Irvan Maulana, seorang sopir angkutan dalam komentarnya.

​Hal senada diungkapkan oleh Idris Sardi, yang menyatakan tidak mempermasalahkan aktivitas tambang secara personal, sejauh tidak mengambil hak masyarakat kecil.

“Yang jadi permasalahan adalah mereka mengambil hak BBM bersubsidi jenis solar. Kami sebagai pengemudi menjerit memperoleh solar, sementara mereka tertawa memperoleh pendapatan besar,” pungkasnya menimpali.

​Sudut Pandang Ekonomi Warga Lokal

​Kendati menuai kritik tajam dari sisi hukum dan lingkungan, aktivitas PETI ini juga mendapat pembelaan dari sebagian warga yang melihatnya dari sudut pandang peningkatan ekonomi daerah terpencil.

​Rakiman Putra Sundata, yang turut mengomentari memaparkan bahwa kehadiran tambang tersebut justru mendongkrak taraf hidup masyarakat Jorong Tombang yang selama ini merasa terisolasi dari pembangunan infrastruktur pemerintah.

“Masyarakat Tombang tidak dirugikan, bahkan pendapatannya naik. Sebelum ada tambang penghasilan rata-rata 200 ribu rupiah per hari, sekarang bisa naik menjadi 600 ribu hingga 2 juta rupiah per hari,” tulis Rakiman. Menurutnya, selama ini wilayah Tombang luput dari perhatian pemerintah, khususnya saat akses jalan terputus akibat cuaca buruk.

​Senada dengan hal itu, Edo Novri mengkritik regulasi pemerintah yang dinilai kerap mempersulit masyarakat kecil untuk membuka usaha secara legal di tanah mereka sendiri, sementara pemulihan ekonomi berjalan lambat. Sebagai jalan tengah, beberapa warga menyarankan agar pemerintah daerah segera memfasilitasi pengajuan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar aktivitas ini dapat dilegalkan dan dikontrol dengan baik.

​Hukum

​Secara hukum, aktivitas penambangan tanpa izin melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nekat Terobos Lebanon Selatan, 4 Tentara Israel Pulang Tinggal Nama Saja

    Nekat Terobos Lebanon Selatan, 4 Tentara Israel Pulang Tinggal Nama Saja

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TEL AVIV – Rencana besar militer Israel untuk melakukan “jalan-jalan santai” berkedok operasi militer di Lebanon selatan kembali menemui jalan buntu yang sangat permanen. Alih-alih pulang membawa medali kemandirian, sebuah batalion elite Angkatan Darat Israel justru terpaksa pulang lebih awal menggunakan kantong jenazah setelah nekat menantang gravitasi dan realitas di medan tempur Lebanon. Melalui pernyataan […]

  • Harga TBS Pasaman Barat Tembus Rp3.684,78 per Kilogram Hari Ini

    Harga TBS Pasaman Barat Tembus Rp3.684,78 per Kilogram Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa, 16 Juni 2026, tercatat masih berada pada level yang kompetitif. Berdasarkan pemantauan harian Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pasaman Barat, harga tertinggi TBS mencapai Rp3.684,78 per kilogram, sedangkan harga terendah berada pada angka Rp3.200 per kilogram. Data tersebut […]

  • Agung Doyok Residivis Curanmor Kini Jadi Pengedar Sabu

    Agung Doyok Residivis Curanmor Kini Jadi Pengedar Sabu

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SIJUNJUNG — Ada yang bilang, kalau sudah jadi residivis, seharusnya belajar dari kesalahan. Tapi ternyata ada yang memilih upgrade: dari pencuri motor, beralih ke pengedar sabu. Seolah-olah daftar riwayat hidupnya kurang panjang dan perlu ditambah pasal baru. Beruntung, Polsek Kamang Baru tidak tinggal diam. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Kamang Baru AKP Syafrinaldi, jajaran Unit Reskrim […]

  • DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

    DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ibarat kata pepatah, “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh jua.” Begitulah nasib tragis sekaligus menggelikan yang dialami oleh AS (49). Setelah empat bulan menyandang status sebagai DPO pembacok istri dan sukses berakting jadi ‘ninja’ di kebun sawit hingga banting setir menjadi penjual sate interlokal, pelariannya harus berakhir secara antiklimaks di Pematang Siantar, Sumatera […]

  • BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2026. Dalam Prospek Cuaca Tiga Harian tersebut, wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan. ​Berdasarkan data spasial BMKG, wilayah Pulau Sumatera mendominasi peta […]

  • Satwa Tapir Dibunuh Di Mesuji Pegiat Konservasi Lampung Buka Suara

    Satwa Tapir Dibunuh Di Mesuji Pegiat Konservasi Lampung Buka Suara

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BANDARLAMPUNG – Sungguh sebuah ironi yang bikin elus dada sekaligus geleng-geleng kepala. Di saat para peneliti dunia mati-matian menjaga kelestarian fauna langka agar tidak punah dari muka bumi, sebagian oknum masyarakat kita justru melihatnya sebagai hidangan makan malam. Kejadian tragis menimpa seekor satwa dilindungi jenis tapir (Tapirus Indicus) di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi […]

expand_less