BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kisah Inspiratif Masinton Pasaribu: Dari Buruh Lepas Pelabuhan Belawan hingga Jadi Bupati Tapanuli Tengah

Kisah Inspiratif Masinton Pasaribu: Dari Buruh Lepas Pelabuhan Belawan hingga Jadi Bupati Tapanuli Tengah

  • account_circle Hanny
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

TAPANULI TENGAH — Panggung politik tanah air kerap kali menampilkan cerita perjuangan yang menarik dari para tokohnya. Salah satu figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kokoh dan berkarakter adalah Masinton Pasaribu.

Politikus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini sekarang tengah mengemban amanah besar sebagai Bupati Tapanuli Tengah untuk masa bakti periode 2025–2030.

Sebelum berhasil menduduki kursi nomor satu di pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah, pria bermarga Batak Toba ini merupakan seorang legislator senior yang sudah sangat berpengalaman di tingkat nasional.

Ia tercatat pernah menduduki kursi legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) selama dua periode berturut-turut, yaitu pada kurun waktu 2014–2019 dan 2019–2024.

Saat bertugas di Senayan, Masinton ditempatkan di Komisi III DPR RI yang membidangi sektor hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, dengan mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta II.

Awal Karier dan Titik Rendah: Menjadi Buruh Lepas Pelabuhan Belawan

Lahir di Sibolga, Sumatera Utara pada tanggal 11 Februari 1971, perjalanan hidup Masinton Pasaribu tidak dimulai dari fasilitas yang serbanyaman. Sebaliknya, ia harus melewati fase kehidupan yang keras sebagai pekerja kasar setelah dirinya menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Titik awal perjuangan hidupnya tercatat di tanah kelahirannya, di mana Masinton sempat menyambung hidup dengan bekerja sebagai tenaga kerja lepas di Pelabuhan Belawan.

Kerasnya lingkungan pelabuhan dan dunia kerja kasar ini menempa fisik serta mentalnya sebelum akhirnya ia memantapkan tekad untuk merantau ke Jakarta guna menuntut ilmu dan mendalami bidang hukum.

Titik Balik: Aktivis Reformasi 1998, Gerakan Buruh, dan Pendiri Repdem

Keputusan untuk hijrah ke ibu kota menjadi titik balik yang besar dalam hidupnya. Di Jakarta, Masinton kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) hingga berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2003. Namun, selama statusnya masih sebagai mahasiswa, jiwa kritisnya bergolak melihat situasi politik negara.

Masinton aktif menceburkan diri ke dalam organisasi-organisasi mahasiswa yang menentang rezim Orde Baru. Puncaknya, ia ikut turun ke jalan dalam gelombang unjuk rasa besar-besaran pada tahun 1998 yang menjadi tonggak sejarah runtuhnya kekuasaan Presiden Soeharto.

Selepas menyandang gelar sarjana, kepeduliannya terhadap rakyat kecil terus berlanjut melalui keterlibatannya secara aktif dalam berbagai gerakan buruh. Langkah politik praktisnya dimulai pada tahun 2004 ketika Masinton bersama dengan 50 aktivis lainnya memutuskan untuk bergabung dengan PDIP.

Di dalam partai berlogo banteng tersebut, ia menjadi salah satu aktor intelektual yang membidani lahirnya Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), sebuah organisasi sayap resmi partai, yang kemudian dipimpin langsung oleh dirinya sebagai Ketua Umum.

Pulang Kampung Halaman: Meraih Mandat Tertinggi di Tapanuli Tengah

Usai mendedikasikan waktu dan pemikirannya di tingkat pusat sebagai anggota DPR RI dari dapil Jakarta, panggilan sejarah membawa Masinton kembali ke tanah kelahirannya di Sumatra Utara.

Pada momentum Pemilihan Bupati (Pilbup) Tapanuli Tengah 2024, ia memantapkan diri untuk maju sebagai calon bupati dengan menggandeng seorang purnawirawan TNI AD, Mahmud Efendi Lubis.

