Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda
- account_circle Yelki
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

Bupati Pasaman Barat hadir dalam acara batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu, Kamis (30/4).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pesona, SUMBARBIZ – Batagak kudo-kudo adalah tradisi gotong royong masyarakat Minangkabau untuk menegakkan rangka atap (kuda-kuda) rumah, rumah gadang, atau masjid. Tradisi ini dilakukan bersama-sama oleh warga, menyerupai pesta, yang memperkuat nilai silaturahmi, kerja sama, dan persatuan.
Seperti hal nya yang dilakukan oleh masyarakat Talu dalam batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu. Suasana kebersamaan dan kentalnya nilai adat tentunya mewarnai syukuran batagak kudo-kudo tersebut.
Syukuran batagak Kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu ini digelar di Rumah Gadang Tuanku Bosa, Kampung Koto Dalam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (30/4).
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan turut larut dalam tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat Talu yang masih menjaga tradisi turun-temurun tersebut.
Bupati Yulianto mengatakan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya lokal, khususnya tradisi batagak kudo-kudo sebagai bagian dari proses pembangunan rumah ibadah.
Menurutnya, tradisi tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperkuat silaturahmi dan membangun karakter generasi muda.
“Adat bukan hanya warisan nenek moyang, tetapi juga menjadi identitas dan benteng bagi generasi muda agar tetap mengenal serta menghargai nilai-nilai budaya,” katanya.
Dia menambahkan, kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan berbagai harapan pembangunan daerah.
Disamping itu, Bupati juga menyampaikan program Sekolah Rakyat, inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis guna memutus rantai kemiskinan.
“Saya meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar program tersebut dapat terealisasi di Pasaman Barat,” harap Bupati.
Sementara itu, Tuanku Bosa XV, Jhonny ZA mengucapkan terima kasih atas kehadiran bupati beserta rombongan. Dia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah semakin kuat dalam membangun Pasaman Barat,” ucapnya.
Kegiatan syukuran berlangsung dalam suasana kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara adat, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Talamau.***
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
