BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Bocah Dilarang ‘Ngonten’ dan Komentar: UEA Resmi Haramkan Medsos bagi Anak di Bawah 15 Tahun

Bocah Dilarang ‘Ngonten’ dan Komentar: UEA Resmi Haramkan Medsos bagi Anak di Bawah 15 Tahun

  • account_circle Bangun S
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

ABU DHABI – Kabar buruk bagi populasi bocah pencari validasi digital di Timur Tengah. Era berburu takaran like, berjoget di depan kamera demi konten video pendek, atau sekadar meninggalkan komentar “iseng” di unggahan orang dewasa tampaknya harus segera berakhir di Uni Emirat Arab (UEA).

Negara kaya minyak tersebut resmi mengukir sejarah sebagai negara Arab pertama yang melarang keras anak di bawah usia 15 tahun untuk memiliki, menggunakan, maupun mengoperasikan akun media sosial pribadi.

Aturan baru ini secara otomatis mencabut hak para bocah untuk sekadar mengunggah konten, membagikan postingan, hingga bergabung ke dalam grup publik yang kerap menjadi sarang gosip digital.

Indonesia dan Inggris Sudah Duluan ‘Tobat’ Digital

Langkah ekstrem yang diambil oleh UEA ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan dalam peta geopolitik internet global. UEA hanya menambah panjang daftar negara yang mulai sadar bahwa membiarkan anak-anak bergelut bebas di rimba media sosial sama bahayanya dengan melepas mereka di hutan belantara.

Sebelumnya, Inggris dikabarkan tengah menggodok aturan serupa untuk memblokir akses media sosial bagi remaja di bawah 16 tahun. Sementara itu, Indonesia justru sudah mencuri start lebih dulu.

Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan regulasi perlindungan anak di ruang digital yang mewajibkan penyedia platform menerapkan mekanisme verifikasi usia yang ketat serta perlindungan khusus, agar jempol anak-anak fana di tanah air tidak tersesat ke konten dewasa.

Remaja 15 Tahun Boleh ‘Online’, Tapi Dipasangi ‘Rem’

Lantas, bagaimana dengan nasib remaja usia tanggung yang berada di rentang 15 hingga 16 tahun di UEA? Pemerintah setempat ternyata masih berbaik hati memberikan kelonggaran. Mereka tetap diizinkan berselancar di dunia maya, namun dengan catatan: akun mereka wajib dipasangi “rem darurat”.

Fitur perlindungan tersebut meliputi penyaringan konten secara ketat sesuai umur, pembatasan interaksi dengan akun asing yang tidak dikenal, pengaturan durasi waktu penggunaan agar tidak lupa waktu belajar, hingga fitur pengawasan orang tua (parental control).

Satu poin yang paling membuat para bos teknologi di Silicon Valley pusing adalah mekanisme verifikasi usia. Melalui aturan baru ini, pemerintah UEA mengharamkan metode kuno yang hanya mengandalkan kejujuran pengguna saat mengisi tanggal lahir—modus operandi klasik yang kerap dimanipulasi anak-anak dengan menuakan usia mereka secara ajaib saat mendaftar.

Sebagai gantinya, perusahaan media sosial diwajibkan menggunakan identitas digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih akurat untuk mendeteksi apakah wajah di balik layar tersebut adalah wajah orang dewasa atau wajah bocah yang seharusnya sedang mengerjakan tugas sekolah.

Sanksi Tegas: Akun Hangus, Iklan Dilarang

Tidak hanya itu, UEA juga memerintahkan platform untuk langsung menonaktifkan atau menghanguskan akun mana pun yang terdeteksi dimiliki oleh anak di bawah 15 tahun.

Korporasi raksasa juga dilarang keras mengintip dan menggunakan data pribadi anak-anak untuk keperluan iklan tertarget maupun pembuatan profil perilaku pengguna demi keuntungan bisnis.

Kendati demikian, pemerintah UEA tampaknya masih memahami bahwa mengubah sistem algoritma tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka memberikan masa tenggang selama satu tahun penuh bagi perusahaan media sosial untuk merombak dan menyesuaikan sistem mereka dengan aturan baru ini.

