BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Putra Asli Pasaman Barat, Prof Mas Mera Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand

Putra Asli Pasaman Barat, Prof Mas Mera Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • print Cetak

PADANG — Kampus kebanggaan masyarakat Sumatra Barat yakni Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan tujuh Guru Besar baru sekaligus pada Sabtu (27/6/2026). Namun, di antara deretan ilmuwan hebat yang memakai toga hari itu, ada satu sosok yang sukses menyita perhatian publik.

Ia adalah Prof. Ir. Mas Mera, MT., PhD, akademisi tulen dari Fakultas Teknik Unand yang selama ini dikenal sebagai “pawangnya” aliran air. Dia resmi menyandang gelar akademis tertinggi berkat dedikasi dan konsistensinya yang luar biasa di bidang Mekanika Fluida dan Hidrolika.

Jabatan baru ini bukan sekadar pajangan di kartu nama, melainkan buah manis dari perjalanan karier akademis yang sudah berjalan hampir empat dekade. Kalau diibaratkan cicilan motor, ini sudah lunas berkali-kali.

Dalam orasi ilmiahnya yang berbobot namun krusial, Prof. Mas Mera membawakan judul yang cukup panjang untuk dihafalkan dalam sekali dengar: “Ketepatan Tipologi Bangunan Pelindung: Sinkronisasi Kinerja Struktur dengan Karakteristik Bencana Hidrometeorologi”.

Intinya, dia mengingatkan semua bahwa membangun pelindung air itu tidak boleh asal semen. Harus ada harmonisasi antara struktur bangunan air dengan tantangan perubahan iklim nyata yang kerap memicu bencana hidrometeorologi.

Dari Pasaman Barat hingga Australia: Jejak Akademik sang “Pawang Air”

Menjadi seorang Guru Besar tentu tidak didapatkan secara instan lewat jalur “orang dalam” atau menang undian sabun colek. Keberhasilan putra asli tanah Pasaman Barat ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi deretan almamater tempatnya menimba ilmu dahulu.

Rekam jejak pendidikannya membuktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil yakni di SD Negeri Kapar (Angkatan 1980), SMP Negeri Simpang Empat (Angkatan 1983) dan SMA Negeri 2 Padang (Angkatan 1986).

Pencapaiannya menjadi profesor ini diharapkan mampu menjadi detonator motivasi bagi para alumni sekolah-sekolah tersebut. Biar mereka tahu, anak daerah juga bisa duduk di kasta tertinggi dunia akademik.

Karier Prof. Mas Mera sebagai dosen di Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas dimulai sejak tahun 1992—zaman di mana sebagian mahasiswa sekarang mungkin belum lahir.

Ketertarikannya pada dunia teknik air sudah tercium sejak ia mengerjakan tugas akhir bertajuk “Perhitungan Konstruksi Fish Landing Site di Gorontalo, Sulawesi Utara” di bawah bimbingan Dr. Hang Tuah, M.Oce.

Haus akan ilmu, ia melanjutkan studi Magister Teknik (MT) di bidang Teknik Sumber Daya Air dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus tahun 1995. Masih di tahun yang sama, dia langsung terbang ke Yokohama National University, Jepang, untuk riset mendalam.

Puncak petualangan akademiknya dikunci dengan gelar Ph.D. dari The School of Civil and Environmental Engineering, The University of New South Wales (UNSW), Australia, dengan disertasi tentang Boussinesq-type Numerical Models. Keren, bukan?

Produktif Menulis Buku dan Pengabdian Nyata di Lapangan

Jika Anda mengira profesor hanya sibuk di laboratorium sambil memegang dahi, Anda salah besar. Profesor baru Unand ini adalah tipe ilmuwan yang tidak bisa diam.

Di sela-sela kesibukannya, ia telah menelurkan sembilan buku ajar yang menjadi kitab suci wajib bagi mahasiswa teknik sipil. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah Mekanika Fluida Rekayasa Sipil, Hidrolika Saluran Terbuka, hingga Proses Pantai.

Hebatnya lagi, ilmu tersebut tidak hanya berakhir di atas kertas atau perpustakaan kampus. Prof. Ir. Mas Mera, MT., PhD aktif turun gunung menjembatani teori dan praktik nyata di lapangan.

Kiprahnya tercatat di Unit Desain Balai Wilayah Sungai Sumatra V, menjadi tenaga ahli di Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat (2022-2024), serta Dinas SDA BK Provinsi Sumatera Barat.

Bagi sang profesor, jabatan Guru Besar adalah amanah berat untuk terus mengabdi demi keselamatan infrastruktur Indonesia dari ancaman bencana air. Kita tunggu gebrakan riset adaptif berikutnya dari sang pakar!

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: 9 Penambang Tewas Tertimbun Longsor

    Tragedi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: 9 Penambang Tewas Tertimbun Longsor

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SIJUNJUNG – Tragedi memilukan kembali terjadi di sektor pertambangan tanpa izin di Sumatra Barat. Sebanyak sembilan orang warga dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun material tebing yang longsor di lokasi tambang emas ilegal daerah Situntuak, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, pada Kamis (14/5/2026). Peristiwa maut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.00 […]

  • Tanah Ulayat Pasar Payakumbuh Diakui dalam Sidang PTUN Padang, Saksi Ungkap Fakta Baru

    Tanah Ulayat Pasar Payakumbuh Diakui dalam Sidang PTUN Padang, Saksi Ungkap Fakta Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Sukrianto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PADANG — Sidang gugatan terkait sengketa tanah ulayat Pasar Payakumbuh (Blok Barat) kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang pada Senin (13/7/2026). Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak tergugat, yakni Pemerintah Kota (Pemko Payakumbuh). Dua pejabat teras Pemko Payakumbuh dihadirkan sebagai saksi, yaitu M.Faizal Kadis Koperasi dan UMKM […]

  • Ditinggal di Teras Warung Pecel, Bayi Mungil Berbaju Panda Dievakuasi Polisi

    Ditinggal di Teras Warung Pecel, Bayi Mungil Berbaju Panda Dievakuasi Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JATENG – Suasana tenang di Dukuh Plasan RT 015, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen mendadak gempar. Warga setempat dikagetkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang ditinggalkan di dalam sebuah kardus di atas meja teras rumah warga pada Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 20.10 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang baru […]

  • Dorong Kreativitas Digital, Pasaman Barat Bekali 50 Peserta Lomba Video Konten Literasi

    Dorong Kreativitas Digital, Pasaman Barat Bekali 50 Peserta Lomba Video Konten Literasi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar pembekalan intensif bagi 50 peserta lomba video konten literasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Mei 2026, bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Pasaman Barat. Media Digital sebagai Sarana Edukasi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman […]

  • Dampak Blackout Sumatera: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset di Sumut dan Sumbar

    Dampak Blackout Sumatera: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset di Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUMATERA — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5) berujung tragis. Sebanyak tujuh warga dilaporkan menjadi korban dalam dua insiden terpisah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Dari total tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit […]

  • Kabel Optik Jerat Leher Pelajar di Pasaman Barat, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

    Kabel Optik Jerat Leher Pelajar di Pasaman Barat, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur kabel utilitas kembali mendatangkan petaka bagi keselamatan publik. Seorang pelajar bernama Jovan Atalah Yulvi (17) dilaporkan hampir kehilangan nyawa setelah lehernya terjerat untaian kabel fiber optik yang kendor dan menjuntai rendah ke arah badan jalan. Insiden tragis ini menambah panjang daftar hitam ancaman kabel semrawut bagi para pengendara […]

expand_less