Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Dampak Pemeriksaan Kejari, 449 Petani KUD Rantau Pasaman Mengeluh Lahan PSR Terbengkalai

Dampak Pemeriksaan Kejari, 449 Petani KUD Rantau Pasaman Mengeluh Lahan PSR Terbengkalai

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Ratusan petani kecil yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Rantau Pasaman mengaku mengalami kerugian materiil dan psikologis akibat mencuatnya kasus dugaan korupsi dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Proses penyelidikan yang saat ini berjalan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat dinilai mengganggu fokus kerja petani dan menghambat kelanjutan program di lapangan.

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu perwakilan anggota kelompok tani, Arsal, dalam konferensi pers yang digelar di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, pada Kamis (14/5/2026) lalu.

Menurut Arsal, rentetan pemanggilan pemeriksaan oleh pihak kejaksaan telah memecah konsentrasi para petani. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menggarap dan merawat kebun plasma kini habis tersita demi memenuhi panggilan hukum. Akibatnya, lahan pertanian mereka menjadi terbengkalai.

“Kami sangat berharap lahan plasma ini bisa segera menghasilkan pada waktu yang telah ditentukan demi kelangsungan hidup keluarga. Namun dengan adanya pemanggilan-pemanggilan ini, petani tidak bisa lagi fokus merawat lahan,” keluh Arsal.

Dampak nyata lainnya adalah mandeknya penyerapan sisa dana PSR sebesar Rp830 juta yang masih tersimpan di rekening escrow Bank Nagari Cabang Padang. Dana yang sedianya dialokasikan untuk biaya perawatan tanaman tahun berjalan tersebut terpaksa mengendap secara administratif. Hal ini terjadi karena seluruh pengurus KUD Rantau Pasaman harus mengalihkan fokus untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diminta oleh pihak Kejari Pasaman Barat.

Padahal, para petani menegaskan bahwa program PSR yang difasilitasi oleh KUD Rantau Pasaman selama ini berjalan dengan sangat baik dan sesuai aturan main. Sistem pembayaran pun dinilai transparan karena menggunakan sistem transfer langsung dari rekening escrow ke kontraktor, tanpa melalui uang tunai di tangan pengurus koperasi.

Ketua Poktan Bundo Kanduang, Eli Hardi, menambahkan bahwa realisasi fisik di lapangan sebenarnya sudah rampung 100 persen untuk tahap awal, mulai dari penumbangan pohon, pencacahan (chipping), hingga penanaman bibit baru.

Terkait isu adanya pendanaan lahan di luar skema PSR, Eli mengklarifikasi bahwa area tersebut dibiayai secara mandiri melalui inisiatif penyewaan lahan tumpang sari, bukan menggunakan bantuan pemerintah.

Di sisi lain, Sekretaris KUD Rantau Pasaman, Muhkrim, meluruskan persoalan legalitas dokumen Sporadik yang sempat dipermasalahkan pihak luar. Ia menyatakan dokumen yang ditandatangani Kepala Jorong Pisang Hutan tersebut sah secara adat dan administrasi, karena telah disetujui oleh Pucuak Adat Datuak Sinaro Mangkuto.

Mengenai metode penandatanganan berkas pencairan yang diwakili oleh 32 orang untuk total 449 petani, Ketua KUD Rantau Pasaman, Gusman Syahril, menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari efisiensi administrasi kolektif yang sah. Langkah itu diambil demi mempercepat proses birokrasi di tingkat pusat mengingat rumitnya dokumen jika diurus secara individual.

Pihak petani kini mempertanyakan motif oknum yang melaporkan koperasi mereka tanpa adanya forum musyawarah atau Rapat Anggota Tahunan (RAT) terlebih dahulu.

Di akhir konferensi pers, pengurus KUD Rantau Pasaman menyatakan sikap terbuka terhadap penegakan hukum namun meminta media massa tetap mengedepankan asas keberimbangan informasi agar tidak memperkeruh suasana yang berdampak pada mata pencaharian ratusan petani kecil.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SIMPANG EMPAT – Bupati Pasaman periode 2000–2005 sekaligus Bupati Pasaman Barat periode 2010–2015, H. Baharuddin R, angkat bicara mengenai merosotnya etika dalam penyampaian aspirasi publik saat ini. Tokoh senior Sumatera Barat ini menyayangkan maraknya penggunaan bahasa kasar dan hujatan yang dialamatkan langsung kepada pemimpin daerah. Soroti Etika Berdemokrasi Baharuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kritik di […]

  • Viral Tambang Emas Ilegal Talamau, Lingkungan Rusak, Solar Langka, Tapi Ekonomi Warga Meroket

    Viral Tambang Emas Ilegal Talamau, Lingkungan Rusak, Solar Langka, Tapi Ekonomi Warga Meroket

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 26
    • 0Komentar

    ​PASAMAN BARAT – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) diduga kembali marak di kawasan Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan postingan salah satu pengguna medsos, puluhan alat berat jenis ekskavator dilaporkan kembali beroperasi di sepanjang bantaran sungai setempat. Menurut postingan akun Facebook ‘Jaya Satria’, aktivitas ilegal tersebut diperkirakan sudah berlangsung lama. […]

  • Dorong Kreativitas Digital, Pasaman Barat Bekali 50 Peserta Lomba Video Konten Literasi

    Dorong Kreativitas Digital, Pasaman Barat Bekali 50 Peserta Lomba Video Konten Literasi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar pembekalan intensif bagi 50 peserta lomba video konten literasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Mei 2026, bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Pasaman Barat. Media Digital sebagai Sarana Edukasi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman […]

  • Muda, Berpengalaman, dan Teruji: Ronny Candra untuk Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam

    Muda, Berpengalaman, dan Teruji: Ronny Candra untuk Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Membangun sebuah nagari (desa adat) di era transformasi digital dan keterbatasan anggaran memerlukan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki rekam jejak yang jelas, tetapi juga integritas dan visi yang kuat. Salah satu figur muda yang kini tengah mencuri perhatian masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat adalah Ronny Candra. Saat ini, Ronny mengemban amanah […]

  • Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat Yulianto memperjuangkan bantuan dana tambahan revitalisasi serta rencana pengembangan sekolah terintegrasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen), Jakarta Pusat. Selain itu, Bupati Yulianto juga memperjuangkan rencana pengembangan sekolah terintegrasi, pada Rabu (6/5). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh […]

  • Aktivitas Galian Emas Makin Liar, Bangunan SMPN 3 Rabat Diambang Kehancuran

    Aktivitas Galian Emas Makin Liar, Bangunan SMPN 3 Rabat Diambang Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kian mengkhawatirkan. Bangunan SMPN 3 Ranah Batahan (Rabat) yang berlokasi di Kecamatan Ranah Batahan kini berada di ambang kehancuran. Fasilitas umum tersebut terancam roboh akibat pengikisan lahan (abrasi) yang diduga kuat diperparah oleh aktivitas penambangan emas ilegal di sekitar area sekolah. Ketika Keserakahan […]

expand_less