Kemensos Prioritaskan Pasaman Barat Dalam Program ATENSI dan Sekolah Rakyat
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBARBIZ – Perkuat sinergi program perlindungan sosial serta memperjuangkan dukungan program strategis bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melakukan audensi dengan Kementerian Sosial. Langkah itu dinilai untuk mempercepat mendapatkan bantuan dan dapat terealisasi di Tahun 2026 ini.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut melalui percepatan asesmen oleh Dinas Sosial.
“Bantuan ATENSI diharapkan dapat terealisasi pada triwulan III tahun 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Yulianto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).
Dia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga berkomitmen memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia di STPL guna mengurangi permasalahan sosial di daerah, meningkatkan ekonomi keluarga penerima manfaat, serta menurunkan angka kemiskinan.
Dalam kunjungan kerja mulai dari tanggal 27 sampai 28 April itu, Bupati Yulianto didampingi Wakil Bupati M Ihpan dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi.
Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu wilayah kerja Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL). STPL merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial RI.
Tugasnya, berfungsi sebagai pusat rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi keluarga rentan, penyandang disabilitas, lansia terlantar, serta anak yang berhadapan dengan hukum.
Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan pelaksanaan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas di Pasaman Barat.
Program ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan residensial, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Untuk diketahui, pada tahun 2026 Kabupaten Pasaman Barat akan melakukan asesmen terhadap 269 keluarga calon penerima bantuan ATENSI.
Sasaran program ini meliputi keluarga rentan, penyandang disabilitas, dan lansia terlantar yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 2.
Selain ATENSI, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga di prioritaskan oleh Menteri Sosial dalam pembangunan Sekolah Rakyat, serta memperoleh dukungan berbagai program strategis Kementerian Sosial lainnya.
Pasaman Barat diprioritaskan untuk Tahap III pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026/2027, dengan mempertimbangkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.***
- Penulis: Endri Caniago
