Tangkis Narasi Ramalan Kakek Misterius, Publik Diminta Rujuk Data PVMBG
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

sebuah utas (thread) dari akun Threads bernama hsuliz2021 memperlihatkan klaim sepihak akun tersebut yang membawa narasi ramalan mistis usai mendaki gunung dan mengaku bertemu seorang tokoh kakek misterius.
JAKARTA — Jagat media sosial baru-baru ini diresahkan oleh peredaran sebuah utas (thread) dari akun Threads bernama Hsuliz2021 memperlihatkan klaim sepihak akun tersebut yang membawa narasi ramalan mistis usai mendaki gunung dan mengaku bertemu seorang tokoh kakek misterius.
Akun tersebut mengklaim bahwa gempa megathrust besar akan melanda Palu dan Selat Sunda, Bojonegoro akan diguncang gempa, serta Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar. Isu miring ini sempat memicu keresahan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di Kabupaten Magetan, Karanganyar, Ngawi, dan sekitarnya.
Menyikapi fenomena penyesatan informasi tersebut, komunitas edukasi kebencanaan Info Gempa Dunia merilis klarifikasi resmi yang membongkar kepalsuan klaim tersebut secara saintifik namun dibalut pendekatan yang segar dan sarat satire. Mereka menegaskan bahwa seluruh narasi yang diunggah oleh akun Hsuliz2021 berstatus tidak benar, tidak berdasar, dan tidak dapat dipercaya.
“Mari gunakan akal sehat. Coba bayangkan, apakah mungkin roh manusia bisa mengalihkan energi megathrust Indonesia ke luar negeri?” tulis Info Gempa Dunia dalam keterangan tertulisnya.
Empat Fakta Geologis Patahkan Narasi Mistik
Guna memberikan edukasi yang meluruskan misinformasi tersebut, berikut dipaparkan empat poin penjelasan ilmiah berdasarkan data geologi dan vulkanologi resmi:
-
Palu Berada di Jalur Sesar, Bukan Megathrust
Meskipun wilayah Palu memiliki tingkat seismisitas yang aktif, secara geologis kawasan tersebut tidak berada di zona jajaran subduksi megathrust, melainkan berada di jalur Sesar Aktif Palu-Koro. Mekanisme pergerakan bumi antara sesar darat/mendatar sangat berbeda dengan zona subduksi lempeng samudera.
-
Waktu Megathrust Jawa Bagian Barat Tidak Dapat Diprediksi
Segmen megathrust Selat Sunda saat ini telah digabungkan ke dalam peta pemodelan segmen Jawa Bagian Barat. Potensi akumulasi energinya memang nyata, tetapi hingga detik ini belum ada satu pun instrumen teknologi mutakhir di dunia yang mampu memprediksi waktu terjadinya gempa bumi secara spesifik dan presisi.
-
Karakteristik Sesar Bojonegoro Bergerak Sangat Lambat
Berdasarkan studi Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024, wilayah Bojonegoro dilewati oleh Sesar Bojonegoro yang merupakan bagian dari sistem zona sesar RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala). Sesar ini bertipe sesar naik dengan dimensi panjang dan lebar terpetakan sekitar 20 km x 41 km dengan potensi maksimum Magnitudo 6,6. Namun, kecepatan pergeserannya hanya berada di angka 1 mm per tahun. Kecepatan yang sangat lambat ini mematahkan narasi hiperbolis yang menyebut sesar tersebut akan membuat tanah amblas seketika.
-
Gunung Lawu Dipantau Instansi Resmi PVMBG, Bukan Melalui Wangsit
Saat ini, status Gunung Lawu berada pada fase dormant atau sedang beristirahat. Segala parameter aktivitas vulkanik dipantau secara ketat dan real-time selama 24 jam penuh oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menggunakan peralatan telemetri canggih. Apabila terjadi eskalasi aktivitas magma, data resmi akan segera dikeluarkan oleh badan pemerintah tersebut, bukan melalui klaim cerita mistis antah-berantah.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui literasi yang bersumber dari lembaga resmi kedinasan seperti BMKG dan PVMBG, serta menyaring kembali segala bentuk informasi berbasis takhayul yang jamak beredar di linimasa media sosial.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Khairil
