BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Abai Layani Warga, Netizen Kuliti Rekam Jejak Buruk Puskesmas Ujung Gading

Abai Layani Warga, Netizen Kuliti Rekam Jejak Buruk Puskesmas Ujung Gading

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Jagat maya kembali dihebohkan oleh gelombang kritik masyarakat terhadap kualitas pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.

Sorotan tajam ini mencuat ke publik menyusul viralnya unggahan akun media sosial atas nama Inces Lubis yang mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan oknum petugas medis terhadap anaknya saat mengurus surat keterangan tes buta warna.

Dalam unggahan kronologi tersebut, anak dari pemilik akun dilaporkan pulang dalam kondisi menangis terisak setelah diduga dibentak secara berulang kali, diusir secara halus, dan diminta mencari pelayanan di tempat lain oleh oknum bidan atau petugas yang berjaga.

Viralnya kasus tersebut seketika menjadi pemantik bagi netizen lainnya untuk menyuarakan pengalaman negatif yang mereka alami selama mengakses layanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah daerah tersebut. Walakin, di tengah derasnya kritik, terdapat pula sebagian kecil masyarakat yang memberikan pembelaan.

Rincian dan Uraian Keluhan Pengguna Jasa Puskesmas

Berdasarkan penelusuran di media sosial, keluhan masyarakat mengerucut pada beberapa poin krusial terkait manajemen, etika kerja, dan profesionalisme pelayanan medis. Berikut adalah rincian detail dari aspirasi dan keluhan akun-akun netizen:

Penyalahgunaan Prosedur Rujukan dan Masalah Fasilitas Oksigen

Akun Eva JW memaparkan pengalaman pahit saat orang tuanya menjalani rawat inap. Dokter telah menginstruksikan pemberian oksigen darurat karena pasien mengalami sesak napas.

Namun, selama 24 jam penuh (dari pukul 11.00 siang hingga pukul 11.00 siang hari berikutnya), oksigen tidak kunjung diberikan dengan dalih regulator mengalami kerusakan.

Anehnya, tabung oksigen baru diberikan saat pihak keluarga meminta rujukan. Akibat trauma atas buruknya fasilitas ambulans dan kewajiban membeli obat secara mandiri saat rawat inap, keluarga akhirnya memilih melakukan rujukan mandiri.

Dugaan Penahanan Rujukan Demi Anggaran BPJS

Akun Afwan Lubis Al-Mandili dan Agustina Wati menyoroti sulitnya mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit yang lebih besar. Akun Afwan mengisahkan ibunya dipaksa menjalani rawat inap dengan diagnosis asam lambung dan baru diberikan rujukan setelah kehilangan kesadaran (pingsan) sebanyak dua kali.

Fenomena ini dianalisis oleh akun Agustina Wati sebagai indikasi adanya upaya penahanan pasien agar anggaran dana BPJS Mandiri tidak beralih ke rumah sakit rujukan, yang berujung pada keputusan warga untuk lebih memilih berobat ke klinik swasta atau langsung ke UGD RS Yarsi demi keselamatan nyawa.

Kelalaian Penanganan Medis Fatal

Akun Zainal Arifin Lubis menyampaikan keluhan paling fatal terkait ketidakmampuan puskesmas dalam menangani persalinan kritis. Pasien yang tidak sanggup ditangani langsung dirujuk ke wilayah Simpang Empat atau Jambak dalam kondisi darurat, yang disayangkan berujung pada meninggalnya sang bayi.

Etika Komunikasi dan Sikap Diskriminatif Petugas

Akun Nefri Adi dan Najwa Nahla menggarisbawahi buruknya perilaku oknum perawat yang dinilai sombong dan tebang pilih. Pelayanan cepat ditengarai hanya diberikan kepada kerabat atau kenalan petugas (nepotisme pelayanan), sementara masyarakat umum kerap diabaikan.

Tuntutan Sanksi Administratif dan Hukum

Netizen lain seperti Soffian Hadi, Sardinas, M Lubis Lubis, Andre Saputra, dan Mufidah Faizal menyatakan bahwa buruknya pelayanan ini sudah menjadi rahasia umum, sehingga masyarakat Ujung Gading lebih memilih berobat ke Ranah Salido atau Sungai Aur.

Mereka menuntut tindakan tegas berupa pencopotan jabatan (non-job) Kepala Puskesmas, sanksi disiplin ASN dari Dinas Kesehatan, hingga tes urine bagi perawat demi efek jera agar “sandiwara permohonan maaf” tidak terus berulang.

Di sisi lain, respons berimbang ditunjukkan oleh akun Rizanna yang mengaku mendapatkan pelayanan baik selama beberapa kali berobat ke sana.

Sementara akun Umak Nayla dan Anna Kediker Nasution mengimbau agar kejadian ini menjadi momentum pembelajaran bersama untuk perbaikan kualitas, mengingat puskesmas adalah fasilitas vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Bantahan dan Klarifikasi Kepala Puskesmas

Menanggapi riuhnya tudingan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Ujung Gading, Emilia, memberikan bantahan resmi atas narasi pembentakan yang beredar luas di media sosial.

Menurut Emilia, tim dokter puskesmas telah bekerja sesuai prosedur klinis. Faktanya, anak yang bersangkutan memang telah menjalani pemeriksaan fisik berupa tes buta warna, namun hasil medis menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (tidak lolos).

