Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ironi Pasaman Barat: Truk Logistik Kehabisan Solar, Alat Berat Tambang Ilegal Diduga Kenyang BBM Subsidi

Ironi Pasaman Barat: Truk Logistik Kehabisan Solar, Alat Berat Tambang Ilegal Diduga Kenyang BBM Subsidi

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, kian memprihatinkan. Kondisi ini tidak hanya memicu antrean kendaraan yang mengular hingga menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mendongkrak harga di tingkat eceran hingga menembus angka Rp15.000 per liter.

Krisis distribusi ini diduga kuat terjadi akibat maraknya aksi pengisian berulang oleh oknum penimbun atau “pelangsir”. Berdasarkan investigasi dan laporan masyarakat, pasokan Solar subsidi tersebut disinyalir bocor untuk menyuplai bahan bakar alat berat jenis ekskavator di sejumlah kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kuota kiriman Bio Solar sebesar 16 ton yang disediakan oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) habis dalam sekejap sebelum tengah hari. Fenomena ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menciptakan pemandangan kemacetan harian di ruas jalan sekitar SPBU setiap pagi.

Akibat lambatnya proses pelayanan dan padatnya antrean, para pengemudi harus menghabiskan waktu hingga lima jam hanya untuk memajukan kendaraan sejauh 300 meter menuju pompa pengisian. Dampaknya langsung memukul sektor angkutan logistik, seperti truk ekspedisi lintas provinsi dan armada pengangkut sembako.

“Kami yang membawa barang-barang pokok ini sering kali gigit jari karena Solar sudah habis sebelum siang. Jika harus bertahan menunggu keesokan harinya, pasokan sembako terancam rusak. Kami terpaksa membeli solar eceran seharga Rp15.000 per liter agar operasional tetap berjalan, meskipun ongkos jalan kami sangat pas-pasan,” keluh salah seorang sopir truk logistik.

Kecurigaan masyarakat terhadap runtuhnya sistem distribusi tepat sasaran ini diperkuat dengan kehadiran truk-truk non-produktif atau tidak layak jalan yang rutin mengantre demi mengisi penuh tangki bahan bakar secara berkala. Armada tersebut diduga dimodifikasi sebagai alat lansir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, aliran Bio Solar bersubsidi ini disinyalir kuat mengalir ke beberapa titik aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Pasaman Barat, antara lain di kawasan Tombang, Rimbo Janduang, Astra Kiawai, Paroman, Sungai Aur, Koto Balingka, dan Ranah Batahan.

Secara regulasi, sektor industri dan pertambangan dilarang keras menggunakan BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan transportasi publik.

Kondisi tersebut kian diperparah oleh efek domino kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Dexlite. Disparitas harga yang terlampau jauh memicu migrasi massal pengguna kendaraan diesel ke Bio Solar subsidi.

Menanggapi situasi yang berlarut-larut ini, masyarakat Pasaman Barat mendesak Pemerintah Daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengambil tindakan konkret.

Warga meminta adanya pengawasan ketat terhadap sistem digitalisasi (QR Code), razia berkala terhadap kendaraan pelangsir, serta penindakan hukum secara tegas terhadap aktor intelektual di balik penyelewengan BBM subsidi ke sektor pertambangan ilegal.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jeritan Nelayan Pasaman Barat: Jatah Solar Dibatasi, Belasan ABK Terancam Menganggur

    Jeritan Nelayan Pasaman Barat: Jatah Solar Dibatasi, Belasan ABK Terancam Menganggur

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Kelompok nelayan tradisional pengguna kapal jenis “Cin-cin” di Kabupaten Pasaman Barat kini tengah menghadapi situasi sulit. Kebijakan baru yang membatasi kuota pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dinilai mencekik urat nadi perekonomian mereka. ​Jika sebelumnya para nelayan bebas mengambil solar sesuai dengan kuota jatah […]

  • Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PADANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat melayangkan tantangan terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Jenderal bintang dua ini didesak untuk membuktikan integritasnya dengan memberantas tuntas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah bertahun-tahun merenggut nyawa warga di “Ranah Minang”. Desakan keras ini dipicu oleh tragedi kemanusiaan […]

  • Update: 14 Tewas dan 84 Terluka Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL di Bekasi

    Update: 14 Tewas dan 84 Terluka Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL di Bekasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur dilaporkan korban tewas bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, ada 84 orang korban yang terluka. “Update pada pukul 08.45 WIB sebanyak orang 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan […]

  • Gagalkan Peredaran Lintas Provinsi, BNN Sumbar Sita 150 Kilogram Ganja di Agam

    Gagalkan Peredaran Lintas Provinsi, BNN Sumbar Sita 150 Kilogram Ganja di Agam

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PADANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi dengan menyita barang bukti berupa ganja kering seberat 150 kilogram. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat orang tersangka di wilayah Kabupaten Agam. Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Polisi Ricky Yanuarfi, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari […]

  • Tak Main-Main, Forkopimda Sumbar Sepakat Tindak Tegas Ratusan Tambang Emas Tanpa Izin

    Tak Main-Main, Forkopimda Sumbar Sepakat Tindak Tegas Ratusan Tambang Emas Tanpa Izin

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle Hanny
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengonfirmasi bahwa aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya kini kian masif dan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pemetaan terbaru melalui citra satelit, diperkirakan terdapat sekitar 200 hingga 300 titik tambang emas ilegal yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. ​Fakta mengejutkan ini […]

  • Tembus Pasar Malaysia, Jagung Hasil Panen Raya Pasaman Barat Siap Diekspor!

    Tembus Pasar Malaysia, Jagung Hasil Panen Raya Pasaman Barat Siap Diekspor!

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Irfan Dt Sampono
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kabupaten Pasaman Barat kembali membuktikan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis. Pada Sabtu (16/5/2026), Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri langsung gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dipusatkan di Jorong Bandarajo, Nagari Lingkuang Aua Bandarajo, Kecamatan Pasaman. Bukan sekadar panen biasa, momentum ini merupakan bagian dari agenda akbar nasional yang […]

expand_less