BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Manajemen Sekolah Pasaman Barat Diuji, Puluhan Kepala Sekolah PPPK Belum Bersertifikat

Manajemen Sekolah Pasaman Barat Diuji, Puluhan Kepala Sekolah PPPK Belum Bersertifikat

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Dunia Pendidikan Pasaman Barat mendadak riuh rendah dan diselimuti atmosfer penuh tanda tanya. Langkah berani Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang resmi melantik puluhan pegawai jalur PPPK menjadi nakhoda baru di sejumlah sekolah memicu perdebatan panas di ruang publik.

Bukan sekadar penyegaran organisasi yang lazim terjadi, melainkan status mayoritas pejabat baru tersebut yang sah menyandang predikat sebagai Kepala Sekolah tanpa modal sertifikat resmi.

Kebijakan kontroversial ini dinilai publik secara terang-terangan menabrak komitmen mutu Pendidikan Pasaman Barat. Tak pelak, aroma nepotisme hingga isu transaksional kursi jabatan langsung berembus liar di tengah masyarakat.

Publik mulai mempertanyakan asas keadilan birokrasi, mengingat daerah ini sebenarnya masih berlimpah stok guru berstatus PNS senior. Para abdi negara yang telah mendedikasikan hidupnya belasan hingga puluhan tahun dan dinilai jauh lebih matang secara psikologis serta administratif untuk memimpin, justru terpaksa gigit jari menyaksikan pemandangan unik ini.

Karpet Merah ‘Seumur Jagung’ dan Protes ASN Senior

Mengapa justru para pegawai PPPK yang masa baktinya baru seumur jagung mendapatkan karpet merah menuju kursi kepemimpinan? Pertanyaan ini terus berdengung kencang.

Jika manajemen mutu sekolah dipertaruhkan lewat kebijakan kompromistis semacam ini, masyarakat wajar khawatir kualitas pendidikan daerah akan menjadi taruhan utamanya. Tatanan birokrasi seolah jungkir balik demi mengakomodasi rombongan baru di lingkungan ASN ini.

Dedi (bukan nama sebenarnya), seorang ASN senior bidang pendidikan yang telah puluhan tahun mengabdi, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam.

Ia menyesalkan kebijakan daerah yang dinilai berpotensi merusak tatanan pendidikan setempat. Menurutnya, logika kepemimpinan di sekolah kini sedang diuji secara ekstrem.

“Bagaimana tidak, orang yang tidak pernah mengikuti diklat kepemimpinan tiba-tiba disuruh memimpin suatu sekolah yang diisi oleh guru-guru senior. Sedangkan yang memimpin itu sendiri masa tahun jabatannya sebagai ASN masih bisa dihitung dengan jari,” ketus Dedi saat dijumpai di kawasan Simpang Empat, Rabu (15/7/2026).

Tameng Dinas Pendidikan, Jurus Pengecualian dan Klaim Prosedural

Mendengar riak penolakan yang kian membesar, Dinas Pendidikan Pasaman Barat segera pasang badan menghalau kritik. Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menegaskan bahwa proses pengangkatan 32 orang Kepala Sekolah dari jalur PPPK tersebut sama sekali tidak menyalahi prosedur.

Menurut pembelaannya, seluruh nama yang dilantik telah melewati proses penyaringan dari Kementerian serta mengantongi persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun, kendati mengklaim sudah sesuai prosedur, Kadis tidak mampu menutupi fakta bahwa sebagian besar pejabat pilihannya belum memiliki kualifikasi sebagai kepala sekolah.

Dari total 32 orang PPPK yang diangkat menjadi Kepala Sekolah—terdiri dari 28 orang untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 4 orang untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)—baru 4 orang saja yang secara resmi memegang Sertifikat Kepala Sekolah atau Calon Kepala Sekolah (CKS). Sementara itu, 28 orang sisanya sukses dilantik dengan tangan hampa tanpa sertifikat resmi.

Dinas Pendidikan tampaknya memiliki tameng regulasi yang cukup ampuh. Pihak dinas berpedoman pada aturan terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 Jo Kemendikdasmen Nomor 129 Tahun 2025.

Peraturan menteri ini memang menyediakan celah bagi ASN, termasuk PPPK, melalui klausul kondisi khusus. Para pejabat baru ini diberi kelonggaran untuk mengikuti ujian substansi serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) paling lambat 4 tahun sejak mulai menjabat.

