Pulihkan Sektor Pertanian, Perbaikan Sawah Terdampak Bencana di Pasaman Barat Capai 80 Persen
- account_circle Hanny
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- print Cetak

Lahan pertanian di Pasaman Barat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat kemajuan signifikan dalam pemulihan infrastruktur pertanian pascabencana. Hingga pertengahan Mei 2026, pengerjaan fisik perbaikan lahan sawah rusak ringan yang terdampak bencana alam dilaporkan telah mencapai 80 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menegaskan bahwa pemerintah terus memacu pengerjaan di lapangan agar lahan pertanian dapat segera berfungsi normal kembali.
“Pengerjaannya terus kita pacu. Untuk perbaikan fisiknya telah mencapai 80 persen dari luas 172 hektare di Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau,” ujar Afdal saat memberikan keterangan di Simpang Empat, Rabu.
Sebaran Lahan dan Instruksi Menteri
Pengerjaan yang sedang berlangsung saat ini mencakup dua wilayah terdampak. Di Kecamatan Ranah Batahan, perbaikan dilakukan pada lahan seluas 95 hektare yang dikelola oleh lima kelompok tani. Sementara di Kecamatan Talamau, pengerjaan mencakup 77 hektare lahan milik tiga kelompok tani.
Program ini merupakan bentuk nyata optimalisasi lahan (oplah) terdampak bencana sesuai dengan instruksi langsung dari Menteri Pertanian. Langkah ini diambil guna menanggulangi dampak banjir dan lumpur yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Alokasi Anggaran Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi telah mengucurkan dana sekitar Rp6,14 miliar untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Pasaman Barat. Anggaran tersebut disalurkan langsung kepada kelompok tani yang terdampak.
Secara rinci, optimalisasi lahan seluas 172 hektare yang terdampak bencana menelan biaya Rp5,5 juta per hektare, dengan total Rp998,46 juta. Selain itu, terdapat pula pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan non-rawa (reguler) seluas 754 hektare dengan anggaran mencapai Rp4,18 miliar.
Tak hanya fokus pada lahan, pemerintah juga mengalokasikan Rp1,22 miliar untuk pembangunan 10 unit dam parit sebagai upaya konservasi air dan antisipasi anomali cuaca, dengan biaya per unit sebesar Rp120 juta.
Usulan Tambahan untuk Kerusakan Berat
Meski progres berjalan pesat, Pemkab Pasaman Barat tetap mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi ke Kementerian Pertanian. Usulan ini bertujuan untuk menangani kerusakan yang belum terakomodasi dalam program saat ini.
Beberapa poin usulan tambahan tersebut meliputi rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare, rehabilitasi lahan rusak berat seluas 50 hektare, penambahan lima unit dam parit, serta bantuan rehabilitasi untuk 20 unit jaringan irigasi tersier.
Upaya komprehensif ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas sawah di Pasaman Barat dan memperkuat ketahanan pangan daerah pascabencana.***
- Penulis: Hanny
