Kampung Nelayan Modern Siap Dibangun, Wilayah Pasaman Barat Terbanyak di Sumbar
- account_circle Bangun S
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- print Cetak

Kapal Cin-cin nelayan tradisional pesisir pantai Pasaman Barat
PADANG – Ada kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh elemen masyarakat pesisir di Ranah Minang. Jika selama ini kawasan pesisir kerap diidentikkan dengan wilayah yang tertinggal atau minim infrastruktur modern, maka tahun ini pandangan tersebut tampaknya akan segera kedaluwarsa.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, melalui akun media sosial resminya membawa angin segar mengenai turunnya proyek pembangunan berskala masif dari pemerintah pusat.
Tidak tanggung-tanggung, tahun ini tercatat ada 26 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dibangun tersebar di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sumatra Barat.
Langkah strategis ini dinilai bukan sekadar urusan memoles wajah desa agar terlihat cantik di kamera, melainkan sebuah lompatan besar untuk menata masa depan dan menggemukkan isi dompet para nelayan lokal secara berkelanjutan.
Bedah Fasilitas Premium: Dari Urusan Tambatan Kapal hingga Pabrik Es
Berdasarkan rincian infografis, konsep yang diusung oleh proyek besutan Presiden Prabowo Subianto ini adalah kawasan perikanan terpadu. Artinya, semua sarana penunjang aktivitas melaut dari hulu ke hilir akan disediakan secara bertahap sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Beberapa infrastruktur dan fasilitas kelas wahid yang siap memanjakan masyarakat meliputi:
- Dermaga atau tempat tambatan perahu yang representatif guna mempermudah aktivitas sandar kapal tanpa drama tersangkut karang.
- Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern agar hasil tangkapan laut bernilai tinggi dan bisa dijual dengan harga yang jauh lebih stabil.
- Fasilitas cold storage (gudang pendingin) berteknologi tinggi demi menjaga kesegaran ikan agar tidak cepat membusuk.
- Penyediaan pabrik es (ice flake/ice block) mandiri sebagai instrumen utama penunjang rantai dingin industri perikanan.
- Sentra pembinaan dan pengolahan hasil laut terpadu guna meningkatkan nilai tambah produk mentah menjadi barang jadi bernilai ekonomi tinggi.
Sebaran Lokasi KNMP: Menjangkau Daerah Pasaman Barat hingga Kepulauan Mentawai
Menilik lembar data tabel yang tercantum, lokasi pembangunan program prioritas ini tersebar rapi di beberapa daerah pesisir andalan. Wilayah Pasaman Barat tercatat mendominasi di beberapa titik kelurahan seperti Maligi, Sasak, Ranah Pasisie, Sungai Beremas (Aia Bangih), dan Kinali (Katiagan).
Tidak ketinggalan, daerah Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, hingga Kota Padang pun ikut kebagian jatah porsi pembangunan ini.
Pihak pemerintah daerah melalui Vasco Ruseimy mengingatkan bahwa tidak semua lokasi akan menerima paket fasilitas yang persis seragam. Pembagian item infrastruktur akan disesuaikan secara dinamis berbasis pada pemetaan kebutuhan kawasan masing-masing desa.
Sinergi Pusat-Daerah: Mari Kawal dan Jemput Program Prioritas
Hadirnya proyek masif ini tentu menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang apik antara daerah dan pusat bisa menghasilkan buah yang manis untuk masyarakat kecil.
Penataan wilayah pesisir ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional melaut menjadi lebih efisien sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi kaum ibu-ibu di sektor hilir pengolahan perikanan.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besarnya untuk Sumatera Barat. Kebijakan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sumbar. Bismillah, kita jemput terus program pusat untuk Sumbar,” ungkap Vasco Ruseimy dengan nada optimis.
Kini tugas bersama bagi segenap warga Sumatra Barat adalah menjaga, merawat, dan mengawal agar proses eksekusi pembangunan fisik di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan.
Mari kita bersiap menyambut era baru kawasan pesisir yang bersih, tertata, produktif, dan tentunya penuh dengan cuan hasil laut!
- Penulis: Bangun S
- Editor: Hanny
