BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Panggil PT PANP Segera! Pemda Pasaman Barat Jangan Berkhianat pada Adat

Panggil PT PANP Segera! Pemda Pasaman Barat Jangan Berkhianat pada Adat

  • account_circle Irfan Dt Sampono
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Di tengah hiruk-pikuk janji perlindungan hak rakyat, realitas di Kabupaten Pasaman Barat justru berbalik 180 derajat. Masyarakat adat Nagari Anam Koto Selatan, Kecamatan Kinali, kini tengah berdiri di persimpangan jalan, menghadapi tembok bisu bernama Pemerintah Daerah (Pemda).

Sudah 26 hari surat permohonan dialog terbuka tidak digubris oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail, seolah nasib ribuan hektare tanah ulayat hanyalah catatan kaki yang tak penting.

​Masalah utamanya terang benderang, Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman (PANP) telah kedaluwarsa sejak 31 Desember 2022. Namun, hingga pertengahan 2026, perusahaan tersebut masih leluasa mengeruk hasil bumi di atas sekitar 1.500 hektare lahan yang seharusnya telah menjadi hak masyarakat adat.

Negara yang “Buta dan Tuli”

Zul Arif K Datuak Majo Indo, selaku perwakilan masyarakat adat, merasa kesabaran warga telah mencapai titik didih.

“26 hari tanpa jawaban. Kami tetap terbuka dialog, tapi kesabaran masyarakat ada batasnya. Jangan biarkan konflik ini membesar karena lambannya negara,” tegasnya.

​Kebungkaman Pemda bukan hanya sekadar kelalaian administratif. Pakar hukum adat menilai, sikap pasif ini merupakan bentuk pengabaian terhadap Pasal 18B ayat 2 UUD 1945. Katanya, ketika negara memilih bungkam di tengah sengketa antara masyarakat adat dan korporasi, saat itulah legitimasi pemerintah dipertanyakan.

Apakah Pemda sedang menjadi fasilitator rakyat, atau justru berperan sebagai tameng bagi korporasi yang beroperasi tanpa legalitas?

Tiga Tuntutan Harga Mati

Masyarakat Adat Nagari Anam Koto Selatan telah menetapkan tiga tuntutan yang tidak bisa ditawar yakni pengembalian tanah ulayat, pembayaran kompensasi atas penggunaan lahan selama masa operasional, dan pemenuhan hak kebun plasma bagi warga lokal.

​Syah Ril Dt Majo Indo menambahkan bahwa masyarakat sudah lelah dengan janji-janji manis tanpa kepastian.

“Kami butuh kepastian, bukan janji. Tanpa fasilitasi Pemda, penyelesaian damai sulit terjadi. Kami sudah menyiapkan perwakilan, tinggal Pemda yang bergerak,” ujarnya.

Potensi Bom Waktu

Aktivitas perkebunan tanpa HGU yang terus berlangsung tidak hanya merampas hak adat, tetapi juga diduga menjadi lubang besar bagi kerugian negara akibat potensi hilangnya pajak dan retribusi. Jika Pemda terus menutup mata, eskalasi konflik horizontal di Kinali bukan lagi sekadar ancaman, melainkan keniscayaan.

​Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Daerah, DPRD, dan Aparat Penegak Hukum. Apakah mereka akan segera melakukan audit menyeluruh dan memaksa PT PANP duduk satu meja dengan masyarakat, atau memilih membiarkan konflik ini meledak di tangan mereka sendiri?

Pekan ini menjadi batas waktu krusial. Jika transparansi dan keadilan tidak ditegakkan, jangan salahkan masyarakat jika mereka mengambil jalan lain untuk merebut kembali apa yang menjadi hak leluhur mereka.

Bagaimana langkah strategis yang harus diambil masyarakat adat jika setelah tenggat waktu pekan ini Pemda tetap tidak memberikan respons?

  • Penulis: Irfan Dt Sampono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jam Tangan Pintar Coros Pace 4 Cloud White Resmi Rilis, Kini Dilengkapi Dukungan ChatGPT dan Claude

    Jam Tangan Pintar Coros Pace 4 Cloud White Resmi Rilis, Kini Dilengkapi Dukungan ChatGPT dan Claude

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di tengah tren jam tangan pintar (smartwatch) olahraga yang cenderung besar dan berbobot berat, Coros kembali menggebrak pasar dengan menghadirkan inovasi terbaru pada lini andalannya. Produsen perangkat wearable olahraga terkemuka ini resmi meluncurkan Coros Pace 4 varian warna baru, Cloud White, yang mengombinasikan desain minimalis premium dengan peningkatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Desain […]

  • Aktivitas Galian Emas Makin Liar, Bangunan SMPN 3 Rabat Diambang Kehancuran

    Aktivitas Galian Emas Makin Liar, Bangunan SMPN 3 Rabat Diambang Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kian mengkhawatirkan. Bangunan SMPN 3 Ranah Batahan (Rabat) yang berlokasi di Kecamatan Ranah Batahan kini berada di ambang kehancuran. Fasilitas umum tersebut terancam roboh akibat pengikisan lahan (abrasi) yang diduga kuat diperparah oleh aktivitas penambangan emas ilegal di sekitar area sekolah. Ketika Keserakahan […]

  • Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Serentak dengan Arab Saudi

    Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Serentak dengan Arab Saudi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Sidang Isbat awal Zulhijjah yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta. Menariknya, ketetapan pemerintah Indonesia kali ini selaras dengan pengumuman resmi […]

  • Tembus Pasar Malaysia, Jagung Hasil Panen Raya Pasaman Barat Siap Diekspor!

    Tembus Pasar Malaysia, Jagung Hasil Panen Raya Pasaman Barat Siap Diekspor!

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Irfan Dt Sampono
    • visibility 55
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kabupaten Pasaman Barat kembali membuktikan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis. Pada Sabtu (16/5/2026), Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri langsung gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dipusatkan di Jorong Bandarajo, Nagari Lingkuang Aua Bandarajo, Kecamatan Pasaman. Bukan sekadar panen biasa, momentum ini merupakan bagian dari agenda akbar nasional yang […]

  • SumbarBiz

    Sumbar Seriuskan Penertiban PETI, Mahyeldi: PETI Tidak Berdiri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menyampaikan penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) saat ini tengah menjadi perhatian serius pemerintah, sebagai upaya mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memperkuat sinergitas dalam penertiban dan pencegahan aktivitas PETI di wilayahnya masing-masing. Artinya, penertiban yang telah berjalan bersama Forkopimda, dan […]

  • Belajar Arti Tanggung Jawab dari Cerita Turunnya Wahyu di Gua Hira

    Belajar Arti Tanggung Jawab dari Cerita Turunnya Wahyu di Gua Hira

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 25
    • 0Komentar

    MAKKAH — Cerita besar dalam sejarah dunia sering kali dimulai dari tempat yang sepi. Salah satunya adalah kisah di Gua Hira, sebuah gua kecil di atas Jabal Nur, Mekah. Tempat ini menjadi saksi momen penting yang mengubah dunia. Namun, jika kita melihat lebih dekat, ada sisi kemanusiaan yang sangat menyentuh di sana: yaitu rasa takut […]

expand_less