BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Sumatera Darurat Ekologis: 9 Daerah WALHI Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera untuk Selamatkan Pulau Emas

Sumatera Darurat Ekologis: 9 Daerah WALHI Deklarasikan Aliansi Daulat Sumatera untuk Selamatkan Pulau Emas

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

PEKANBARU — Krisis ekologis yang melanda Pulau Sumatera dinilai telah mencapai fase kehancuran yang masif dan terstruktur. Menanggapi kondisi darurat ini, sembilan Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) se-Sumatera secara resmi mendeklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) dalam konsolidasi regional di Pekanbaru, Senin (25/5/2026).

Wadah perjuangan bersama ini dibentuk sebagai respons kolektif atas rusaknya hutan, sungai, pesisir, gambut, dan lahan masyarakat akibat eksploitasi berlebihan industri ekstraktif serta dampak nyata krisis iklim.

“Bencana ekologis di Sumatera bukan lagi fenomena alam biasa, melainkan buah dari keserakahan korporasi dan penguasa yang diperparah buruknya krisis tata kelola sumber daya alam,” tegas Ersyah H Suhada, Direktur WALHI Sumatera Selatan dalam siaran persnya.

Krisis Ekologis Sumatera dalam Angka: 5 Juta Warga Jadi Korban

Berdasarkan catatan integratif WALHI dari ujung Aceh hingga Lampung, dampak kehancuran alam tidak lagi sekadar ancaman di atas kertas, melainkan realitas mengerikan yang menelan korban jiwa.

Sekitar 5 juta masyarakat miskin di Sumatera kini menjadi kelompok paling rentan. Mereka menghadapi kepungan bencana multidimensi:

  • Ancaman Jiwa & Fisik: Korban jiwa dan luka-luka akibat banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, hingga abrasi.

  • Kemiskinan Struktural: Kehilangan lahan garapan bagi petani, nelayan, dan pekebun akibat perluasan konsesi industri dan intrusi air laut.

  • Krisis Kesehatan & Pangan: Gagal panen berulang, sulitnya akses air bersih, serta meroketnya penyakit ISPA, diare, dan malaria pasca-bencana.

  • Pengungsian Paksa: Jutaan warga terancam kehilangan rumah akibat konflik agraria dan penggusuran lahan.

Rapor Merah Kerusakan Lingkungan per Wilayah

Aliansi Andalas memaparkan fakta-fakta mencengangkan terkait kerusakan lingkungan di berbagai provinsi:

1. Aceh & Sumatera Utara: Rimba Terakhir yang Sekarat

  • Aceh: Sekitar 40% hingga 60% Daerah Aliran Sungai (DAS) utama—seperti DAS Singkil, Jambo Aye, dan Peusangan—rusak parah akibat pembalakan liar dan industri di kawasan lindung.

  • Sumatera Utara: Eksploitasi proyek ekstraktif menjarah Ekosistem Leuser dan Batang Toru. Kerusakan hulu ini menjadi dalang utama banjir bandang di Tapanuli, Sibolga, Langkat, Deli Serdang, hingga Kota Medan, sekaligus mengancam habitat Orangutan Tapanuli dan Harimau Sumatera.

2. Sumatera Barat: Gurita Tambang Emas Ilegal (PETI)

Aktivitas tambang emas ilegal merambah 9 kabupaten/kota dengan luas kerusakan melebihi 10.000 hektare dan telah merenggut 50 korban jiwa (2012–2026). Diduga dibekingi oknum aparat dengan alat berat, aktivitas PETI turut mencemari DAS Indragiri hingga ke Riau serta memicu kekerasan berdarah terhadap pejuang lingkungan lokal seperti Nenek Saudah di Pasaman dan Wilson di Solok Selatan.

3. Riau & Jambi: Karhutla Gambut dan Pengusiran Masyarakat Adat

  • Riau: Menjadi provinsi dengan titik panas (hotspot) tertinggi di Sumatera akibat kegagalan tata kelola lahan gambut yang didominasi konsesi sawit dan HTI.

  • Jambi: Terjadi kekerasan struktural berupa peminggiran masyarakat adat. Salah satu potret nyata adalah perjuangan 7 Tumenggung Suku Anak Dalam yang melawan perampasan hutan tempat tinggal mereka yang diubah menjadi perkebunan dan tambang.

4. Bengkulu & Lampung: Konflik Agraria dan Tata Ruang Urban yang Mandek

  • Bengkulu: Terdapat 17 titik konflik agraria tak berujung seluas 87.588 hektare. Ironisnya, petani di Pino Raya yang menggarap lahan justru dikriminalisasi dan ditembak oleh oknum keamanan korporasi.

  • Lampung: Pengelolaan sampah perkotaan masih buruk dengan sistem open dumping. WALHI Lampung juga mengkritik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berisiko menyebarkan polutan beracun serta minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

5. Sumatera Selatan & Kepulauan Bangka Belitung: Banjir Bandang dan Krisis Laut

  • Sumatera Selatan: Sepanjang Januari hingga awal Maret 2026, tercatat 33 hingga 34 peristiwa banjir dan longsor di 14 kabupaten/kota yang merendam 25 ribu rumah warga dan merusak belasan ribu hektare sawah.

