BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Kejar Target Nasional, Pasaman Barat Perkuat Kapasitas Kader Pengelola Data Stunting

Kejar Target Nasional, Pasaman Barat Perkuat Kapasitas Kader Pengelola Data Stunting

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat, terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.

Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui pelatihan intensif bagi pengelola Aplikasi Pusat Operasional Penurunan Stunting (POPS), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengintegrasikan data dari lapangan secara real-time.

​Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Pemkab Pasaman Barat, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta ini digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Pasaman Barat pada Rabu (17/6).

Pelatihan ini diikuti oleh jajaran perangkat daerah serta Tim POPS dari Nagari Kapa dan Nagari Giri Maju, yang ditunjuk sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project).

​Saat membuka acara mewakili Bupati Pasaman Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menegaskan bahwa masalah tengkes (stunting) masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan terukur dan berbasis data yang valid.

​Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Pasaman Barat tercatat masih berada di angka 26,6 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup jauh dari target capaian nasional yang mematok angka 18 persen pada tahun 2026.

​“Kendala utama dalam percepatan penurunan stunting selama ini adalah kualitas pengelolaan data yang belum optimal. Kita masih menemukan adanya data yang tidak akurat, kurang lengkap, keterlambatan pelaporan, serta belum terintegrasinya data lintas sektor,” ujar Ekadiana di hadapan para peserta.

​Ekadiana menjelaskan, kehadiran aplikasi POPS yang dikembangkan oleh Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta hadir sebagai solusi digital. Platform ini berfungsi memudahkan pengelolaan, pemetaan, hingga penyajian data stunting secara komprehensif hingga ke tingkat pemerintahan terkecil, yakni nagari (desa adat). Dengan sistem ini, pengambilan keputusan dan intervensi kebijakan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kader di tingkat nagari merupakan ujung tombak dari keberhasilan program nasional ini. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembenahan sistem informasi menjadi langkah krusial demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting.

​Di sisi lain, National Program Coordinator Tanoto Foundation, Natasia, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memutus ego sektoral dalam pengumpulan data. Selama ini, data stunting kerap tersebar di berbagai sistem yang berbeda sehingga menyulitkan proses analisis yang mendalam.

​“Kita membutuhkan sistem data tunggal yang terintegrasi, mudah diakses, akurat, valid, dan selalu diperbarui (up-to-date). Aplikasi POPS ini hadir bukan untuk menambah beban kerja para kader, melainkan sebagai alat bantu bersama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting sejak dari tingkat desa,” tegas Natasia.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis, di antaranya Program Manager Yayasan Cipta Indah Eka Novita, Stunting 2.0 National Program Coordinator Yayasan Cipta Muhammad Zaifullah, perwakilan Tanoto Foundation Wilayah Sumatra Felly Ardan, serta perwakilan Yayasan Cipta Pasaman Barat Feri Irawan.

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktisi Hukum Soroti Aroma Bisnis Medis Oknum Dokter PNS Pasaman Barat

    Praktisi Hukum Soroti Aroma Bisnis Medis Oknum Dokter PNS Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ada pemandangan menarik sekaligus menggelitik dalam dinamika pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasaman Barat. Perusahaan perkebunan kelapa sawit skala raksasa di daerah ini tampaknya kompak untuk “berpaling muka” dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) milik pemerintah. Institusi berpelat merah ini sukses terasingkan di tanah sendiri, kalah seksi dibanding klinik swasta yang tumbuh subur bak […]

  • Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Awenk
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH – Geografi tampaknya menjadi pelajaran yang paling menantang bagi penegak Perda di Kota Payakumbuh. Akibat gagal membedakan batas wilayah peta administrasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Payakumbuh sukses menggelar aksi razia “deplu” alias luar negeri di wilayah tetangga. RH selaku Manajer Guest House Nafara kini resmi melayangkan Laporan Pengaduan ke Polres Payakumbuh setelah […]

  • Sebanyak 212 Calon Siswa Polda Sumbar Dinyatakan Lulus Menuju Pendidikan

    Sebanyak 212 Calon Siswa Polda Sumbar Dinyatakan Lulus Menuju Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PADANG — Hari penghakiman bagi para pemburu seragam cokelat di Sumatera Barat akhirnya tiba juga. Polda Sumbar secara resmi mengetuk palu sidang kelulusan tingkat Panitia Daerah (Panda) untuk penerimaan Bintara dan Tamtama Polri TA 2026. Acara yang penuh dengan tetesan air mata kebahagiaan dan tentu saja sedikit drama sport jantung ini digelar mewah di Ruang […]

  • Yung Nikmat Siap Maju sebagai Calon Wali Nagari Ampek Koto Tahun 2026

    Yung Nikmat Siap Maju sebagai Calon Wali Nagari Ampek Koto Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pasaman Barat – Yung Nikmat, yang dikenal sebagai Urang Sumando Datuak Marajo dari Kampung Pisang, Nagari Ampek Koto, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Wali Nagari Ampek Koto pada pemilihan tahun 2026. Sosok yang berprofesi sebagai advokat tersebut saat ini juga menjabat sebagai anggota Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) Ampek Koto. Pengalaman yang dimilikinya dalam bidang hukum […]

  • Gelap Gulita Seminggu, RSUD Pasaman Barat Sukses Bertransformasi Jadi Rumah Hantu

    Gelap Gulita Seminggu, RSUD Pasaman Barat Sukses Bertransformasi Jadi Rumah Hantu

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Pemikiran awam kita biasanya menempatkan rumah sakit sebagai fasilitas publik yang paling benderang demi menjamin keselamatan nyawa manusia. Namun, jika Anda berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat saat matahari terbenam, logika tersebut tampaknya harus disimpan rapat-rapat di dalam laci. Fasilitas medis milik Pemerintah Daerah ini belakangan sukses menyita perhatian […]

  • Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mempertebal kewaspadaan selama sepekan ke depan, terhitung sejak 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau dan masa peralihan (pancaroba), interaksi fenomena atmosfer justru memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Sebelumnya, pada periode 21–24 Mei, masyarakat […]

expand_less