Instruksi Mendagri: Perbanyak Titik Nobar Piala Dunia, Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- print Cetak

Keterangan Foto: Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (kanan) saat menerima kunjungan kedinasan Direktur Utama TVRI Tb. Fiki Chikara Satari di Gedung Markas Pusat Kemendagri, Jakarta. Pertemuan ini membahas sinergi pemanfaatan hak siar Piala Dunia 2026 untuk menggerakkan ekonomi UMKM di daerah, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok. Humas Kemendagri)
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026.
Dia meyakini bahwa perhelatan olahraga terbesar di dunia tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, melainkan juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian nasional di tingkat daerah.
Tito mengemukakan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga sepak bola, khususnya kompetisi berskala internasional, selalu menunjukkan grafik yang tinggi setiap kali Piala Dunia bergulir.
Pengalaman personalnya saat mengemban tugas di kawasan timur Indonesia pun menjadi bukti konkret atas fenomena sosial tersebut.
“Saya pernah berdinas di Indonesia bagian timur, pernah menjabat sebagai Kapolda di Papua. Saya memperhatikan di sana euforia perayaan Piala Dunianya jauh lebih meriah,” ujar Tito Karnavian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).
Saat menerima kunjungan kerja dari Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Tb. Fiki Chikara Satari, di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Tito memaparkan sejumlah aktivitas ekonomi makro dan mikro yang lazim muncul selama turnamen berlangsung.
Aktivitas tersebut berkisar pada produksi atribut pendukung tim, penjualan jersi (jersey), penyelenggaraan acara nobar, hingga meningkatnya omzet harian para pelaku usaha kuliner.
Menurut perhitungan logistik pasar, perputaran mata uang Rupiah dari sektor perdagangan retail dan kuliner kaki lima ini diperkirakan melonjak drastis selama satu bulan ke depan.
“Ini merupakan peluang besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat bawah,” tuturnya.
Dia menilai, kegiatan penayangan bersama yang dikoordinasikan oleh pemda di ruang-ruang publik dapat menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatan domestik mereka.
Berbagai bentuk perayaan berbasis komunitas dalam mendukung tim sepak bola favorit dinilai efektif mendorong sirkulasi Rupiah secara lokal.
“Kami akan menyampaikan instruksi resmi kepada seluruh kepala daerah untuk memperbanyak titik nonton bareng. Tujuannya guna memancing pergerakan komoditas UMKM dan sektor informal lainnya. Namun, eskalasi kegiatan ini tetap harus diimbangi dengan kepatuhan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” jelas mantan Kapolri tersebut.
Di sisi lain, Mendagri memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen TVRI atas keberhasilan mereka memperoleh hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Menurutnya, capaian strategis ini merupakan peluang emas bagi lembaga penyiaran publik tersebut untuk memperkuat citra merek (branding) sebagai media arus utama yang tepercaya.
Sebagai informasi, turnamen sepak bola bergengsi Piala Dunia 2026 sendiri telah resmi bergulir mulai 11 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Juli 2026 mendatang.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
