Daya Beli Konsumen Premium Tinggi, Apple Diproyeksikan Lepas iPhone 18 Pro Seharga Rp22,9 Juta
- account_circle Bangun S
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Render iPhone 18 Pro | Gambar oleh Jon Rettinger
iPhone — Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Apple, diproyeksikan bakal membanderol produk generasi terbarunya, iPhone 18 Pro, dengan harga fantastis mencapai 1.399 dolar AS atau setara dengan Rp22,94 juta.
Meski diperkirakan mengalami kenaikan harga hingga 300 dolar AS (sekitar Rp4,92 juta) dari generasi sebelumnya, para loyalis Apple diprediksi tidak akan mempermasalahkan nominal tersebut demi mendapatkan perangkat premium.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan para pesaingnya, seperti Samsung, yang dinilai tidak memiliki keleluasaan serupa untuk menaikkan harga secara drastis tanpa risiko kehilangan konsumen.
Berdasarkan analisis mendalam yang dirilis oleh The Wall Street Journal, Apple saat ini kokoh menguasai pasar pembelian telepon pintar (smartphone) kelas atas secara global, sehingga potensi penurunan permintaan akibat kenaikan harga berada pada level minimum.
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Apple berhasil mengirimkan 247,2 juta unit ponsel pintar di seluruh dunia, sedikit di atas Samsung yang mencatatkan angka 240,9 juta unit.
Namun, pada kategori premium (perangkat seharga 600 dolar AS atau Rp9,84 juta ke atas), dominasi Apple mutlak tidak terkejar dengan pengapalan mencapai 219,8 juta unit, sementara Samsung hanya mampu menjual 60,4 juta unit pada segmen yang sama.
Kesenjangan pasar ini kian melebar pada kategori ponsel super premium berharga 1.000 dolar AS (Rp16,4 juta) ke atas, di mana iPhone menguasai tiga perempat pangsa pasar global. Kondisi tersebut memaksa kompetitor besar seperti Samsung, Huawei, dan Google untuk memperebutkan sisa ceruk pasar yang ada.
Alhasil, Apple sukses mengeruk 66 persen dari total laba kotor industri ponsel pintar global, jauh melampaui Samsung yang tertahan di angka 12 persen dan Xiaomi sebesar 2 persen.
Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook, baru-baru ini menjelaskan bahwa lonjakan biaya produksi komponen memori menjadi faktor utama yang membuat kenaikan harga perangkat elektronik di masa mendatang tidak dapat dihindari.
Akibat tren kenaikan harga komponen ini, total pengiriman ponsel pintar secara global diproyeksikan menyusut hingga 14 persen, dari 1,26 miliar unit pada tahun 2025 menjadi 1,09 miliar unit pada kuartal akhir tahun 2026.
Kendati demikian, segmen pasar premium global diperkirakan mampu melawan arus penurunan tersebut dengan proyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 3,5 persen (dari 361 juta unit menjadi 374 juta unit).
Walaupun kekuatan merek Apple terbukti sangat tangguh di mata konsumen, sejumlah analis mengingatkan adanya tantangan jangka panjang akibat lambatnya penetrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Apple serta absennya inovasi ponsel layar lipat yang berpotensi memicu kejenuhan pada segmen pengguna kasual.
- Penulis: Bangun S
- Editor: Hanny