  • Bangka Belitung: Tambang timah menghancurkan 67.000 hektare terumbu karang (64.517 hektare di antaranya rusak permanen) dan memusnahkan 240.467 hektare hutan mangrove, mematikan mata pencaharian nelayan tradisional.

Pernyataan Sikap & Tuntutan Aliansi Andalas

Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) menegaskan bahwa seluruh Pemerintah Daerah di Sumatera telah gagal total melindungi daya dukung lingkungan dan gagal membangun kerja sama berbasis ekoregion. Sumatera harus dikelola sebagai satu tubuh ekologis yang utuh, bukan terkotak-kotak oleh batas administrasi politik provinsi.

Menyikapi hal tersebut, Koordinator Andalas, Ahmad Shalihin, menyampaikan poin tuntutan mendesak kepada para Gubernur se-Sumatera dan Pemerintah Pusat:

  1. Segera gelar Pertemuan Khusus Gubernur se-Sumatera untuk merumuskan Solusi Penyelamatan Ekologi Sumatera yang terintegrasi.

  2. Berikan pengakuan hukum penuh terhadap Wilayah Kelola Rakyat (WKR) bagi masyarakat adat dan komunitas lokal.

  3. Selamatkan hutan tersisa dan pesisir dengan mencabut izin konsesi industri besar (Sawit, Tambang, HTI) yang merusak lingkungan, termasuk IUP timah di perairan esensial Bangka Belitung.

  4. Tegakkan hukum lingkungan secara radikal tanpa pandang bulu terhadap korporasi penjahat lingkungan.

  5. Lakukan pemulihan masif pada ekosistem esensial seperti gambut, mangrove, dan daerah aliran sungai (DAS).

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Bhayangkara Ke-80 Kapolres Pasaman Barat Bedah Rumah Nenek Kartini

    Hari Bhayangkara Ke-80 Kapolres Pasaman Barat Bedah Rumah Nenek Kartini

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KINALI – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat prasejahtera melalui program kemanusiaan. Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, memimpin langsung pelaksanaan bakti sosial sekaligus peletakan batu pertama program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) pada Selasa, 9 Juni 2026. Program […]

  • Penganiayaan Brutal di Jalur 32 Pasaman Barat, Pejalan Kaki Dihajar Hingga Pingsan

    Penganiayaan Brutal di Jalur 32 Pasaman Barat, Pejalan Kaki Dihajar Hingga Pingsan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Jalan Raya Soekarno Hatta, tepatnya di Jalur 32 sekitar Rumah Makan (RM) Barangin, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mendadak berubah fungsi menjadi arena smackdown tanpa tiket resmi pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Sebuah atraksi premanisme lokal tersaji gratis di bawah tontonan langit malam yang sepi, meninggalkan satu […]

  • Trump ke Netanyahu: Tolong Sisa Kewarasan Soal Lebanon Dijaga Ya, Bos!

    Trump ke Netanyahu: Tolong Sisa Kewarasan Soal Lebanon Dijaga Ya, Bos!

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 26
    • 0Komentar

    WASHINGTON – Hubungan diplomasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Israel tampaknya kembali diwarnai oleh bumbu retorika yang mengocok perut publik dunia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini melontarkan pernyataan tidak biasa dengan menyebut bahwa Washington harus turun tangan langsung untuk menjaga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tetap berada dalam kondisi “sedikit waras” […]

  • Update Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Rabu 10 Juni 2026

    Update Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Rabu 10 Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) merilis pembaruan data harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit harian untuk wilayah Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu, 10 Juni 2026. Data berkala ini diterbitkan berdasarkan hasil pemantauan harga harian oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pasaman Barat terhadap sejumlah Perusahaan […]

  • Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMATRA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Publik mengeluarkan analisis cuaca terbaru. Meskipun musim kemarau dilaporkan mulai memasuki wilayah Indonesia secara bertahap, potensi cuaca ekstrem di kawasan Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Sumatra Barat, dinilai belum sepenuhnya menurun. Aktifnya Monsun Australia saat ini memicu udara kering yang mulai mendominasi wilayah Indonesia bagian […]

  • Klaim Sepihak? Trump Sebut Kesepakatan Program Nuklir Iran Sudah di Depan Mata

    Klaim Sepihak? Trump Sebut Kesepakatan Program Nuklir Iran Sudah di Depan Mata

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 28
    • 0Komentar

    WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan membatalkan rencana serangan militer strategis terhadap Iran. Keputusan krusial ini diambil setelah dirinya mengklaim bahwa negosiasi dengan jajaran kepemimpinan tertinggi Teheran telah mencapai tahap akhir dan draf kesepakatan damai kini hampir difinalisasi. Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Kamis waktu setempat, Trump menyatakan bahwa […]

expand_less