BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » PESONA » Kisah Pemuda Kiawai yang Cetak Sejarah di Bogor: Siapa Sebenarnya Soetan Kanaikan?

Kisah Pemuda Kiawai yang Cetak Sejarah di Bogor: Siapa Sebenarnya Soetan Kanaikan?

  • account_circle Yelki
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN — Sejarah mencatat banyak putra daerah yang memiliki andil besar dalam meletakkan batu pertama pembangunan bangsa, namun namanya kerap luput dari buku sejarah utama. Salah satunya adalah Abdoel Azis Nasution gelar Soetan Kanaikan, seorang pemuda asal Kota Kiawai—sebuah wilayah yang terletak di antara Taloe dan Air Bangis, tak jauh dari kawasan perkebunan legendaris NV Cultuur Syndicaat Ophir.

Lahir dan besar di tanah Pasaman, Soetan Kanaikan mengawali perjalanan akademisnya di Sekolah Rakyat Kotanopan, sebelum akhirnya merantau ke Fort de Kock (kini Bukittinggi) untuk menempuh sekolah guru pada tahun 1909.

Namun, takdir membawa Soetan Kanaikan ke jalur yang berbeda. Meski telah mengantongi beslit (surat keputusan) resmi sebagai guru, ia memilih tidak mengajar. Ketertarikannya yang mendalam pada potensi agraris di kampung halamannya, Distrik Ophir, mendorongnya memutar kemudi. Ia memutuskan berangkat ke Jawa untuk mendalami ilmu tanah di Midlebare Landbouwschool (Sekolah Menengah Pertanian) di Buitenzorg (kini Bogor).

Langkah berani ini membuahkan hasil emas. Pada tahun 1914, Soetan Kanaikan resmi lulus dan menasbihkan dirinya sebagai lulusan pertama dari sekolah tinggi pertanian bergengsi milik pemerintah kolonial tersebut.

Lingkaran Kaum Intelektual Pribumi

Selama menuntut ilmu di Buitenzorg, Soetan Kanaikan berteman karib dengan para pemuda cerdas dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Sorip Tagor Harahap, alumni Europese Lagere School (ELS) Padang Sidempoean yang belajar di sekolah kedokteran hewan (veeartsenschool) sejak 1907.

Pada tahun yang sama saat Soetan Kanaikan lulus (1914), Sorip Tagor melanjutkan studi kedokteran hewan ke Utrecht, Belanda, dan lulus pada 1920 sebagai pribumi pertama yang menyandang gelar dokter hewan setara Eropa. Menariknya, Sorip Tagor ini merupakan tokoh sejarah yang kelak menjadi ompung (kakek buyut) dari figur publik tanah air saat ini, Inez dan Risty Tagor.

Dedikasi Tanpa Batas: Dari Advisor Pemerintah hingga Dirikan Sekolah Swasta

Pasca-lulus, kecakapan Soetan Kanaikan diakui pemerintah Hindia Belanda. Ia diangkat sebagai advisor (penasihat) pertanian dan ditugaskan berpindah-pindah mulai dari Tapanoeli, Pariaman, Painan, Payakumbuh, hingga Aceh.

Pengabdiannya berlanjut hingga ia dipercaya memimpin landbownormaalscholen (Sekolah Guru Pertanian) yang baru dibuka di Padang Panjang. Sayang, akibat krisis keuangan yang melanda pemerintah saat itu, operasional sekolah tersebut terpaksa macet di tengah jalan.

“Kegagalan proyek pemerintah tidak membuat Soetan Kanaikan patah arang. Jiwa pendidik dan kecintaannya pada pertanian justru membawanya pulang ke kampung halaman.”

Pada tahun 1931, ia secara mandiri mendirikan sekolah pertanian swasta di Lubuk Sikaping, ibu kota onderafdeeling Lubuk Sikaping. Langkah ini menjadi oase bagi pemuda-pemuda Pasaman yang ingin mendalami ilmu pertanian modern tanpa harus merantau jauh ke Pulau Jawa.

