BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pengepul Sawit Nakal Bikin Jalur Penghubung Sasak Simpang Empat Rusak Parah

Pengepul Sawit Nakal Bikin Jalur Penghubung Sasak Simpang Empat Rusak Parah

  • account_circle Hanny
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Anda pencinta olahraga ekstrem atau rindu sensasi naik roller coaster tanpa perlu bayar tiket mahal ke Dufan? Silakan datang dan uji nyali di jalur penghubung Sasak menuju Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat.

Sepanjang 20 kilometer, Anda akan disuguhi pemandangan infrastruktur estetik berupa jalanan bergelombang, retak-retak puitis, hingga lubang menganga yang siap menjemput ban kendaraan Anda dengan penuh kehangatan.

Kerusakan masif bin ajaib ini bukan karena gempa bumi, melainkan akibat ulah rombongan truk angkut buah kelapa sawit milik para pengepul sawit lokal yang punya hobi bawa muatan super overload.

Hebatnya, festival jalan hancur ini disinyalir sudah berlangsung selama hampir 15 tahun! Sebuah konsistensi pembiaran yang luar biasa, di mana Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tampak sangat kompak berakting seolah instansi terkait tutup mata.

Warga bahkan mengaku belum pernah melihat batang hidung petugas Dinas Perhubungan yang turun untuk sekadar menyapa atau menertibkan truk raksasa tersebut.

Jam Sibuk? Saatnya Truk Raksasa 35 Ton Ikut “Pawai” Sekolah

Berdasarkan investigasi di lapangan, setidaknya ada belasan pengepul sawit alias peron besar yang bebas merdeka beroperasi di rute seksi ini. Setiap hari, truk tronton roda 10 dengan muatan magis mencapai 30 hingga 35 ton melenggang santai seolah jalan tersebut milik nenek moyang mereka.

Biar makin seru, aktivitas logistik egois ini sengaja dilakukan pada jam-jam paling krusial yakni saat anak-anak sekolah berjuang mengejar masa depan dan saat para pegawai negeri pulang kerja dengan kondisi lelah.

Akibatnya, kemacetan panjang yang menguji keimanan selalu mengular di belakang truk. Lebar jalan yang cuma 6 meter memaksa pengendara motor dan mobil pribadi mengalah sampai “nyungsep” ke bahu jalan demi memberi jalan bagi sang penguasa aspal.

Makin ngeri karena mayoritas truk angkut buah kelapa sawit ini tidak memakai jaring pengaman. Jadi, selain harus fokus menghindari lubang maut, pengendara di belakang juga wajib memiliki refleks dewa untuk menghindari atraksi buah sawit terbang yang sewaktu-waktu bisa menghantam kepala.

“Perusahaan sebesar Wilmar Group (PT PHP 1) saja tahu diri pakai truk maksimal 10 ton demi jaga jalan. Eh, pengusaha lokal sini malah sok-sokan mengedepankan ego, padahal usahanya yang bikin jalan hancur,” sindir Buyung, warga setempat yang sudah kenyang makan debu, Rabu (1/7/2026).

Aroma Sedap Limbah Sawit dan Misteri “Surat Sakti” Pelat Luar Daerah

Selain bonus jalanan yang hancur lebur, warga yang tinggal di dekat peron sawit juga disuguhi fasilitas gratis berupa polusi suara bongkar muat dan aroma menyengat dari limbah sawit.

Usut punya usut, lapak-lapak cuan ini diduga kuat beroperasi tanpa dokumen AMDAL yang jelas. Benar-benar sebuah konsep bisnis yang ramah kantong pemiliknya, tapi ramah penyakit bagi tetangganya.

Tentu saja, pembiaran selama belasan tahun ini memicu rumor liar nan kocak di tengah masyarakat. Santer berembus kabar burung mengenai adanya dugaan pungli berupa “setoran” per truk dari pemilik peron kepada oknum preman berseragam dinas agar bisnis mereka tetap adem ayem.

Kecurigaan warga makin menjadi-jadi saat melihat mayoritas truk overload tersebut justru pamer pelat nomor luar daerah dan parahnya lagi, diduga kuat dalam kondisi mati pajak.

Jadi, jangankan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperbaiki aspal, mereka malah sukses menghancurkan fasilitas publik yang dibangun pakai uang pajak rakyat. Sebuah simbiosis yang sangat parasitis!

Menanti Korban Jiwa Berikutnya di Wahana “Jebakan Maut”

Kondisi jalur penghubung Sasak menuju Simpang Empat ini akan mencapai level puncaknya saat malam hari tiba dan hujan turun. Lubang-lubang dalam yang tertutup air hujan otomatis menyamar menjadi jebakan maut tersembunyi yang siap mengundang kecelakaan tragis.