Melalui strategi kampanye yang matang dan pendekatan yang kuat kepada masyarakat, pasangan Masinton-Mahmud berhasil memenangkan simpati mayoritas pemilih. Mereka sukses keluar sebagai pemenang dengan meraup 87.095 suara atau setara dengan 54% dari total suara sah, mengungguli para pesaingnya.

Sebagai kelanjutan dari proses demokrasi tersebut, Masinton Pasaribu secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 20 Februari 2025.

Kini, ia siap menakhodai Kabupaten Tapanuli Tengah menuju era baru, membuktikan bahwa seorang mantan buruh pelabuhan dan aktivis jalanan mampu bertransformasi menjadi seorang kepala daerah yang membawa amanah rakyat.

  • Penulis: Hanny
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Terbaru BPS: Jumlah Penduduk Bekerja di Pasaman Barat Naik 2,56 Persen

    Laporan Terbaru BPS: Jumlah Penduduk Bekerja di Pasaman Barat Naik 2,56 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah. Laporan berkala yang dirilis pada 29 Agustus 2025 ini memotret berbagai indikator penting ketenagakerjaan secara mendalam hingga periode Agustus 2024. Berdasarkan data terbaru tersebut, pasar kerja di Pasaman Barat menunjukkan tren yang positif. Hingga Agustus 2024, […]

  • Program Tiga Juta Rumah Jadi Solusi Hunian Layak Di Pasaman Barat

    Program Tiga Juta Rumah Jadi Solusi Hunian Layak Di Pasaman Barat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Bagi Anda yang sampai hari ini masih berstatus sebagai “Kontraktor Profesional”—bukan kontraktor proyek jembatan, melainkan hobi pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain karena masa sewa habis, ada angin segar yang siap mengembuskan harapan baru. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat secara resmi mengajak seluruh elemen dan pemangku kepentingan untuk merapatkan barisan demi menyukseskan […]

  • Dua Sekolah Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman Barat

    Dua Sekolah Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman Barat

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kabupaten Pasaman Barat tengah bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatra Barat. Melalui momentum tahun anggaran 2026, pemerintah pusat secara resmi memercayakan pembangunan dua institusi pendidikan berskala besar dan bertaraf nasional di Bumi Mekar Tuah Basamo ini. Kedua proyek strategis nasional tersebut meliputi program Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional […]

  • Prakiraan Cuaca 5 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sumbar hingga Riau

    Prakiraan Cuaca 5 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sumbar hingga Riau

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Cuaca, SUMBARBIZ – Pantau prakiraan cuaca hari ini (5/5/2026) di beberapa wilayah Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau. Berawan hingga hujan ringan, berikut informasi lengkapnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan perkembangan cuaca di berbagai wilayah Indonesia setiap harinya. Dengan mengetahui informasi terkait cuaca, masyarakat akan lebih siap […]

  • Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    Gunakan Tabir Surya, BMKG Ingatkan Suhu Udara Terik di Sebagian Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMATRA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Publik mengeluarkan analisis cuaca terbaru. Meskipun musim kemarau dilaporkan mulai memasuki wilayah Indonesia secara bertahap, potensi cuaca ekstrem di kawasan Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Sumatra Barat, dinilai belum sepenuhnya menurun. Aktifnya Monsun Australia saat ini memicu udara kering yang mulai mendominasi wilayah Indonesia bagian […]

  • Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

    Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Jangan pernah mencampuradukkan alkohol, perjalanan malam, dan senjata tajam di dalam satu kendaraan jika Anda tidak ingin berakhir mengenakan rompi oranye. Pelajaran berharga ini tampaknya gagal dipahami oleh AR (31). Pria asal Pasaman Barat ini terpaksa berurusan dengan pihak polisi akibat dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukannya terhadap temannya sendiri menggunakan […]

expand_less