Suara Tunggal dari Distrik Ophir

Kiprah Soetan Kanaikan tidak hanya mandek di sektor pendidikan dan pertanian, melainkan juga merambah ke dunia politik dan kebijakan. Ketika dewan regional Minangkabauraad dibentuk di Padang pada tahun 1936, Abdoel Azis Nasution gelar Soetan Kanaikan terpilih sebagai satu-satunya perwakilan resmi yang membawa suara dan aspirasi masyarakat dari Ophir Districten.

Kisah Soetan Kanaikan adalah potret nyata dari seorang intelektual awal abad ke-20: belajar setinggi mungkin, berkelana mengumpulkan ilmu, namun pada akhirnya kembali ke akar rumput untuk membangun tanah kelahirannya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Insiden Tabrakan di Bekasi, Perjalanan KA Jarak Jauh Delay

    Pasca Insiden Tabrakan di Bekasi, Perjalanan KA Jarak Jauh Delay

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Stasiun Kereta Api Gambir yang melayani transportasi penumpang jarak jauh terpantau ramai. Sejumlah perjalanan tetap berjalan meskipun ada keterlambatan jadwal pasca insiden tabrakan yang terjadi pada pukul 20:52 WIB semalam. Salah satu penumpang, Asri mengatakan, untuk perjalanannya ke tujuan Kroya yang tadinya dijadwalkan berangkat pada pukul 07:00 WIB mengalami keterlambatan dan berangkat pada […]

  • Siap-Siap Kecewa, Seri Samsung Galaxy Z Fold 8 Kabarnya Lewatkan 3 Peningkatan Penting Ini

    Siap-Siap Kecewa, Seri Samsung Galaxy Z Fold 8 Kabarnya Lewatkan 3 Peningkatan Penting Ini

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 46
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Suksesor ponsel lipat premium Samsung, seri Galaxy Z Fold 8, kini tengah menjadi pusat perhatian menjelang peluncuran resminya yang diperkirakan jatuh pada 22 Juli mendatang. Bersama dengan Galaxy Z Flip 8 dan varian baru Galaxy Z Fold Wide, perangkat ini awalnya diharapkan membawa lompatan teknologi yang masif. Namun, laporan terbaru dari pembocor industri […]

  • Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Harga

    Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Harga

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Belum tuntasnya realisasi bantuan pangan (Banpang) periode Februari–Maret 2026 oleh Bulog jadi sorotan. Program tersebut sejatinya menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Dari total alokasi 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng, realisasi penyaluran dilaporkan baru mencapai 23,46 persen. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex […]

  • Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Pesona, SUMBARBIZ – Batagak kudo-kudo adalah tradisi gotong royong masyarakat Minangkabau untuk menegakkan rangka atap (kuda-kuda) rumah, rumah gadang, atau masjid. Tradisi ini dilakukan bersama-sama oleh warga, menyerupai pesta, yang memperkuat nilai silaturahmi, kerja sama, dan persatuan. Seperti hal nya yang dilakukan oleh masyarakat Talu dalam batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu. […]

  • Polda Metro Jaya Kerahkan 4.131 Personel Amankan Aksi Massa Hari Ini

    Polda Metro Jaya Kerahkan 4.131 Personel Amankan Aksi Massa Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 4.131 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat yang digelar sejumlah elemen masyarakat di berbagai titik wilayah DKI Jakarta pada Kamis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi […]

  • PM Benjamin Netanyahu Targetkan Kuasai Tujuh Puluh Persen Wilayah Jalur Gaza

    PM Benjamin Netanyahu Targetkan Kuasai Tujuh Puluh Persen Wilayah Jalur Gaza

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GAZA – Warga Palestina yang bermukim di sekitar wilayah pembatas atau yang dikenal sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza kini dicekam kecemasan mendalam. Kekhawatiran ini mencuat setelah Israel mengumumkan rencana untuk memperluas wilayah pendudukannya hingga mencakup 70 persen dari total kawasan kantong Palestina tersebut. Kebijakan ini dinilai bakal membuat ruang yang tersisa bagi warga sipil […]

expand_less