Akselerasi Layanan Kesehatan Sumbar: RSUD Pasaman Barat Masuk Target Pemerataan Dokter Spesialis
- account_circle Hanny
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- print Cetak

Ilustrasi: Delapan Puskesmas di Sumbar Butuh Tambahan Nakes
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PADANG – Provinsi Sumatera Barat terus memacu peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan. Meski indeks pembangunan manusia (IPM) Sumatera Barat berhasil meroket ke peringkat keenam nasional, tantangan pemenuhan tenaga medis ahli masih menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Aklima, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memerlukan tambahan tenaga kesehatan (nakes) agar dapat melayani masyarakat secara optimal.
“Ada delapan Puskesmas lagi yang masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan. Puskesmas ini tersebar di Mentawai, Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan,” ujar Aklima pada Kamis (14/5/2026).
Fokus Kelengkapan Dokter Spesialis
Selain di tingkat Puskesmas, perhatian serius juga tertuju pada fasilitas rumah sakit plat merah. Dari 25 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Sumbar, baru 16 rumah sakit yang memiliki formasi lengkap tujuh dokter spesialis dasar.
Salah satu yang kini tengah dalam upaya pemenuhan standar kelengkapan tersebut adalah RSUD Pasaman Barat. Bersama sembilan rumah sakit lainnya, seperti RSUD Tapan dan RSUD Kepulauan Mentawai, RSUD Pasaman Barat menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warga di wilayah kabupaten tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke ibu kota provinsi hanya untuk mendapatkan layanan spesialis.
Sebagai benteng pertahanan terakhir, Sumbar tetap mengandalkan RSUP Dr. M. Djamil Padang yang sudah berstatus Kelas A sebagai pusat rujukan utama di Ranah Minang.
Capaian IPM yang Gemilang
Upaya pembenahan infrastruktur kesehatan ini berbanding lurus dengan tren positif kualitas hidup masyarakat. Data terbaru menunjukkan IPM Sumatera Barat periode 2024-2026 tumbuh meyakinkan.
Pada tahun 2025, IPM Sumbar tercatat menyentuh angka 77,27, naik 0,84 poin atau tumbuh 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Sumatera Barat di posisi elite nasional, membuktikan bahwa sinergi antara pembangunan fasilitas kesehatan dan SDM mulai membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat.***
- Penulis: Hanny