Krisis Calon atau Celah yang Dipaksakan?

Publik menduga Dinas Pendidikan Pasaman Barat terkesan memaksakan celah regulasi tersebut. Padahal, aturan pengecualian itu sejatinya hanya boleh diaktifkan jika suatu wilayah benar-benar mengalami krisis atau kekurangan bakal calon yang memiliki sertifikat resmi atau sertifikat Guru Penggerak.

Pemerintah daerah berdalih telah menyiapkan skema jangka panjang untuk mendanai “utang” sertifikasi para Kepala Sekolah baru ini melalui APBD secara bertahap. Namun, penjelasan logistik itu tidak mampu meredam dugaan miring di akar rumput.

Di tengah ketergesa-gesaan yang dipaksakan ini, muncul isu miring dari publik terkait dugaan praktik jual beli jabatan yang nilainya disinyalir mencapai puluhan juta rupiah demi mengamankan satu kursi empuk di lingkungan sekolah Pasaman Barat.***

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Generasi Qurani, Sekolah Dasar El Maarif Wisuda Tiga Puluh Tahfidz

    Apresiasi Generasi Qurani, Sekolah Dasar El Maarif Wisuda Tiga Puluh Tahfidz

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Lembaga pendidikan dasar SD El Maarif Pasaman Barat sukses melaksanakan agenda wisuda bagi 30 siswa tahfidz Al-Qur’an sekaligus menggelar prosesi pelepasan siswa kelas VI angkatan XXIII untuk tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan apresiasi pendidikan tersebut dipusatkan di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat pada Senin (1/6/2026). Dengan mengusung tema “Mencetak Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia […]

  • Pansel Eselon II Pasaman Barat Disorot, Warga: Pilih yang Kerjanya Nyata, Bukan yang Jago Drama!

    Pansel Eselon II Pasaman Barat Disorot, Warga: Pilih yang Kerjanya Nyata, Bukan yang Jago Drama!

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Gelombang harapan sekaligus “sentilan” hangat melayang ke meja Bupati Yulianto. Seiring bergulirnya proses seleksi jabatan pimpinan tinggi melalui Pansel Eselon II Pasaman Barat, masyarakat mulai angkat suara. Publik meminta agar rekrutmen jabatan strategis seperti Kepala Dinas hingga Asisten tidak sekadar menjadi ajang bagi-bagi kursi atau ajang pamer gaya pejabat lama yang minim […]

  • Bocah Dilarang ‘Ngonten’ dan Komentar: UEA Resmi Haramkan Medsos bagi Anak di Bawah 15 Tahun

    Bocah Dilarang ‘Ngonten’ dan Komentar: UEA Resmi Haramkan Medsos bagi Anak di Bawah 15 Tahun

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 21
    • 0Komentar

    ABU DHABI – Kabar buruk bagi populasi bocah pencari validasi digital di Timur Tengah. Era berburu takaran like, berjoget di depan kamera demi konten video pendek, atau sekadar meninggalkan komentar “iseng” di unggahan orang dewasa tampaknya harus segera berakhir di Uni Emirat Arab (UEA). Negara kaya minyak tersebut resmi mengukir sejarah sebagai negara Arab pertama […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Update Selasa 14 Juli 2026: Tertinggi Tembus Rp 3.912 per Kg!

    Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Update Selasa 14 Juli 2026: Tertinggi Tembus Rp 3.912 per Kg!

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pasaman Barat kembali merilis update berkala mengenai pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk wilayah tersebut. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada hari Selasa, 14 Juli 2026, grafik harga TBS di bumi mekar Pasaman Barat menunjukkan tren yang sangat positif dengan angka tertinggi yang […]

  • Selain Tanah Datar, Pasaman Barat Juga Jadi Sasaran Proyek Sekolah Rakyat

    Selain Tanah Datar, Pasaman Barat Juga Jadi Sasaran Proyek Sekolah Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PADANG – Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional proyek Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sumatera Barat menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru pada Juli 2026 mendatang. Program strategis ini berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan gratis secara penuh bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

  • Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar gawai kelas premium (flagship) kembali digairahkan oleh langkah agresif dari produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Melalui platform penjualan resminya, ponsel pintar yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat Android terbaik saat ini, Samsung Galaxy S26 Ultra, mengalami penurunan harga yang sangat signifikan hingga mencapai 31 persen dari harga normalnya. Perangkat yang semula […]

expand_less