Sudah tidak terhitung berapa banyak pengendara roda dua yang mendadak melakukan atraksi akrobatik jatuh bangun hingga terluka akibat jalan kupak-kapik ini.

Namun, sepertinya angka kecelakaan tersebut belum cukup tinggi untuk mengetuk pintu hati nurani para pemangku kebijakan di Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasaman Barat.

Hingga saat ini, masyarakat masih setia menanti mukjizat berupa ketegasan pemerintah untuk memangkas dan membatasi tonase truk nakal yang lewat, merazia izin operasional peron serta dokumen AMDAL-nya dan mengandangkan truk-truk pelat luar daerah yang hobi ngemplang pajak.

Sebab ingat, jalan umum itu dibangun pakai uang rakyat, bukan karpet merah pribadi untuk para pemburu pundi-pundi rupiah yang amnesia terhadap aturan keselamatan.

Dishub Sumbar Buka Suara, Bakal Gandeng Polda untuk Razia

Menanggapi keluhan akut masyarakat tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akhirnya angkat bicara melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan Dishub Sumbar, Rizaldi. Ia menyatakan bahwa Pemprov Sumbar akan segera turun ke lapangan untuk memantau kondisi jalan dan memastikan kewenangan penindakan.

“Kami akan melihat dan memantau kondisi jalan serta memastikan badan usaha apa yang sering menjalankan truk-truk perusahaan yang melebihi muatan tersebut. Jalan kelas III Arteri atau Kolektor tidak dibenarkan dilintasi kendaraan sumbu III, apalagi bermuatan lebih dari 30 ton, karena jelas membuat jalan rusak,” tegas Rizaldi.

Rizaldi menjelaskan bahwa ketentuan untuk jalan kelas III maksimal hanya boleh menahan muatan 8 ton. Selain akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Pasaman Barat, pihaknya juga berencana mengambil tindakan yang lebih luas dan tegas.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Polda Sumbar dan instansi terkait lainnya melalui rapat forum. Disana akan dibicarakan apakah nanti kita adakan razia, pemberian teguran, atau tindakan tegas lainnya,” ungkap Rizaldi.****

  • Penulis: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilang Diterkam Buaya Saat Cari Lokan, Pria Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia

    Hilang Diterkam Buaya Saat Cari Lokan, Pria Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 96
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Seorang pria lansia bernama Darwin (61), warga Air Jernih, Aek Sompik, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya, akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut bermula pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. […]

  • WALHI Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumatera Barat

    WALHI Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumatera Barat

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat resmi melaporkan maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Melalui laporan dan pengaduan masyarakat yang diserahkan ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta pada Senin (9/6/2026). WALHI mendesak Mabes Polri untuk segera mengambil alih penegakan hukum terhadap […]

  • Viral Istilah “Barbar” Disematkan ke Sumbar, Mahyeldi: Tidak Beretika dan Memecah Belah!

    Viral Istilah “Barbar” Disematkan ke Sumbar, Mahyeldi: Tidak Beretika dan Memecah Belah!

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengecam keras pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya, atau yang akrab disapa Abu Janda. Kecaman ini mencuat setelah video pidato Abu Janda yang mengaitkan Sumbar dengan istilah “barbar” viral di media sosial dan memicu polemik di tengah masyarakat. Dalam video yang beredar luas tersebut, Abu Janda tengah […]

  • Razia di Kafe Karaoke, Tiga Orang Diamankan Satpol PP Pasaman Barat

    Razia di Kafe Karaoke, Tiga Orang Diamankan Satpol PP Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Tiga orang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat, di salah satu kafe karaokean atau tempat hiburan malam yang berada di Kecamatan Pasaman pada Minggu dini hari (26/4). Kepala Satpol PP Kabupaten Pasaman Barat Handoko mengatakan, giat patroli dan penertiban yang dilakukan pihaknya menanggapi atas laporan dari […]

  • Harga TBS Per Minggu 5 Juli 2026 Pasaman Barat Tembus Rp3810 Per Kilo

    Harga TBS Per Minggu 5 Juli 2026 Pasaman Barat Tembus Rp3810 Per Kilo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Kabar gembira bertiup kencang dari bumi Pasaman Barat untuk para pejuang rupiah di kebun kelapa sawit! Berdasarkan rilis data resmi pemantauan Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat, performa harga TBS per Minggu 5 Juli 2026 sukses bikin para petani tersenyum lebar layaknya mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak, grafik harga tandan buah segar minggu […]

  • Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PADANG – Provinsi Sumatera Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi syariah di Indonesia. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memaparkan sederet capaian gemilang sepanjang tahun 2025 yang membuktikan bahwa ekosistem halal bukan sekadar label, melainkan mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangannya di Kota Padang pada Senin, Mahyeldi menegaskan bahwa komitmen ini didasarkan pada regulasi yang kuat. […]

expand_less