BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Muharram, Bulan Haram yang Sarat Nilai Ibadah dan Hikmah

Muharram, Bulan Haram yang Sarat Nilai Ibadah dan Hikmah

  • account_circle Said Khairil Ibad
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

Jakarta – Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Selain menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk dalam empat bulan suci atau asyhurul hurum yang dimuliakan Allah SWT.

Bagi umat Islam, Muharram tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi spiritual, meningkatkan ketakwaan, serta memperbaiki kualitas kehidupan pribadi maupun sosial.

Dalam penanggalan Hijriah terdapat 12 bulan, dan Allah SWT menetapkan empat bulan sebagai bulan-bulan yang dimuliakan. Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Tiga di antaranya berlangsung secara berurutan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, sedangkan Rajab berada di antara Jumadal Ula dan Sya’ban.

Sejarah Penamaan Muharram

Secara historis, sebelum kalender Hijriah ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab, bulan Muharram dikenal dengan nama Shafar Awal karena posisinya berada sebelum bulan Shafar.

Ketika penyusunan kalender Islam dilakukan dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal perhitungan tahun, Umar bin Khattab kemudian menetapkan nama Muharram untuk bulan tersebut.

Secara bahasa, Muharram berarti “diharamkan” atau “dilarang”. Penamaan ini berkaitan dengan larangan peperangan yang berlaku pada bulan tersebut, sebuah tradisi yang telah dikenal masyarakat Arab sejak masa sebelum Islam dan kemudian diperkuat dalam syariat Islam.

Dalam tafsir yang dinukil dari Ibnu Katsir, Muharram disebut sebagai bulan yang memiliki kehormatan dan kemuliaan yang tinggi. Pada masa lampau, masyarakat Arab memandang bulan ini sebagai waktu yang tidak layak dicemari oleh konflik maupun peperangan.

Sebaliknya, bulan Shafar dikenal sebagai masa ketika masyarakat Arab melakukan perjalanan jauh dan peperangan, sehingga rumah-rumah mereka kerap kosong karena ditinggalkan penghuninya.

Momentum Memaknai Hijrah

Muharram tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Bulan ini menjadi pengingat akan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang mengandung makna perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Nilai hijrah dipahami sebagai proses transformasi diri dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih mulia. Hijrah juga mengajarkan perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, dari ketidakadilan menuju keadilan, serta dari kelalaian menuju ketakwaan.

Karena itu, pergantian tahun Hijriah sering dimanfaatkan umat Islam sebagai momentum evaluasi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.

Hari Asyura dan Peristiwa Bersejarah

Salah satu momen penting dalam bulan Muharram adalah Hari Asyura yang diperingati setiap tanggal 10 Muharram.

Dalam sejarah Islam, Hari Asyura memiliki sejumlah peristiwa penting. Di antaranya adalah penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Selain itu, tanggal tersebut juga dikenang sebagai hari terjadinya tragedi Karbala yang menimpa cucu Rasulullah SAW, Imam Husain RA.

Peristiwa-peristiwa tersebut menjadikan Hari Asyura memiliki makna sejarah dan spiritual yang kuat dalam tradisi Islam.

Dianjurkan Memperbanyak Amal Saleh

Muharram juga dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Selain meningkatkan ibadah, umat Islam juga dianjurkan memperkuat kepedulian sosial, membantu sesama, mempererat tali silaturahmi, serta memperbanyak amal kebajikan.

Para ulama menilai Muharram sebagai waktu yang tepat untuk memperbarui niat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, Muharram menjadi bulan yang sarat makna dan hikmah. Kehadirannya mengingatkan umat Islam untuk menjadikan setiap pergantian waktu sebagai kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta menapaki kehidupan yang lebih baik demi meraih ridha Allah SWT.

  • Penulis: Said Khairil Ibad
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 59
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mempertebal kewaspadaan selama sepekan ke depan, terhitung sejak 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau dan masa peralihan (pancaroba), interaksi fenomena atmosfer justru memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Sebelumnya, pada periode 21–24 Mei, masyarakat […]

  • Keponakan Anggota DPRD Pasaman Barat Koma Diinjak Pelaku Misterius Naik Motor Matik

    Keponakan Anggota DPRD Pasaman Barat Koma Diinjak Pelaku Misterius Naik Motor Matik

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Selamat datang di era di mana nongkrong sehat usai memeras keringat bisa berujung pada petualangan medis di rumah sakit. Nasib kurang beruntung ini dialami oleh tiga pemuda tangguh di Pasaman Barat pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekira pukul 01.15 WIB. ​Niat hati hanya ingin melepas penat setelah seharian membanting tulang memasang tenda […]

  • Bocoran iPhone 20 Pro: Generasi Masa Depan Apple yang Siap Singkirkan Dynamic Island

    Bocoran iPhone 20 Pro: Generasi Masa Depan Apple yang Siap Singkirkan Dynamic Island

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 48
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Apple dilaporkan tengah mempersiapkan peta jalan (roadmap) radikal tiga tahun untuk lini smartphone andalannya. Langkah ini diambil guna mendobrak kejenuhan desain yang dinilai monoton pada beberapa generasi terakhir. Puncaknya dirumorkan bakal terjadi pada peluncuran iPhone 20 Pro—sebuah edisi khusus peringatan 20 tahun iPhone yang diproyeksikan melompati penamaan seri 19. Bocoran visual dan spesifikasi dari […]

  • Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    Tuduh Penginapan Nakal Tanpa Sidang, Kasat Pol PP Payakumbuh Dipolisikan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Awenk
    • visibility 83
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH – Geografi tampaknya menjadi pelajaran yang paling menantang bagi penegak Perda di Kota Payakumbuh. Akibat gagal membedakan batas wilayah peta administrasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Payakumbuh sukses menggelar aksi razia “deplu” alias luar negeri di wilayah tetangga. RH selaku Manajer Guest House Nafara kini resmi melayangkan Laporan Pengaduan ke Polres Payakumbuh setelah […]

  • Resmi! Ini Jadwal dan Panduan Lengkap PPDB PAUD, SD, SMP di Pasaman Barat 2026

    Resmi! Ini Jadwal dan Panduan Lengkap PPDB PAUD, SD, SMP di Pasaman Barat 2026

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Irfan Dt Sampono
    • visibility 114
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat secara resmi menerbitkan Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2026/2027. Surat edaran yang ditetapkan langsung pada 30 Maret 2026 oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Imter Pedri, bertujuan untuk […]

  • Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pesona, SUMBARBIZ – Batagak kudo-kudo adalah tradisi gotong royong masyarakat Minangkabau untuk menegakkan rangka atap (kuda-kuda) rumah, rumah gadang, atau masjid. Tradisi ini dilakukan bersama-sama oleh warga, menyerupai pesta, yang memperkuat nilai silaturahmi, kerja sama, dan persatuan. Seperti hal nya yang dilakukan oleh masyarakat Talu dalam batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu. […]

expand_less