“Tidak benar (ada pembentakan). Dokter puskesmas telah melakukan tes buta warna pada anak tersebut dan tidak lolos. Dokter kemudian menyarankan agar anak tersebut datang lagi pada hari Senin dan dianjurkan untuk makan terlebih dahulu agar hasil tesnya lebih maksimal,” ujar Emilia saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/6/2026).

Emilia juga menambahkan, berdasarkan data administrasi, anak tersebut diketahui berdomisili di Parit, Kecamatan Koto Balingka. Mengingat wilayah tersebut memiliki fasilitas puskesmas tersendiri, petugas menyarankan agar pemeriksaan lanjutan dilakukan di puskesmas setempat sesuai wilayah domisili guna tertib administrasi rujukan.

Sebagai langkah konkret penyelesaian masalah, pihak manajemen Puskesmas Ujung Gading menjadwalkan agenda pertemuan resmi pada hari Senin untuk meluruskan duduk perkara secara objektif.

“Insya Allah pada hari Senin kami akan melakukan klarifikasi lintas instansi dan menyertakan orang tua dari anak tersebut,” pungkas Emilia.

Tanggapan Pemerintah Kecamatan

Senada dengan kepala puskesmas, Camat Lembah Melintang, Ikhsan Chairman, memberikan pembelaan terhadap kinerja jajaran medis di wilayahnya. Berdasarkan pemantauan internal, Ikhsan menilai manajemen dan tenaga kesehatan di Puskesmas Ujung Gading telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara profesional.

“Pihak puskesmas bekerja sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aturan kedokteran yang berlaku. Seluruh prosedur pemeriksaan dan tata laksana pelayanan telah dilakukan secara profesional,” tegas Ikhsan.

Kasus ini kini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat dan instansi pembina, menanti hasil dari mediasi lintas instansi yang akan digelar guna memastikan transparansi serta keadilan bagi kedua belah pihak.***

  • Penulis: Irfansyah P
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Agam Amankan Seorang Pria Terkait Dugaan Kepemilikan Paket Sabu

    Polres Agam Amankan Seorang Pria Terkait Dugaan Kepemilikan Paket Sabu

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 26
    • 0Komentar

    AGAM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Agam kembali melakukan langkah penegakan hukum terkait penanganan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika. Seorang pria paruh baya berinisial A (41) diamankan oleh petugas di kawasan Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Senin (1/6/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam tindakan hukum tersebut, petugas mengamankan lima paket yang diduga berisi […]

  • Update Harga Pangan Per Senin 6 Juli 2026 Menurut Data PIHPS

    Update Harga Pangan Per Senin 6 Juli 2026 Menurut Data PIHPS

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA — Selamat berburu sembako di awal pekan untuk para pejuang dapur dan pengusaha warung makan se-Indonesia! Memasuki hari Senin, mari kita tengok nasib dompet kita lewat rilis data komoditas terbaru. Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), pergerakan Harga Pangan Per Senin 6 Juli 2026 menyajikan drama yang cukup menggelitik. Ada golongan […]

  • Kisah Sukses Pemuda Tunadaksa Agam Raih Peluang Kerja Di Industri Nasional

    Kisah Sukses Pemuda Tunadaksa Agam Raih Peluang Kerja Di Industri Nasional

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 30
    • 0Komentar

    LUBUK BASUNG — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menorehkan capaian membanggakan dalam program pemberdayaan kelompok rentan. Dinas Sosial Kabupaten Agam menyatakan seorang penyandang disabilitas asal daerah tersebut, Rori Rafia Dinata, resmi memulai hari pertama kerjanya di PT Sugity Creatives yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, pada Rabu. “Rori Rafia Dinata, penyandang tunadaksa asal Kecamatan Lubuk […]

  • SumbarBiz

    Sumbar Seriuskan Penertiban PETI, Mahyeldi: PETI Tidak Berdiri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menyampaikan penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) saat ini tengah menjadi perhatian serius pemerintah, sebagai upaya mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memperkuat sinergitas dalam penertiban dan pencegahan aktivitas PETI di wilayahnya masing-masing. Artinya, penertiban yang telah berjalan bersama Forkopimda, dan […]

  • Nasib Pilu Petani Sawit, Harga TBS Sumatera-Kalimantan Rontok Akibat Ketidakpastian Regulasi

    Nasib Pilu Petani Sawit, Harga TBS Sumatera-Kalimantan Rontok Akibat Ketidakpastian Regulasi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kebijakan pemerintah yang berencana membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas strategis memicu guncangan hebat di sektor perkebunan kelapa sawit. Harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani dilaporkan ambruk akibat pelaku pasar yang memilih untuk menahan diri. Ketua Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, mengungkapkan bahwa […]

  • Teater Kominfo, Video Bupati Pasaman Barat Puji Kesbangpol Serasa Nonton Stand-Up Comedy

    Teater Kominfo, Video Bupati Pasaman Barat Puji Kesbangpol Serasa Nonton Stand-Up Comedy

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Dunia birokrasi kita memang penuh dengan panggung sandiwara yang menggemaskan. Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh unggahan video singkat di halaman Facebook Dinas Kominfo Pasaman Barat. Dalam video tersebut, Bupati Yulianto melemparkan apresiasi setinggi langit kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Sang Bupati memuji apa yang disebutnya sebagai transformasi tata kelola […]

expand_less