SPBU Gunung Tuleh Bikin Heboh, Stok Pertalite Masih Banyak Tapi Ogah Dijual ke Warga
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak

SPBU Gunung Tuleh Diduga Timbun Pertalite: Kuota Habis tapi Minyak Masih Ada, Aneh Bin Ajaib!
PASAMAN BARAT – Sebuah fenomena “aneh bin ajaib” baru saja terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Di saat rakyat jelata alias rakyat badarai rela berjemur dan mengantre panjang demi setetes BBM bersubsidi jenis Pertalite, pihak pom bensin justru mendadak menutup kran penjualan dengan alasan yang bikin dahi mengkerut yakni kuota harian sudah terpenuhi.
Kejadian yang memicu ketegangan ini berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB. Puluhan pengendara yang sudah telanjur mengantre berjam-jam terpaksa gigit jari.
Kekesalan warga memuncak karena penutupan ini bukan disebabkan oleh tangki penyimpanan Pertamina yang kosong melompong, melainkan karena kebijakan sepihak dari manajemen internal SPBU milik pengusaha berinisial Haji Munar tersebut.
Kronologi Antrean Berujung Nestapa: Minyak Ada, Petugas Kabur
Narasumber di lokasi kejadian, seorang pengendara bernama Junir Sikumbang, menuturkan bahwa sore itu ada sekitar 30 sampai 40 kendaraan yang sedang mengantre tertib. Harapan mereka untuk mengisi tangki kendaraan mendadak sirna ketika petugas pompa secara sepihak menghentikan pelayanan.
“Atas perintah pemilik, kata petugas pompa bahwa tidak bisa dijual karena penuh kuota dan dijual besok kembali,” ungkap Junir dengan nada kesal kepada Sumbarbiz.
Kejanggalan pun mulai tercium. Pihak pengelola SPBU secara terbuka mengakui bahwa pasokan BBM bersubsidi sebenarnya baru saja masuk pada siang hari.
Artinya, stok Pertalite di dalam tangki pendam masih melimpah ruah. Namun, baru menginjak pukul 16.30 WIB, aktivitas penjualan langsung dihentikan total.
Melihat ketidakadilan di depan mata, gesekan pun tak terhindarkan. Sempat terjadi keributan dan adu mulut yang cukup sengit antara para pengendara yang emosi dengan petugas pompa.
Alih-alih memberikan solusi atau menenangkan massa, para petugas justru memilih jurus “langkah seribu” alias kabur meninggalkan area pom bensin.
Antara Kuota Gaib dan Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi
Masyarakat tentu paham jika Pertalite habis karena terserap pasar. Namun, yang membuat warga meradang adalah fakta bahwa barangnya ada, tetapi sengaja disimpan.
Kebijakan “kuota penjualan terpenuhi” yang diterapkan oleh SPBU Gunung Tuleh ini dinilai sangat tidak masuk akal dalam mekanisme distribusi BBM bersubsidi yang diawasi oleh Pertamina.
“Kalau sudah habis kami maklum, tapi minyak ada ini yang buat kita sesalkan. Kita tidak tahu bagaimana mekanisme penjualan SPBU di sini, apakah berdasarkan kuota?” cecar Junir.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pemilik maupun pihak pengelola SPBU Gunung Tuleh belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait keresahan warga serta alasan pasti di balik penghentian mendadak penjualan BBM bersubsidi tersebut.
Situasi kocak sekaligus tragis ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat Pasaman Barat. Di tengah kondisi negara yang sedang “tidak baik-baik saja” dan sulitnya mendapatkan Pertalite, tindakan menahan stok ini patut diduga sebagai indikasi adanya praktik penimbunan BBM bersubsidi untuk keuntungan sepihak.
Warga pun kini mengetuk pintu hati para aparat penegak hukum dan pihak berwenang agar segera turun tangan memeriksa manajemen SPBU Gunung Tuleh. Rakyat hanya ingin membeli hak mereka secara legal, bukan disuguhi drama “kuota gaib” di sore hari.
- Penulis: Irfansyah P