Langkah tegas dari UEA ini menjadi sinyal kuat secara global bahwa fokus pengawasan digital kini telah bergeser. Negara-negara di dunia kini tidak lagi sekadar mengimbau orang tua untuk menjaga anaknya, melainkan memaksa pemilik platform media sosial untuk ikut bertanggung jawab moral dalam menyapu bersih anak-anak di bawah umur dari risiko buruk dunia digital.

  • Penulis: Bangun S
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Awenk
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH – Geografi tampaknya menjadi pelajaran yang paling menantang bagi penegak Perda di Kota Payakumbuh. Akibat gagal membedakan batas wilayah peta administrasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Payakumbuh sukses menggelar aksi razia “deplu” alias luar negeri di wilayah tetangga. RH selaku Manajer Guest House Nafara kini resmi melayangkan Laporan Pengaduan ke Polres Payakumbuh setelah […]

  • SUMBAR DARURAT TAMBANG EMAS: Walhi Beri ‘Rapor Merah’ dan Tantang Kapolda Baru!

    SUMBAR DARURAT TAMBANG EMAS: Walhi Beri ‘Rapor Merah’ dan Tantang Kapolda Baru!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PADANG – Genderang perang terhadap perusakan lingkungan ditabuh kencang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat secara resmi melayangkan “surat tantangan” terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Meski proses serah terima jabatan belum resmi dilakukan, Walhi Sumbar memilih bergerak cepat. Mereka memberikan tumpukan catatan kelam penegakan hukum lingkungan yang dinilai […]

  • Gelorakan Semangat Porprov, Bupati Yulianto Resmi Tutup Turnamen Voli Cakrawala Cup III 2026

    Gelorakan Semangat Porprov, Bupati Yulianto Resmi Tutup Turnamen Voli Cakrawala Cup III 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK – Semangat sportivitas membuncah di Lapangan Tanjung Durian, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, saat Bupati Pasaman Barat, Yulianto, secara resmi menutup Turnamen Bola Voli Cakrawala Cup III Tahun 2026 antarjorong se-Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu (13/5). Acara penutupan berlangsung meriah dengan partai final yang mempertemukan Kompak FC Tanjung Durian melawan Gemah Brastagi. […]

  • Nekat Bacok Warga Gegara Batas Lahan, Lansia di Agam Dibekuk Polisi

    Nekat Bacok Warga Gegara Batas Lahan, Lansia di Agam Dibekuk Polisi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ– NS (60) alias Bujang, seorang Lansia nekat membacok warga gegara batas lahan persawahan, di Simaruok, Jorong V Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah. “Benar, pelaku telah kami amankan di kediamannya, di Jorong Batu Hampa, Kampung Tangah, Kamis 30 Juli 2026, sekira pukul […]

  • Puskesmas Ujung Gading Viral: Mau Minta Surat, Malah Dapat Bentakan

    Puskesmas Ujung Gading Viral: Mau Minta Surat, Malah Dapat Bentakan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Jagat maya dihebohkan oleh keluhan seorang warga terkait buruknya pelayanan oknum petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Keluhan tersebut mendadak viral setelah diunggah oleh akun media sosial atas nama Inces Lubis yang menyuarakan kekecewaannya terhadap perlakuan tidak menyenangkan yang diterima oleh anaknya. ​Menurut kronologi […]

  • Sukses Gaet Dua Sekolah Nasional, Bupati Yulianto Bidik Sekolah Garuda dan Kampus Negeri

    Sukses Gaet Dua Sekolah Nasional, Bupati Yulianto Bidik Sekolah Garuda dan Kampus Negeri

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tengah gencar melakukan manuver strategis di tingkat pusat guna merombak peta pendidikan di wilayahnya. Tidak mufakat hanya dengan capaian proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, membeberkan langkah diplomasi lanjutan yang kini sedang diupayakan secara intensif. Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Pasaman […]

expand_less