Agama Lamine Yamal, Karier Gemilang, dan Dukungan Terhadap Palestina
- account_circle Hanny
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- print Cetak

Lamine Yamal: Profil, Agama, Karier, Jumlah Gol di FC Barcelona dan Timnas Spanyol (Reuters)
BOLA – Bintang muda yang mengguncang sepak bola dunia, yakni Lamine Yamal kini menjadi salah satu yang paling sering diperbincangkan dalam dunia sepak bola. Di usia yang masih sangat muda, pemain sayap milik FC Barcelona tersebut telah menjadi andalan klub sekaligus Timnas Spanyol.
Lulusan akademi La Masia ini tidak hanya dikenal karena kemampuan menggiring bola, kecepatan, dan kreativitasnya, tetapi juga karena kedewasaannya saat bermain di level tertinggi. Banyak pengamat menyebut Yamal sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola Eropa.
Profil Lamine Yamal
Lamine Yamal Nasraoui Ebana lahir di Mataró, Catalunya, Spanyol, pada 13 Juli 2007.
Ayahnya berasal dari Maroko, sedangkan ibunya berasal dari Guinea Khatulistiwa. Kombinasi latar belakang budaya tersebut membentuk karakter Yamal yang terbuka terhadap berbagai nilai kehidupan.
Sejak kecil ia bergabung dengan akademi La Masia milik Barcelona. Bakat luar biasanya membuatnya menembus tim utama ketika usianya bahkan belum genap 16 tahun.
Tak butuh waktu lama, ia langsung memecahkan berbagai rekor sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol bersama Barcelona maupun Timnas Spanyol.
Agama Lamine Yamal
Lamine Yamal merupakan seorang Muslim.
Ia beberapa kali secara terbuka menyampaikan identitas keagamaannya. Dalam wawancara dengan media Spanyol, Yamal menegaskan bahwa dirinya bangga sebagai seorang Muslim dan mengecam tindakan rasis maupun Islamofobia yang terjadi di stadion sepak bola.
Pada Piala Dunia 2026, Yamal juga melakukan sujud syukur setelah mencetak gol, yang dipandang sebagai bentuk ekspresi keimanannya.
Karier Bersama FC Barcelona
Karier Yamal berkembang sangat cepat bersama FC Barcelona.
Pelatih memberikan kepercayaan besar kepadanya karena kemampuan menciptakan peluang, melewati lawan dalam situasi satu lawan satu, serta visi bermain yang matang.
Musim demi musim, kontribusinya terus meningkat hingga menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam skuat Blaugrana.
Hingga pertengahan 2026, Yamal telah mengoleksi sekitar 24 gol di ajang La Liga bersama Barcelona, disertai puluhan assist yang menjadikannya salah satu pemain muda paling produktif di Eropa.
Bersinar Bersama Timnas Spanyol
Karier internasional Yamal juga berkembang pesat.
Ia menjadi pemain termuda yang menjalani debut dan mencetak gol untuk Timnas Spanyol, kemudian menjadi bagian penting saat Spanyol menjuarai Euro 2024.
Pada Piala Dunia 2026, Yamal kembali menjadi motor serangan Spanyol hingga membawa tim melaju ke partai puncak. Ia juga mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang tampil dalam enam pertandingan Piala Dunia sebelum usia 19 tahun.
Hingga pertengahan Juli 2026, Yamal telah mencetak sekitar 8 gol bersama Timnas Spanyol di berbagai kompetisi internasional.
Dukungan terhadap Palestina
Selain prestasinya di lapangan, Lamine Yamal juga menjadi sorotan karena sikapnya terhadap isu kemanusiaan.
Saat parade juara La Liga bersama Barcelona pada Mei 2026, Yamal terlihat mengibarkan bendera Palestina di atas bus terbuka. Aksi tersebut menuai pujian dari banyak pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Palestina yang secara resmi menyampaikan ucapan terima kasih atas solidaritas yang ditunjukkan sang pemain.
Di sisi lain, aksi tersebut juga memicu perdebatan mengenai batas antara olahraga dan ekspresi politik. Sejumlah media internasional, termasuk Euronews dan Associated Press, melaporkan adanya respons pro maupun kontra terhadap tindakan Yamal.
Meski demikian, Yamal belum pernah menyampaikan pernyataan politik yang panjang terkait konflik tersebut. Yang terlihat di ruang publik adalah gestur simbolis berupa pengibaran bendera Palestina dan sikap konsistennya menolak rasisme serta Islamofobia.
Masa Depan Cerah
Melihat usianya yang baru menginjak 19 tahun, banyak pengamat memprediksi Lamine Yamal akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Kecepatan, teknik tinggi, keberanian mengambil risiko, serta kematangan berpikir membuatnya digadang-gadang sebagai penerus generasi emas Barcelona sekaligus ikon baru sepak bola Spanyol.
Kalau sepak bola punya istilah “masa depan”, mungkin wajahnya sekarang memang bernama Lamine Yamal. Dan yang paling menarik, masa depan itu sudah datang lebih cepat daripada jadwal latihan pagi.
- Penulis: Hanny
