Bayar Pajak Sambil Malam Mingguan, Inovasi SAMSAT Sumbar Dongkrak PAD Pasaman Barat
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- print Cetak

Layanan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin menuntaskan kewajiban perpajakannya dengan cara yang lebih fleksibel.
PASAMAN BARAT – Ratusan warga memadati layanan SAMSAT Malam Minggu yang digelar di depan Kantor Bupati Pasaman Barat pada Sabtu (30/5) malam. Langkah jemput bola ini sengaja diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai upaya nyata meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah tersebut.
Layanan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin menuntaskan kewajiban perpajakannya dengan cara yang lebih fleksibel.
Inovasi Layanan di Luar Jam Kerja
Kepala Bapenda Sumatera Barat, Al Amin, menjelaskan bahwa SAMSAT Malam Minggu merupakan terobosan mutakhir dalam aspek pelayanan publik. Inovasi ini ditargetkan khusus bagi para wajib pajak yang memiliki keterbatasan waktu dan tidak sempat mengurus administrasi kendaraan pada hari atau jam kerja reguler.
“Dengan layanan ini, masyarakat bisa membayar pajak kendaraan lebih mudah dan nyaman. Kami berharap kemudahan ini mendorong kesadaran membayar pajak tepat waktu,” ungkap Al Amin di sela-sela kegiatan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang taat aturan, Bapenda Sumbar juga membagikan sejumlah bingkisan khusus. Hadiah stimulan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bapenda Sumbar kepada para wajib pajak yang melakukan transaksi pembayaran di lokasi malam itu.
66 Persen PKB Masuk Kas Daerah Pasbar
Kehadiran jajaran Bapenda Sumbar bersama Kasat Lantas Polres Pasaman Barat malam itu mempertegas komitmen bersama dalam menggenjot penerimaan sektor PKB. Berdasarkan data yang ada, tingkat kepatuhan masyarakat Pasaman Barat dalam membayar pajak kendaraan saat ini baru mencapai 48 persen. Angka tersebut menandakan masih besarnya potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal.
Padahal, sektor PKB memiliki peran yang sangat strategis bagi roda pembangunan di tingkat lokal. Sebanyak 66 persen dari total penerimaan PKB merupakan opsen yang langsung masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasaman Barat.
Dana segar dari pajak inilah yang nantinya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pemenuhan pelayanan dasar, serta pengadaan berbagai program kesejahteraan yang menyentuh rakyat secara langsung.
“Semakin tinggi kepatuhan membayar PKB, semakin besar kontribusi masyarakat terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan,” tutur Al Amin.
Melalui SAMSAT Malam Minggu, Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasbar berharap grafik kesadaran pajak masyarakat bergerak naik demi tercapainya target pendapatan. “Membayar pajak bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk partisipasi nyata masyarakat mendukung Pasaman Barat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.
- Penulis: Irfansyah P
- Editor: Hanny
